WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan kepada kami apapun!
Hai, apa yang bisa saya bantu?
SENTRADAYA

lampu matahari

VIVAnews – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, Pemerintah saat ini sedang membangun pabrik “Tenaga Surya” pertama di Indonesia. Pabrik yang terletak di Karawang, Jawa Barat, itu ditargetkan sudah bisa beroperasi pada 2014 mendatang.

“Kita sudah mendirikan pabrik tenaga surya pertama di Indonesia, pada tahun 2014 mendatang, sudah jadi,” kata Dahlan Iskan, Menteri Negara BUMN, saat ditemui VIVAnews di Yogyakarta, Rabu malam 25 Juli 2012.

Dahlan menjelaskan, untuk membangun pabrik tenaga surya itu menelan anggaran puluhan Miliar rupiah. “Pabrik tenaga surya itu dibangun di Kerawang, anggarannya Rp 60 miliar,” jelasnya.

Menurut Dahlan, delapan tahun yang akan datang tenaga surya sudah menjadi hal biasa di dunia. “Mau tidak mau kita harus pakai tenaga surya,” ucapnya.

Ia menuturkan, sangat tidak wajar kalau bangsa ini terus menerus menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan bermotor. “Sekarang subsidi BBM saja menghabiskan anggaran Rp 300 triliun, dan diprediksi akan meningkat pada tahun depan,” ungkapnya.

Sementara itu, kata Dahlan, kenapa anggaran yang Rp. 300 Triliun buat subsidi BBM itu tidak digunakan untuk mengembangkan tenaga surya dan mobil listrik saja. (adi)

Paket PJU tenaga surya LVD  23W

Paket penerangan jalan tenaga surya daya 23 watt ini setara dengan lampu konvensional 100 – 125 watt. Sedang ketinggian tiang yang di rekomendasi adalah 6 meter dengan lumen yang di dapat adalah 16 Lumen.

Aplikasi : Lampu penerangan jalan di kampus, lokasi industri, perumahan dan pelabuhan

Benefit :

  1. Garansi lampu 3 tahun
  2. Penerangan cahaya yang soft dan tidak menyilaukan mata
  3. Lampu hemat energi mencapai 70%
  4. Menggunakan battery deepcycle
  5. Solar panel bergaransi 5 tahun, lampu tiga tahun, battery 1 tahun
  6. Potongan harga battery untuk maintenance battery berikutnya dengan potongan 20%
  7. Penggantian

SPESIFIKASI :

2 unit modul solar cell 50WP.
1 unit battery solar 12VDC – 100Ah VRLA dan box battery panel outdoor powder coating.
1 unit regulator automatic system 12V-10A.
1 set lampu LVD 23 Watt 12Vdc + housing lampu, lumens : + -( 2000lm) warna lampu pure white / warm.
1 set kabel lampu ( NYYHY 2 x 1, 5mm) + kabel modul ( NYYHY 3 x 4mm) + kabel battery.
1 set modul support + bracket + aksessoris

Bratislava – Bagi negara-negara Eropa pembangkit listrik menggunakan kincir angin sudah banyak dikembangkan. Sehingga tak heran, saat anda berkunjung, misalnya ke Eropa tengah, anda akan disuguhkan banyaknya kincir angin yang terhampar di sela-sela ladang gandum.

Misalnya di kawasan perbatasan Austria dan Slovakia, terlihat ratusan kincir angin berputar tak henti-hentinya menghasilkan listrik. Pemandangan yang sama pun juga terlihat di kawasan Slovakia.

Sayangnya pengembangan listrik bersumber dari angin belum banyak dikembangkan di Indonesia.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengatakan pengembangan listrik tenaga kincir angin belum menjadi prioritas PLN. Menurutnya PLN akan mengutamakan pembangkit dengan tingkat keberhasilannya lebih tinggi dibandingkan dengan kincir angin. Namun PLN membuka kesempatan bagi para produsen listrik swasta (IPP) masuk di pembangkit tenaga kincir angin.

“Kalau PLN akan memilih tingkat keberhasilannya yang tinggi. Kita welcome, kalau ada IPP tenaga angin kita welcome, dari Austria, Slovakia, dari mana saja,” kata Nur di Bratislava, Senin (11/6/2012)

Ia mengatakan alasan perseroan belum melirik listrik tenaga angin di dalam negeri, karena karakteristik angin di Eropa dan di Indonesia berbeda. Hal ini tentunya akan menentukan keberhasilan suatu pembangkit.

“Angin di Eropa dan di Indonesia karakteristiknya beda, tapi prinsipnya kita segala macam bentuk energi welcome,” kata Nur.

Ia menambahkan, kunjunganya ke Slovakia saat ini bagian dari mencari sumber-sumber investasi dan kerjasama pembangkit listrik dengan negara di Eropa termasuk Slovakia. Ia mencontohkan ada proyek pembangkit listrik di Sumedang, sangat memungkinkan mendapat investor dari Slovakia.

“Waktu di Jakarta, kita sudah bertemu dengan pihak Slovakia, kita jelaskan peluang mereka dipekerjaan EPC PLTU yang ada di PLN. Selain itu investasi IPP di Indonesia kita buka,” katanya.