Rectifier 110 VDC 16 Ampere Arostech untuk DC Power Supply Industri
Meta Title: Rectifier 110 VDC 16A Arostech | DC Power Supply Industri
Meta Description: Rectifier 110 VDC 16 Ampere Arostech untuk battery charger dan DC power supply industri. SCR controlled, output adjustable, proteksi dan monitoring lengkap.
Focus Keyword:
Slug: rectifier-110-vdc-16-ampere-arostech
Dalam sistem kelistrikan industri, kontinuitas sumber daya tidak hanya bergantung pada suplai AC. Banyak peralatan penting membutuhkan sumber DC yang stabil untuk menjalankan fungsi control, protection, monitoring, signaling, maupun sistem pendukung lainnya. Karena itu, Rectifier 110 VDC 16 Ampere Arostech dapat digunakan sebagai bagian dari sistem DC power supply yang mengubah sumber AC menjadi DC sekaligus mendukung proses pengisian battery bank.
Sistem rectifier menjadi semakin penting pada fasilitas yang tidak boleh kehilangan sumber DC ketika suplai listrik utama mengalami gangguan. Dalam konfigurasi yang tepat, rectifier bekerja bersama battery bank untuk menjaga ketersediaan sumber DC bagi peralatan yang telah ditentukan dalam desain sistem.
Arostech Rectifier 110 VDC 16A dirancang dengan konsep industrial rectifier menggunakan teknologi SCR (Silicon Controlled Rectifier). Berdasarkan spesifikasi acuan produk, unit menggunakan input 220 VAC ±10%, single phase, 50 Hz, dengan output nominal 110 VDC adjustable dan kapasitas output maksimum 16 Ampere.
Namun, pemilihan rectifier industri tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan dua parameter tersebut. Engineer maupun purchasing juga perlu memperhatikan DC load, battery capacity, charging current, float voltage, high-rate/boost voltage, protection, monitoring, kondisi lingkungan, dan kebutuhan integrasi dengan sistem yang sudah ada.
Artikel ini membahas fungsi, cara kerja, spesifikasi, proteksi, charging mode, aplikasi hingga parameter yang perlu disiapkan sebelum menentukan Rectifier 110 VDC 16 Ampere untuk sebuah proyek.
Apa Itu Rectifier 110 VDC 16 Ampere?
Rectifier adalah perangkat yang melakukan konversi sumber listrik AC (Alternating Current) menjadi DC (Direct Current). Pada sistem industri, rectifier tidak hanya berfungsi sebagai converter. Perangkat ini dapat menjadi bagian dari sistem yang menyuplai DC load sekaligus melakukan charging terhadap battery bank.
Secara sederhana, konfigurasi sistem dapat digambarkan sebagai:
AC Power Source ? Rectifier ? DC Bus ? Battery Bank + DC Load
Pada kondisi normal, rectifier menerima sumber AC dan menghasilkan sumber DC untuk kebutuhan sistem. Battery bank berada dalam sistem sebagai penyimpan energi sehingga dapat membantu mempertahankan suplai DC ketika sumber AC utama tidak tersedia, bergantung pada konfigurasi instalasi yang digunakan.
Untuk tipe yang dibahas dalam artikel ini, parameter utamanya adalah:
Output nominal: 110 VDC
Maximum output current: 16 Ampere
Output 110 VDC tersebut bersifat adjustable, sehingga pengaturan aktual harus mengikuti desain sistem serta karakteristik battery bank yang digunakan.
Rectifier, Battery Charger, dan DC Power Supply
Ketiga istilah ini sering ditemukan dalam proyek industri dan terkadang digunakan secara bergantian. Namun, konteks penggunaannya dapat berbeda.
Rectifier menekankan proses konversi AC menjadi DC. Battery charger lebih menekankan fungsi pengisian battery bank. Sementara DC power supply lebih luas, yaitu sistem penyedia sumber DC untuk beban.
Pada sistem industri, sebuah rectifier dapat menjalankan lebih dari satu fungsi tersebut. Unit dapat menyuplai DC load sekaligus mempertahankan battery bank pada kondisi charging yang telah ditentukan.
Karena itu, ketika meminta penawaran rectifier, informasi yang diberikan sebaiknya tidak berhenti pada kalimat “butuh rectifier 110 VDC”. Spesifikasi beban dan battery bank sangat menentukan konfigurasi yang diperlukan.
