WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan kepada kami apapun!
Hai, apa yang bisa saya bantu?
SENTRADAYA

informasi

1 3 4 5 6 7 22

No.            : 08.LIT.2011

Penulis   : Nurul Fauziah, ST; Ir. Pranyoto; Muhammad Firmansyah, ST, M.Sc; Tri Wahyudi, ST, MM

Abstrak  :

Laporan ini menyampaikan kajian karakteristik berbagai jenis lampu LED dan kajian ekonomi penggunaannya. Penelitian dilaksanakan melalui studi literatur dan pengukuran laboratorium. Kajian literatur mengeksplor mengenai teori umum tentang LED, pencahayaan, lampu LED, dan karakteristik lampu LED dari berbagai makalah para pakar, brosur pabrikan, standar teknis dan buku. Pengukuran laboratorium mengukur karakteristik beberapa contoh lampu LED yang diperoleh di pasaran seperti: Lumen, Lux, PF, Daya dan THD. Lux diukur sebagai indikator bahwa telah terjadi penurunan iluminasi ketika lampu LED telah dinyalakan selama lebih dari 500 jam. Nilai efikasi lampu LED didapat dari nilai lumen hasil pengukuran dibagi daya terukur pada tegangan pengukuran. Kajian ekonomi penggunaan lampu LED dilaksanakan secara sederhana menggunakan prinsip Present Worth Value (PWV).

Kajian literatur menunjukan bahwa lampu LED dapat mencapai nilai antara 50 – 100 lumen/watt, sedangkan CFL memiliki efikasi 60 – 72 lumen/watt. Harga lampu LED relatif masih mahal, 2 – 10 kali harga lampu CFL.

Hasil pengukuran menunjukan bahwa beberapa contoh lampu LED di pasaran mempunyai efikasi minimal 29 lumen/W pada tipe down light dan maksimal 155,3 lumen/W pada tipe TL. Efikasi rata-rata untuk tipe bulb adalah 64,41 lumen/W, tipe spot light adalah 38,36 lumen/W, dan tipe TL adalah 128,26 lumen/W. Nilai efikasi down light dan spot light berbeda dengan literatur. Nilai THD (Total Harmonic Distotion) arus yang terukur akibat pemasangan lampu LED cukup besar, yaitu dapat mencapai nilai lebih dari 100 %.

Kajian ekonomi menunjukkan bahwa Lampu LED dengan efikasi 80 lm/W dan memiliki umur minimal 50.000 jam lebih ekonomis dibandingkan dengan Lampu CFL dengan efikasi 70 lm/W (harga Rp. 25.000,- dan umur pemakaian 10.000 jam), apabila harganya dibawah Rp. 200.000,-

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai salah satu langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghemat energi, Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta akan secara bertahap mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan lampu yang hemat energi. Pemasangan ini nantinya akan difokuskan pada dua Jalan Layang Non Tol (JLNT) yang tengah dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta Andi Baso mengatakan, sepanjang dua JLNT yakni Kampung Melayu-Tanah Abang dan Antasari-Blok M akan memakai lampu hemat energi Light Emitting Diode (LED). Rencananya akan ada sebanyak 3.090 lampu yang akan dipasang di sepanjang JLNT tersebut.

“LED ini mampu menghemat listrik hingga 50 persen dari lampu PJU yang biasanya,” kata Andi di Balaikota, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Jadi, jika lampu PJU yang ada saat ini menyerap hingga 400 watt maka dengan LED hanya membutuhkan daya sebesar 200 watt. Tidak hanya itu, dengan LED efeknya juga mampu mengurangi gas rumah kaca sebesar 0,891 dari produksi gas rumah kaca dari lampu biasa.

Ia mengungkapkan bahwa di Jakarta terdapat 222.342 titik PJU yang membutuhkan sekitar 45-50 mega watt per hari. Sementara itu, terdapat 92 PJU yang menggunakan solar cell yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.

“Jadi untuk mengganti PJU dengan lampu hemat energi memang butuh biaya yaitu sebesar Rp 3 triliun. Karena satu lampu dengan solar cell harganya sekitar Rp 30 juta,” jelasnya.

Kendati demikian, pada 2013, pihaknya akan mengganti sebagian lampu PJU dengan LED. Anggaran yang diajukan sebesar Rp 351 miliar. Namun hal itu masih harus menunggu persetujuan dari DPRD DKI Jakarta. “Biayanya memang besar. Jadi, kami ajukan dulu ke DPRD DKI Jakarta, jika disetujui maka bisa diganti,” tandasnya.

1 3 4 5 6 7 22