Home / News / Ide briliant dari dapur

Ide briliant dari dapur

Awalnya mereka kehabisan kertas handuk. Lalu, muncul ide membuat alat untuk memasak dengan lebih sehat. Hasil karyanya bisa mendatangkan keuntungan hingga jutaan dolar per tahun.

Imajinasi kerap diidentikkan dengan khayalan, impian, atau hasrat kreatif. Kelompok manusia yang juga sering diidentikkan dengan imajinasi ialah anak-anak dan remaja.

Maklum, anak-anak yang berpikiran bebas dan murni mampu membayangkan banyak hal di luar dunia. Anak-anak bisa menjangkau dunia lain, misalnya bagaimana mereka mampu mengajak bicara boneka mainannya. Karena itu, tidak heran jika imajinasi adalah hal berharga yang dimiliki anak-anak. “Anak-anak adalah inovator alami,” kata President FIRST Jon Dudas seperti dilansir CNBC. FIRST adalah sebuah organisasi yang membantu dan mendorong anak-anak untuk berinovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dudas yang pernah bekerja di lembaga Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (AS), juga menjelaskan bahwa satu dari penemu termuda ialah anak berusia dua tahun dengan membuat alat bantu (penjepit) bagi orang yang menggunakan kursi roda untuk mengambil barang yang ada di lantai. Dengan bantuan orangtuanya, karya tersebut akhirnya dipatenkan saat si anak berusia empat tahun. Sebenarnya, berbagai temuan yang diciptakan anak-anak bukan baru terjadi sekarang ini. Sejak ratusan tahun lalu sudah banyak anak dan remaja yang menjadi penemu.

Karena itu, tidak heran jika ada sejumlah institusi yang berusaha untuk mendorong anak muda untuk berinovasi. Bukan hanya itu, institusi itu juga berusaha memasarkan karya anak muda sehingga layak jual. Hal ini salah satunya dilakukan By Kids for Kids (BKFK). Lembaga ini menjadi perantara antara anakanak dan perusahaan. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mendorong metodologi promosi untuk inovasi, sehingga mereka juga mempunyai kesadaran akan merek.

“Kami mengakui kecerdikan dan kreativitas yang dimiliki anak-anak muda, dan kami sepenuhnya mendedikasikan untuk memberikan inspirasi, semangat inovatif pada setiap inovator muda.Kami membantu anak-anak mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan keterampilan pemecahan masalah,” tulis BKFK dalam situsnya.

Salah seorang penemu  cilik yang karyanya hingga saat ini dikenal luas ialah Abbey Fleck, si pencipta makin bacon. Saat berusia delapan tahun pada 1991, Abbey membantu ayahnya, Jonathan, memasak daging babi asap (bacon).

Namun, saat itu mereka kehabisan handuk kertas untuk meletakkan irisan bacon sebelum dimasak. Mereka lalu meletakkannya di atas koran. Melihat hal itu, sang ibu tidak senang.“Saya hanya bisa berdiri dan membiarkan daging menetes kering,” cerita Abbey seperti dilansir CNBC. Kondisi ini tak pelak membuat Abbey berpikir mencari solusi. Lalu terpikir sebuah rak kecil yang di bawahnya terdapat wadah. Rak ini digunakan untuk menggantung daging.

Dengan begitu,mereka tidak lagi membutuhkan kertas handuk. Dari peristiwa itulah, muncul ide membuat makin bacon, rak untuk menggantung daging.Alat ini akan menghemat kertas handuk dan membuat cairan daging cepat menetes tanpa berceceran. “Jadi, ayah dan saya membuat berbagai macam alat yang bisa digunakan untuk memasak daging asap di atas lemak, bukan di dalamnya.Akhirnya kami datang dengan makin bacon. Sungguh luar biasa,kami membuat mangkuk dengan pegangan dan tiga tungkai untuk menggantung daging,” cerita Abbey.

Sejak penemuan itu Abbey makin banyak dikenal orang.Lewat alatnya itu dia memberi tahu masyarakat dunia tentang cara sehat memasak daging. Abbey mengklaim bahwa dengan alatnya, masakan 33% lebih sehat daripada biasanya.Abbey dan ayahnya kemudian mendirikan perusahaan bernama A de F Ltd dan mulai menjual makin bacon. Setelah itu, banyak media yang mengajak Abbey berbagi pengalaman. Dia pun tampil di majalah People, Good Housekeeping. Malah, kisah penemuannya itu dua kali ditampilkan di Dateline NBC dan The Today Show.

“Aku sudah di acara TV seperti David Letterman, Maury Povich, dan Oprah. Ini sangat menyenangkan,” aku Abbey bangga. Abbey sebenarnya tidak menyangka jika hasil karyanya akan diminati banyak orang. Saat ini makin bacon banyak dijual di toko, baik secara konvensional maupun online. Saat ini makin bacon dijual dengan harga di bawah USD10 di Walmart. Sejak usia 14 tahun Abbey sudah menjadi seorang entrepreneur murni. Produk makin bacon sukses di pasar.Abbey mendapat royalti dari penjualan makin bacon mencapai lebih dari USD1 juta per tahun.

Abbey saat ini berusia 27 tahun dan tinggal di Los Angeles, di mana dia bekerja untuk anak-anak dengan kepribadian khusus.Ayah Abbey juga dikenal sebagai seorang inovator. Salah satu karyanya adalah Deflecktor, alat penghemat bahan bakar. Kini Deflecktor dipasarkan suami Abbey.

About myadmin

Check Also

Lampu hemat energi untuk reklame, advertising dengan pencahayaan yang bagus

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti SPAM Mohon di isi