WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan kepada kami apapun!
Hai, apa yang bisa saya bantu?
SENTRADAYA

lampu matahari

INILAH.COM, Minamisoma – Banyak pemerintah kota di Jepang mulai meninggalkan nuklir. Dalam waktu dekat, Jepang akan menjadi negara terbesar di dunia pengguna panel surya.

Kota Minamisoma di Fukushima telah menandatangani persetujuan dengan Toshiba untuk membangun taman surya terbesar di Jepang. Selain itu, kota tersebut juga bergabung dengan Namie untuk membatalkan pembangunan reaktor nuklir.

Diketahui, langkah ini tetap diambil meski Minamisoma telah menerima US$6,4 juta (Rp60,6 miliar) selama 25 tahun terakhir untuk pembangunan reaktor nuklir.

HeadlineDi sisi lain, dalam hitungan bulan, sejumlah kota di Jepang mulai membangun proyek surya mereka sendiri. Pembangunan taman surya skala besar juga akan dibangun di Hokkaido dan Kyushu.

“Proyek surya ini mulai dikembangkan hari demi hari,” ungkap Yuji Shimada dari Toshiba.seperti dikutipUPI.

Untuk mendorong energi alternatif, Jepang mulai mengenalkan tarif listrik surya di sekitar US$0,5 (Rp4.800) per KWH.Tarif tersebut tiga kali lebih murah dibanding standar industri.

Beberapa analis mengatakan, Jepang diyakini akan mampu mengalahkan Italia dan menjadi pasar terbesar kedua untuk tenaga surya setelah Jerman. [ikh]

7 trik cara perusahaan untuk peduli lingkungan antara lain :

1. Kurangi penggunaan listrik dan AC pada siang hari

2. Kurangi penggunaan lampu yang boros energi dengan LED atau LVD

3. Gunakan Energi surya untuk dengan sistem ON GRID

4. Menanam pohon lebih banyak

5. Pakai dan komputer seperlunya

6. Tes dan ukur perbulan penggunaan listrik

7. Investasikan untuk peningkatkan SDM dan kwalitas kita akan kesadaran hemat energi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek ) bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) membangun pompa bertenaga surya untuk mengangkat air tanah di daerah pesisir selatan Kabupaten Gunung Kidul yang dikenal daerah sulit air.

Pompa surya ini merupakan teknologi sederhana, ramah lingkungan dan biaya murah. Pompa ini memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaganya.

Asisten Deputi Iptek Masyarakat Kemerinstek Drs. Momon Sadiyatmo, M.Si mengatakan, program pemasangan pompa surya ini sudah direncanakan sejak setahun yang lalu. Kegiatan penyediaan air minum untuk daerah sulit air ini adalah salah program spesifikasi lokasi (speklok) Kemenristek yang bersinergi dengan perguruan tinggi.

“Bekerjasama dengan UGM, teknologi ini juga akan kita terapkan di daerah-daerah sulit air di Aceh dan NTB,” katanya saat sosialisasi program pemasangan pompa surya di Balai Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul, Rabu (18/7/2012).

Peneliti energi terbarukan, Dr. Ahmad Agus Setyawan mengatakan, teknologi pompa surya sangat cocok untuk diterapkan di daerah terpencil yang kesulitan air. Meski mudah dipasang dan dirawat, namun butuh transfer pengetahuan ke masyarakat agar pompa surya ini bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Kita bekerjasama dengan mahasiswa KKN PPM. Mahasiswa KKN bekerjasama dengan masyarakat akan memasang 2 pompa dan 32 panel surya. Dari energi surya ini kita harapkan akan mampu mengangkat air yang berjarak sekitar 3 kilometer dari pemukiman penduduk,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala Desa Purwodadi, Suprihatin menuturkan di Purwodadi sendiri terdapat 2.000 KK atau 8.000 jiwa yang mayoritas bekerja sebagai petani. Permasalahan yang umumnya dihadapi masyarakat selalu sama, yakni kesulitan mendapatkan air pada musim kemarau.

“Tandon air hujan sudah habis. Mulai bulan Mei, kami mulai beli air. Untuk satu tangki berisi 5.000 liter kita beli dengan harga Rp 80 ribu,” katanya.