Interlink 1
Untuk memahami sizing lebih lanjut, baca artikel pendukung: [Cara Menghitung Kapasitas Rectifier 110 VDC Berdasarkan DC Load dan Battery Bank](/cara-menghitung-kapasitas-rectifier-110-vdc/). Artikel tersebut dapat digunakan sebagai panduan awal untuk memahami hubungan antara kebutuhan arus beban, charging battery dan kapasitas rectifier.
Spesifikasi Rectifier 110 VDC 16A Arostech
Spesifikasi teknis merupakan bagian utama dalam proses pemilihan rectifier. Berdasarkan data acuan SCR 110–16A yang diberikan, parameter utamanya dapat dirangkum sebagai berikut:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Brand | Arostech |
| Type | SCR 110–16A |
| Rectifier Technology | SCR |
| Standard | IEC 60146 |
| Input Voltage | 220 VAC ±10% |
| Phase | 1 Phase |
| Frequency | 50 Hz |
| Input Configuration | 3 Wires |
| Input THD | ?10% |
| Number of Pulse | 6 Pulse |
| Input Efficiency | ?0.9* |
| Power Factor | ?0.9 |
| Maximum Output Current | 16 Ampere |
| Nominal Output Voltage | 110 VDC Adjustable |
| Float Voltage | 120.4 VDC Adjustable |
| High-Rate Voltage | 146.2 VDC Adjustable |
| Output Characteristic | Constant Voltage / Constant Current |
| Static Stability Output | ±1% |
| Ripple Voltage | Maximum 1% at Full Load |
| Automatic / Manual Operation | Yes |
| Soft Start | Yes |
| Cooling | Natural Cooling |
| Ambient Temperature | 10°C to +45°C |
| High Voltage Insulation | 400 VAC |
| Noise Level | Maximum 60 dB(A) |
| Cabinet Color | Light Grey RAL 7032 |
| Reference Dimension | 600 × 500 × 1200 mm |
| Index Protection | IP41 / IEC 60529 |
*Angka efisiensi pada dokumen sumber ditulis dalam format “?0.9” pada bagian input, sementara bagian lain menyebut rentang efisiensi 75–95% tergantung permissible system voltage dan current rating. Karena itu, parameter final sebaiknya dikonfirmasi pada approved technical datasheet untuk unit Arostech yang ditawarkan.
Constant Voltage dan Constant Current
Salah satu parameter penting pada rectifier adalah karakteristik output Constant Voltage / Constant Current.
Constant voltage digunakan untuk menjaga tegangan output pada nilai yang telah ditentukan selama kondisi operasi yang sesuai. Sementara constant current membatasi atau mengendalikan arus pada kondisi charging tertentu.
Kombinasi keduanya penting karena battery bank membutuhkan pengendalian tegangan dan arus yang tepat. Tegangan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi proses charging, sedangkan kebutuhan charging current harus disesuaikan dengan kapasitas dan teknologi baterai.
Ripple Voltage
Spesifikasi acuan mencantumkan maximum ripple voltage 1% pada full load.
Ripple merupakan komponen AC residual yang masih terdapat pada output DC setelah proses rectification dan filtering. Dalam sistem DC industri, pengendalian ripple menjadi parameter yang perlu diperhatikan karena sumber DC dapat digunakan untuk memasok perangkat kontrol, instrumentasi, protection, dan peralatan elektronik lainnya.
Bagaimana Cara Kerja Rectifier 110 VDC?
Secara konseptual, proses kerja sistem dapat digambarkan sebagai:
220 VAC, 1 Phase
?
Input Protection
?
Transformer / SCR Rectification
?
Filtering Circuit
?
Control Unit
?
Alarm & Monitoring
?
110 VDC System
?????????
Battery Bank?? DC Load
SCR atau Silicon Controlled Rectifier menggunakan thyristor yang dapat dikendalikan untuk proses rectification dan pengaturan output.
Pada materi teknis yang menjadi acuan, rectifier disebut terdiri dari input isolation transformer, fully controlled thyristor set, filtering circuit, control unit, serta alarm monitoring board. Konfigurasi ini memungkinkan sistem memasok battery dan DC load secara simultan.
