Home / News / Produsen Energi Surya Lebih Optimistis di Jepang

Produsen Energi Surya Lebih Optimistis di Jepang

TEMPO.COTokyo – Perusahaan produsen energi surya bertaruh krisis nuklir di Jepang akan mengubah permainan di bisnis energi terbarukan di negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia itu. Hal ini ditandai dengan pendatang asing seperti Canadian Solar yang mencari tempat berpijak di beberapa utilitas di Asia.

Canadian Solar akan berkontribusi besar saat pemerintah memperkenalkan subsidi murah yang disebut feed-in tariff (FIT) untuk energi terbarukan demi mendorong sumber energi alternatif yang saat ini hanya menghasilkan sekitar 1 persen energi di Jepang.

Kebijakan tersebut akan memberikan kemampuan untuk membeli listrik yang dihasilkan oleh sumber-sumber terbarukan, seperti matahari, angin, dan panas bumi, dengan premi selama 20 tahun. Biaya akan diteruskan kepada konsumen melalui tagihan listrik yang lebih tinggi.

Harga beli listrik dari tenaga surya diharapkan akan ditetapkan pada 42 yen (US$ 0,53) per kilowatt-hour (kWh). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 15 yen (US$ 0,19) per kWh yang dikenakan kepada konsumen industri dan 25 yen (US$ 0,32) per kWh yang dibebankan kepada konsumen rumah tangga.

Kritikus telah memperingatkan bahwa kebijakan FIT bisa menyebabkan gelembung yang akan meledak jika pemerintah menurunkan harga pembelian (energi terbarukan). Tetapi pebisnis mengatakan FIT perlu mendorong skala ekonomi pada waktu yang akan datang dari peningkatan jumlah pendatang ke pasar, penurunan biaya peralatan, dan akhirnya memungkinkan industri berdiri sendiri tanpa subsidi.

“FIT akan menciptakan gelembung tanpa diragukan lagi. Itu selalu terjadi saat ada skema seperti ini, tetapi hal itu akan sangat mendorong (energi) surya (di Jepang),” kata Yu Kaname, Wakil Presiden Canadian Solar Japan, seperti dikutip Reuters, Selasa, 5 Juni 2012. Canadian Solar yang memulai bisnis di negara ini pada 2009 dan menjadi perusahaan asing pertama yang mengambil bagian dalam pembangunan pabrik tenaga surya berskala besar.

Tetapi Kaname mengatakan biaya untuk menghasilkan listrik dari surya akan turun dengan pengenalan FIT. Ini mungkin terjadi ketika biaya pembangkitan listrik dari sumber terbarukan sama atau lebih rendah dari harga jual.

Dengan diperkenalkannya FIT, Institut Penelitian Yano, Jepang, memperkirakan investasi sektor energi surya akan naik menjadi 1,4797 triliun yen (setara US$ 18,9 miliar) pada tahun fiskal 2015. Sekarang, investasi hanya 655,3 miliar yen pada tahun fiskal 2010.

Setelah penundaan selama bertahun-tahun, anggota parlemen di Jepang berbalik kepada FIT pada musim panas lalu. Setelah bencana nuklir Fukushima pada Maret 2011 lalu, kepercayaan publik pada energi atom memudar.

About myadmin

Check Also

Lampu hemat energi untuk reklame, advertising dengan pencahayaan yang bagus

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Anti SPAM Mohon di isi