Home / informasi / Lestarikan Warisan Budaya Indonesia dengan Teknologi LED

Lestarikan Warisan Budaya Indonesia dengan Teknologi LED

lvd3

Lestarikan Warisan Budaya Indonesia dengan Teknologi LED
Indonesia memiliki begitu banyak warisan budaya berupa makanan khas, pakaian
tradisional, tarian dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak kekayaan budaya yang
ada, Candi Borobudur dan Candi Prambanan termasuk dalam daftar situs warisan sejarah
yang masih terjaga kelestariannya. Meskipun telah mengalami serangkaian peristiwa,
kedua candi tersebut masih tetap kokoh berdiri dan memiliki pesona keindahan yang
mampu menarik perhatian banyak wisatawan.Sebagai salah satu upaya pelestarian Candi
Borobudur dan Candi Prambanan, PT. Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu
Boko bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, UNESCO melakukan sejumlah
proyek konservasi. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah memperbarui sistem
penerangan kompleks Candi Prambanan, yaitu dengan mengganti lampu halogen (HID) yang
sebelumnya telah terpasang, menjadi Light-emitting Diode (LED). Untuk proyek ini,
Panasonic Corporation mendonasikan sebanyak 16 unit lampu LED yang diletakkan di
enam titik Candi Prambanan.“Dulu memakai lampu HID, sekarang pakai LED Panasonic
yang lebih awet sehinga akan mengurangi konsumsi energi serta memperkuat dimensi
lingkungan di sekitar,” jelas Hubert Gijzen, Direktur dan Perwakilan UNESCO Jakarta
dalam acara Lighting Ceremony di Komplek Candi Prambanan, Yogyakarta.-LED
disebut-sebut sebagai lampu berkualitas tinggi yang mampu menghemat energi hingga 30
persen, sehingga dapat menurunkan biaya pemeliharaan setiap tahun. Kendati mampu
menghasilkan cahaya yang optimal, suhu LED relatif lebih stabil, sehingga tidak akan
menghasilkan panas yang berpotensi merusak struktur batu Candi Prambanan.Keunggulan
tersebut diakui langsung oleh Senior General Manager PT Panasonic Gobel Eco
Solution, Widyastama Nugraha. Pria yang akrab disapa Tommy menjelaskan, “LED
Panasonic tidak panas sehingga tidak mengganggu kelestarian batu candi. Kami sudah
melakukan kajian dan perhitungan soal itu termasuk konsultasi dengan UNESCO.”Tommy
menerangkan lebih lanjut tentang proyek konservasi pertama Panasonic Corporation di
Indonesia. Sejauh ini, bangunan candi yang terdiri dari bebatuan tersebut masih
terlihat monoton. Namun, dengan ada pencahayaan lampu LED Panasonic ini, diharapkan
dapat memperindah tampilan candi terutama pada malam hari.-Keunggulan lain dari
lampu LED ini, yaitu memiliki tiga warna utama yang dapat dikombinasikan menjadi
tujuh warna baru,  Pengaturan cahaya warnanya sendiri akan dikontrol dalam beberapa
panel di sekitar Candi Prambanan, sehingga akan memperjelas relief-relief dinding
Candi Prambanan. “Selain itu, LED yang dipasang di Candi Prambanan memiliki tiga
warna utama, yaitu Silver, Platinum dan Gold. Dibanding dengan pencahayaan
konvensional, LED ini 500 persen lebih terang. Tentu ini akan menambah keindahan
Candi Prambanan yang dapat dinikmati masyarakat meski dari kejauhan,” ujar
Tommy.Kepala Perwakilan Panasonic Indonesia, Ichiro Suganuma menjelaskan lebih
lanjut perihal kerjasama pelestarian warisan budaya dunia antara Panasonic dan
UNESCO yang telah berjalan sejak Juni 2011 lalu. Tahun 2014 sendiri menjadi salah
satu tahun yang paling membanggakan bagi Ichiro karena Panasonic dapat berkontribusi
melalui iluminasi Candi Prambanan. “Melalui teknologi LED ini, kami berharap dapat
meningkatkan nilai pelestarian warisan budaya yang telah ditetapkan UNESCO sekaligus
berkontribusi terhadap lingkungan,” kata Ichiro.Sementara itu, Lailly
Prihatiningtyas selaku Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan
dan Ratu Boko, mengungkapkan bahwa upaya konservasi tidak hanya dilakukan pada dua
candi tersebut, tetapi juga candi-candi di sekitarnya, seperti Candi Sewu, Pawon dan
Ratu Boko. Lailly Prihatiningtyas atau yang akrab disapa Tyas, menyebut kerjasama
ini merupakan contoh sempurna dari sebuah sinergitas untuk menjaga kelestarian cagar
budaya dunia.“Saya berharap kita bisa terus menjaga komitmen ini untuk kepentingan
jangka panjang, tidak hanya menjaga monumennya akan tetapi juga nilai-nilai luhur
yang terkandung, termasuk berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat
sekitar,” pungkas Tyas. (adv) Best Regard

About admin sentradaya

Check Also

Tarif Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Surya Diperkirakan US$25 Sen/Kwh

ShareINILAH.COM, Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji harga listrik yang berasal …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti SPAM Mohon di isi