Untuk sistem single phase, materi acuan menjelaskan penggunaan two-pulse controlled bridge, sedangkan konfigurasi three-phase dapat menggunakan six-pulse bridge. Pilihan twelve-pulse juga disebut tersedia untuk membantu mengurangi Total Harmonic Current Distortion pada sisi AC.
Untuk unit 110 VDC 16A yang menjadi fokus artikel ini, spesifikasi acuan menunjukkan 6-pulse. Konfigurasi final Arostech tetap perlu mengikuti technical submittal yang disetujui untuk proyek.
Interlink 2
Untuk memahami pengaturan charging battery secara lebih spesifik, baca [Perbedaan Float Charging dan Boost Charging pada Rectifier 110 VDC](/perbedaan-float-boost-charging-rectifier-110-vdc/). Pemahaman kedua mode tersebut penting ketika rectifier digunakan bersama battery bank.
Float Charging dan High-Rate Charging
Sistem battery charger industri tidak selalu bekerja pada satu level tegangan. Battery bank membutuhkan pengaturan charging sesuai kondisi operasi dan karakteristik baterainya.
Pada spesifikasi acuan Rectifier 110 VDC 16A tercantum:
Nominal output: 110 VDC adjustable
Floating output: 120.4 VDC adjustable
High-rate output: 146.2 VDC adjustable
Selain itu, terdapat fasilitas:
Manual Boost
Automatic Boost
Normally Floating
Apa Itu Float Charging?
Float charging digunakan untuk mempertahankan battery bank dalam kondisi siap operasi setelah baterai mencapai tingkat pengisian yang sesuai.
Dalam kondisi normal, rectifier dapat menyuplai DC load sekaligus mempertahankan baterai pada float charging.
Konsepnya:
AC tersedia ? Rectifier aktif ? DC Load disuplai + Battery dipertahankan pada float condition
Dengan demikian, battery bank tetap tersedia sebagai sumber energi cadangan ketika dibutuhkan.
Apa Itu Boost atau High-Rate Charging?
Boost/high-rate charging menggunakan level tegangan yang berbeda dari kondisi floating untuk mendukung proses charging sesuai kebutuhan sistem.
Pada data acuan, high-rate voltage disebut 146.2 VDC adjustable. Namun angka tersebut tidak boleh secara otomatis diterapkan pada setiap battery bank 110 VDC.
Setting harus mengikuti beberapa parameter, terutama jenis baterai, jumlah cell/unit, konfigurasi series, kapasitas Ah, temperatur, serta charging recommendation dari produsen baterai.
Hal ini penting karena label “battery bank 110 VDC” tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh parameter charging yang dibutuhkan.
Sistem Proteksi Rectifier 110 VDC 16 Ampere
Rectifier untuk lingkungan industri membutuhkan sistem protection karena perangkat bekerja terus-menerus dan terhubung dengan sumber AC, DC load, serta battery bank.
Spesifikasi acuan mencantumkan beberapa protection function.
Thermal Overload Protection
Protection ini membantu mengantisipasi kondisi temperatur atau beban yang melebihi batas operasi sistem.
Short-Circuit Protection
Hubung singkat pada sisi DC dapat menghasilkan arus yang sangat tinggi. Karena itu, short-circuit protection menjadi salah satu elemen penting dalam sistem rectifier.
Reverse Battery Protection
Kesalahan polaritas battery dapat menimbulkan risiko terhadap battery maupun perangkat charging. Spesifikasi acuan mencantumkan reverse battery protection dan DC MCB untuk perlindungan terhadap reverse connection.
Surge Suppression
Gangguan transient atau surge pada sistem kelistrikan dapat memengaruhi perangkat elektronik. Karena itu, surge suppression merupakan salah satu bagian dari perlindungan rectifier.
Current Limitation
Data teknis menyebut current limitation pada sekitar 105% rated current disertai short-circuit protection dengan slow-start device.
Selain itu, sistem proteksi acuan mencakup AC input suppressor, AC input MCB dan DC output MCB.
Proteksi aktual pada produk yang dikirim tetap perlu diverifikasi terhadap technical specification dan approved drawing proyek.
Monitoring, Instrumentation dan Alarm
Selain menghasilkan sumber DC, rectifier industri perlu memberikan informasi kondisi sistem kepada operator.
