WeCreativez WhatsApp Support
Tim dukungan pelanggan kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan kepada kami apapun!
Hai, apa yang bisa saya bantu?
SENTRADAYA

tiang lampu galvanis

Menentukan area permukaan panel dengan mengalikan panjang lebar. Misalnya panel Mono SolarWorld 245W adalah 1675 mm panjang oleh 1001 mm lebar atau 1,676.67 meter persegi. Luas permukaan aperture daerah dari panel surya, oleh karena itu, ini termasuk frame. Menarik nama piring peringkat panel dari datasheet. Untuk contoh jika panel W 235, yang adalah nama piring rating di STC (kondisi pengujian standar) di STC watt per squred meter (W/m) adalah 1.000 W/m ini adalah standar yang digunakan untuk menentukan berapa banyak Watt daya diproduksi dalam meter persegi di bumi. (Catatan: suhu adalah selalu faktor dalam output panel sehingga STC mengasumsikan kurang dari 25 derajat C.) Membagi nama piring rating oleh meter persegi di 1000 W/m untuk mendapatkan efisiensi panel surya. Dalam contoh kita untuk mono SW 245 (245/1.676.67)=14.61% efisiensi ingat untuk melihat kekuatan toleransi sebagai Meskipun nama piring rating mungkin 245W, toleransi kekuasaan akan memberitahu Anda berapa banyak lebih o

Ada beberapa trik untuk mengawetkan battery yang di pasang di lampu penerangan jalan tenaga surya.

1. Sesuaikan perhitungan antara beban lampu, solar cell dengan kapasitas battery

2. Gunakan battery jenis VRLA AGM atau VRLA GEL

3. Berikan tempat yang suhu ruangan box battery

4. Kapasitas battery maksimal 10 x dari arus charging dari solar panel

5. Gunakan battery yang standart ISO, CUV, TUW ( Leoch, Ritar, Powerkingdom)

6. Gunakan Dimmer Driver kalau sudah sangat berat

7. Gunakan lampu LED yang standart international

INILAH.COM, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dan PT Godang Tua Jaya sepakat menetapkan Solena Fuels Corporation sebagai mitra penyedia teknologi dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi dengan kapasitas sekitar 120 MW.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Joint Development Agreement (JDA) antara Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto, Executive Vice President Solena Yves Bannel, dan Direktur Utama PT. Godang Tua Jaya Rekson Sitorus di Jakarta hari ini disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan (1/3/2013).

Penandatanganan JDA merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal antara Pertamina dan Godang Tua Jaya pada 8 Oktober 2012.

Fokus dari kerjasama ini adalah membuat detail studi kelayakan untuk pemanfaatan sampah kota menjadi energi dengan teknologi terbaru berupa plasma gasifikasi yang diyakini mampu membangkitkan listrik setara 120 MW dengan input sampah 2000 ton per hari. Hal ini akan menjadi salah satu breakthrough teknologi yang bisa memecahkan permasalahan sampah dan sekaligus sebagai jawaban atas krisis energi yang terjadi belakangan ini.

Pengolahan sampah menjadi listrik dilakukan dengan membangun pembangkit listrik tenaga biomassa berbasis sampah yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Pembangkit listrik tenaga sampah ini diperkirakan akan memerlukan investasi sekitar US$300 juta dan mulai memproduksi listrik pada 2016.

Proyek ini akan menggunakan teknologi pengolahan biomass municipal solid waste to power yang modern, efisien, dan ramah lingkungan. Solena Fuels Corporation merupakan penyedia tekonologi yang sudah terbukti (proven) dan memenuhi karakteristik sampah yang ada di Bantargebang dengan tingkat pemanfaatan sampah secara maksimal hingga mencapai zero waste.

“Melalui kerjasama ini, Pertamina sebagai perusahaan yang concern kepada permasalahan lingkungan dapat mewujudkan bentuk partisipasinya sebagai “Sobat Bumi” dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya energi alternatif ramah lingkungan,” kata Karen.

Seperti diketahui, Pemerintah telah menetapkan target untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan, dimana pada 2025 diharapkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan akan meningkat porsinya menjadi 25%.

Sesuai dengan visi Pertamina sebagai World Class Energy Company, Pertamina secara bertahap mengembangkan sumber daya energi baru dan terbarukan seperti halnya pembangunan yang telah dilakukan di sektor panas bumi dan pengembangan bio-energi berbasis sampah kota. [mel]