WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan kepada kami apapun!
Hai, apa yang bisa saya bantu?
SENTRADAYA

informasi

INILAH.COM, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan PT Godang Tua Jaya sepakat menetapkan Solena Fuels Corporation sebagai mitra penyedia teknologi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi dengan kapasitas sekitar 120 MW.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) antara Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto, Executive Vice President Solena Yves Bannel, dan Direktur Utama PT. Godang Tua Jaya Rekson Sitorus di Jakarta hari ini disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan (1/3/2013).

Penandatanganan JDA merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal antara Pertamina dan Godang Tua Jaya pada 8 Oktober 2012.

Fokus dari kerjasama ini adalah membuat detail studi kelayakan untuk pemanfaatan sampah kota menjadi energi dengan teknologi terbaru berupa plasma gasifikasi yang diyakini mampu membangkitkan listrik setara 120 MW dengan input sampah 2000 ton per hari. Hal ini akan menjadi salah satu breakthrough teknologi yang bisa memecahkan permasalahan sampah dan sekaligus sebagai jawaban atas krisis energi yang terjadi belakangan ini.

Pengolahan sampah menjadi listrik dilakukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga biomassa berbasis sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pembangkit listrik tenaga sampah ini diperkirakan akan memerlukan investasi sekitar US$300 juta dan mulai memproduksi listrik pada 2016.

Proyek ini akan menggunakan teknologi pengolahan biomass municipal solid waste to power yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Solena Fuels Corporation merupakan penyedia tekonologi yang sudah terbukti (proven) dan memenuhi karakteristik sampah yang ada di Bantargebang dengan tingkat pemanfaatan sampah secara maksimal hingga mencapai zero waste.

“Melalui kerjasama ini, Pertamina sebagai perusahaan yang concern kepada permasalahan lingkungan dapat mewujudkan bentuk partisipasinya sebagai “Sobat Bumi” dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya energi alternatif ramah lingkungan,” kata Karen.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, dimana pada 2025 diharapkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan akan meningkat porsinya menjadi 25%.

Sesuai dengan visi Pertamina sebagai World Class Energy Company, Pertamina secara bertahap mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan seperti halnya pembangunan yang telah dilakukan di sektor panas bumi dan pengembangan bio-energi berbasis sampah kota. [mel]

INILAH.COM, Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji harga listrik yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dengan tarif US$25 sen per Kilo Watt hours (Kwh).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Enegri (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, saat ini Kementerian ESDM bersama Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Keuangan masih mendiskusikan tarif listrik tenaga listrik yang berasal dari sinar matahari tersebut.

“Tarif sedang kita godok dengan pihak trerkait,” kata Ridha di kantor Ditjen EBTKE, Jumat (22/2/2013).

Rida menambahkan, meski penetapannya masih dalam pembahasan namun pihaknya sudah punya usulan untuk tarif listirk PLTS. Harga listrik dari sinar matahari tersebut diusulkan dengan skema US$ 25 sen per Kwh.

Menurut Rida, pada awalnya harga listik tersebut akan dilakukan secara gradual, namun karena daerah satu dengan lain kondisi alamnya memiliki perbedaan, maka ia usulkan tarif tersebut disamaratakan. “Tapi karena lokasinya beda-beda kita pukul rata US$25 sen untuk semua daerah,” ujarnya.

Rida menjelaskan, nantinya pengembangan PLTS akan menggantikan peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada siang hari, sehingga dengan berkurangnya kinerja PLTD diharapkan dapat menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengurangi polusi udara.

“Lokasinya akan bekerja sama dengan PLTD, suatu sistem kelistrikan akan dilakukan dengan PLTD tapi intinya untuk subsitusi PLTD. Jadi PLTD beroperasi hanya malam,” katanya. [hid]

Paket promo lampu PJU tenaga surya

 Paket PJU Tenaga Surya 35 watt

Sebagai distributor utama lampu penerangan jalan umum tenaga surya kami menghadirkan paket PJU  160/35. Dengan solar panel 2 x 80 wp dan lampu teknologi LED Highpower dengan standart intertanional serta di lengkapi battery khusus solar cell.

Paket ini setara dengan lampu biasa dengan daya 200 watt dan menghasilkan lumen yang cocok untuk tinggi 7 meter. Segera hubungi kami untuk mendapatkan free desain perhitungan untuk jumlah dan harga tiang PJU oktagonal dan dapatkan voucher potongan harga untuk tiap pembelian tiang oktagonal di kantor kami.

7 Kelebihan produk – produk kami :

1. Semua produk kami bergaransi resmi pabrik

2. Semua produk kami standart international

3. Variasi produk kami lengkap (battery, lampu pju led, lampu lvd, battery, BCR MPPT)

4. Desain yang optimal

5. Sangat berpengalaman

6. Menuju ISO managemen

7. Layanan purna Jual

Berikut kami sampaikan Spesifikasi Teknik Lampu PJU tenaga surya 40 watt

SPESIFIKASI :

No

Nama Barang

Jumlah

1

Panel Surya 80 WP Monocrystalyn/PolyCristalin

2 set

2

Box Panel Outdoor terdiri dari :

  • BCR 12v/24 10 Ampere Merk : Sinkobe
  • 1 Battery VRLA AGM 12v 75AH
  • Klemp, Baut pengaman battery

1 lot

3.

Lampu Jalan LED 20 watt setara dengan 150 watt

1 set

4.

Kabel Panel surya NYYHY 2 x 4 mm Merk : eterna