Spesifikasi acuan menyebut instrumentation untuk:
Input
Output (Digital)
Input
Load
Battery
Sementara LED indicator/alarm mencakup antara lain:
Low Voltage Alarm
High Voltage Alarm
Under Voltage Alarm
Ground Fault
Informasi tersebut membantu operator atau maintenance engineer mengetahui kondisi rectifier dan battery system tanpa hanya mengandalkan pemeriksaan manual.
Dalam implementasi proyek yang lebih kompleks, kebutuhan monitoring dapat berkembang menjadi komunikasi ke sistem supervisory atau monitoring eksternal. Materi produk juga menyebut konfigurasi analog, digital dan microprocessor, serta opsi komunikasi Jbus/Modbus.
Apabila Modbus atau interface tertentu menjadi persyaratan proyek, parameter tersebut sebaiknya dicantumkan sejak tahap RFQ agar dapat diverifikasi dalam technical proposal.
Interlink 3
Untuk memahami di mana sistem seperti ini digunakan, baca [Fungsi Rectifier 110 VDC pada Gardu Induk, Power Plant dan Sistem Industri](/fungsi-rectifier-110-vdc-gardu-induk-power-plant/). Artikel tersebut membahas hubungan antara rectifier, battery bank, DC distribution dan beban kritis pada fasilitas industri.
Aplikasi Rectifier 110 VDC 16A
Sistem rectifier dan DC power supply dapat digunakan pada berbagai fasilitas yang membutuhkan sumber DC berkelanjutan. Materi produk menyebut beberapa sektor seperti photochemical industries, onshore/offshore, data processing monitor control system, defence, airport, hospitals, fire alarm system, turbine control, MRT/railway, power station serta transmission/distribution.
Berikut beberapa kelompok aplikasi yang relevan.
1. Power Plant
Pada pembangkit listrik terdapat berbagai control dan protection system yang membutuhkan sumber DC. Battery bank dan rectifier dapat digunakan sebagai bagian dari auxiliary DC system.
Dalam sistem tersebut, rectifier menjaga suplai DC ketika AC tersedia sekaligus mempertahankan battery bank sesuai charging mode.
2. Substation dan Transmission/Distribution
Gardu induk membutuhkan sumber DC untuk sejumlah peralatan control dan protection sesuai desain instalasinya.
Karena fungsi tersebut penting, pemilihan rectifier perlu mempertimbangkan tidak hanya nominal voltage tetapi juga total continuous load, intermittent load, battery autonomy dan charging requirement.
3. Oil & Gas
Fasilitas onshore maupun offshore memiliki banyak sistem monitoring, instrumentation dan control. Rectifier dapat menjadi bagian dari DC power architecture pada fasilitas tersebut sesuai spesifikasi proyek.
4. Railway dan MRT
Materi aplikasi produk juga mencantumkan MRT/railway. Sistem transportasi dapat memiliki kebutuhan DC untuk signaling, control, monitoring maupun auxiliary equipment sesuai desain masing-masing sistem.
5. Industrial Control System
Pabrik dan fasilitas proses menggunakan berbagai control system yang membutuhkan power supply stabil. Rectifier dan battery bank dapat digunakan untuk membangun sistem DC dengan sumber energi cadangan.
6. Telecommunication
Sistem telekomunikasi juga membutuhkan sumber DC dengan tingkat availability yang tinggi. Pemilihan rectifier untuk aplikasi tersebut perlu mempertimbangkan kebutuhan load dan battery charging.
7. Fire Alarm dan Safety System
Materi produk menyebut fire alarm system sebagai salah satu aplikasi. Untuk penggunaan seperti ini, desain akhir harus mengikuti spesifikasi sistem, standar yang berlaku, serta persyaratan perangkat terkait.
Cara Menentukan Kapasitas Rectifier yang Tepat
Salah satu kesalahan dalam pengadaan rectifier adalah menentukan kapasitas hanya berdasarkan tegangan.
Contohnya:
“Kami membutuhkan rectifier 110 VDC.”
Informasi tersebut belum cukup.
Engineer perlu mengetahui setidaknya berapa besar DC load dan berapa kebutuhan charging battery.
Secara konseptual:
Kapasitas Rectifier ? Kebutuhan DC Load + Kebutuhan Charging Battery + Design Margin
Namun formula final tidak boleh diterapkan tanpa memahami karakteristik beban dan battery bank.
Misalnya terdapat continuous DC load sebesar 6A dan sistem membutuhkan charging current tertentu. Rectifier harus mampu menyuplai beban sekaligus menyediakan arus yang dibutuhkan untuk charging sesuai desain.
Karena itu, kapasitas 16 Ampere bukan berarti seluruh 16A selalu tersedia khusus untuk battery charging. Sebagian kapasitas dapat digunakan oleh DC load.
Data Battery Bank yang Dibutuhkan
Untuk sizing yang lebih akurat, siapkan informasi:
Battery type: VRLA, Ni-Cd atau teknologi lainnya
Nominal battery voltage
Battery capacity (Ah)
Number of cells/batteries
Series/parallel configuration
Recommended float voltage
Recommended boost voltage
Maximum charging current
Selain battery, diperlukan juga data beban:
Continuous DC load
Peak/intermittent load
Starting/inrush requirement bila ada
Required autonomy
Critical/non-critical load classification
Data tersebut memungkinkan engineer melakukan evaluasi yang lebih tepat.
Hubungan Rectifier dan Battery Bank 110 VDC
Rectifier dan battery bank mempunyai fungsi berbeda tetapi saling melengkapi.
Rectifier mengubah AC menjadi DC dan melakukan charging.
Battery bank menyimpan energi.
DC distribution menyalurkan energi menuju beban.
Secara sederhana:
Normal Operation
AC Source ? Rectifier ? DC Bus ? DC Load
?
Battery Bank
Ketika sumber AC terganggu, battery bank dapat menjadi sumber DC bagi load yang terhubung sesuai konfigurasi sistem.
Durasi battery mempertahankan beban disebut backup time atau autonomy, yang dipengaruhi kapasitas baterai, total load, discharge characteristic, end voltage, kondisi baterai, temperatur dan faktor desain lainnya.
Karena itu, menentukan rectifier dan menentukan battery bank sebaiknya dilakukan sebagai satu kesatuan DC Power Supply System, bukan sebagai dua perangkat yang sepenuhnya terpisah.
Interlink 4
Jika sedang menyusun proyek baru, gunakan panduan [Cara Menghitung Kapasitas Rectifier 110 VDC Berdasarkan DC Load dan Battery Bank](/cara-menghitung-kapasitas-rectifier-110-vdc/) sebelum menentukan kapasitas 16A, 20A, 30A, 40A atau kapasitas lainnya.
Dimensi dan Konstruksi Rectifier
Berdasarkan spesifikasi acuan, cabinet mempunyai dimensi:
Length: 600 mm
Width: 500 mm
Height: 1200 mm
Warna cabinet disebut Light Grey RAL 7032, dengan index protection IP41 berdasarkan IEC 60529 dan sistem natural cooling.
Dimensi cabinet perlu diperhatikan sejak tahap desain, terutama ketika rectifier akan ditempatkan di electrical room yang sudah memiliki layout panel.
Engineer perlu mempertimbangkan clearance untuk pintu panel, ventilasi, jalur kabel, cable entry, akses maintenance dan ruang kerja teknisi.
Jangan hanya membandingkan kapasitas 110 VDC 16A antarproduk. Dimensi fisik dan konfigurasi terminal juga harus dipastikan sesuai kondisi lapangan.
Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Meminta Penawaran Rectifier 110 VDC?
Agar technical proposal dapat disusun dengan lebih tepat, calon pengguna sebaiknya memberikan data yang lengkap sejak tahap RFQ.
Data minimum yang sebaiknya disiapkan meliputi:
AC Input: voltage, phase dan frequency.
DC Output: nominal voltage dan required current.
DC Load: continuous dan peak load.
Battery: technology, voltage, capacity Ah dan quantity.
Charging: float/boost requirement dan charging current.
Monitoring: local indication, alarm dan communication requirement.
Environment: indoor/outdoor, temperature dan required IP rating.
Project: lokasi, quantity dan application.
Apabila tersedia, sertakan juga:
Single Line Diagram (SLD)
DC Load List
Battery Datasheet
Technical Specification
Panel Layout
Existing Rectifier Nameplate
Dokumen tersebut jauh lebih membantu dibanding hanya memberikan informasi “Rectifier 110 VDC 16A”.
Mengapa Rectifier 110 VDC Penting untuk Critical DC System?
Pada instalasi industri, gangguan sumber AC dapat terjadi. Namun sejumlah control dan protection equipment mungkin tetap harus memperoleh suplai DC selama periode tersebut.
Inilah alasan rectifier dan battery bank digunakan bersama.
Saat sumber AC normal, rectifier menjadi sumber DC sekaligus charger. Ketika kondisi AC berubah atau tidak tersedia, battery bank memberikan stored energy kepada DC bus sesuai konfigurasi sistem.
Tujuan utamanya adalah membentuk sistem DC yang memiliki continuity, controllability, protection dan monitoring yang sesuai kebutuhan instalasi.
Rectifier juga tidak berdiri sendiri. Reliability keseluruhan dipengaruhi oleh battery condition, MCB/protection, cabling, grounding, terminal connection, ventilation, temperature dan preventive maintenance.
Dengan kata lain, membeli rectifier berkualitas perlu diikuti desain battery system dan instalasi yang benar.
Arostech Rectifier 110 VDC 16A untuk Kebutuhan Proyek
Arostech Rectifier 110 VDC 16 Ampere dapat diposisikan sebagai solusi industrial DC power supply untuk proyek yang membutuhkan output 110 VDC dengan sistem SCR controlled.
Spesifikasi acuan memberikan beberapa parameter penting seperti output adjustable, constant voltage/constant current operation, automatic/manual operation, soft start, protection, alarm monitoring serta fasilitas float dan boost charging.
Namun setiap proyek dapat mempunyai persyaratan berbeda.
Satu proyek mungkin membutuhkan Modbus communication. Proyek lain membutuhkan battery bank tertentu, input AC yang berbeda, enclosure khusus, redundant configuration atau alarm contact yang harus terintegrasi ke DCS/SCADA.
Karena itu, konfigurasi final harus mengikuti technical specification dan approved technical submittal.
Interlink 5
Pelajari lebih jauh implementasinya melalui artikel [Fungsi Rectifier 110 VDC pada Gardu Induk, Power Plant dan Sistem Industri](/fungsi-rectifier-110-vdc-gardu-induk-power-plant/) untuk memahami mengapa DC power system tetap dibutuhkan ketika fasilitas telah memiliki sumber AC utama dan backup power.
FAQ Rectifier 110 VDC 16 Ampere
Apa fungsi Rectifier 110 VDC 16A?
Rectifier berfungsi mengubah sumber AC menjadi DC untuk menyuplai DC load dan mendukung proses charging battery bank sesuai desain sistem.
Berapa input Rectifier 110 VDC 16A ini?
Spesifikasi acuan yang diberikan menggunakan 220 VAC ±10%, single phase, 50 Hz, 3 wires.
Berapa output rectifier?
Nominal output adalah 110 VDC adjustable dengan maksimum output current 16 Ampere.
Berapa float voltage-nya?
Data acuan mencantumkan 120.4 VDC adjustable.
Berapa high-rate charging voltage?
Spesifikasi acuan mencantumkan 146.2 VDC adjustable. Setting aktual harus disesuaikan dengan battery bank dan rekomendasi produsennya.
Apakah rectifier dapat digunakan untuk battery charger?
Ya. Rectifier dapat menjadi bagian dari battery charging system sekaligus menyuplai DC load sesuai kapasitas dan konfigurasi sistem.
Apakah menggunakan SCR?
Ya, tipe acuan adalah SCR 110–16A dengan controlled rectifier system.
Apakah memiliki sistem proteksi?
Spesifikasi acuan mencantumkan thermal overload, short-circuit, reverse battery, surge suppression, current limitation, AC input protection dan DC output protection.
Apakah tersedia monitoring?
Spesifikasi mencantumkan instrumentation dan LED alarm untuk sejumlah kondisi input, output, load, battery dan abnormal voltage/ground fault.
Di mana Rectifier 110 VDC biasa digunakan?
Aplikasinya dapat mencakup power station, transmission/distribution, industrial control, oil & gas/onshore-offshore, railway/MRT, telecommunication, fire alarm, turbine control dan fasilitas kritis lainnya, tergantung desain sistem.
Kesimpulan
Rectifier 110 VDC 16 Ampere Arostech merupakan solusi DC power supply yang dapat digunakan untuk menyuplai beban DC sekaligus mendukung charging battery bank pada aplikasi industri.
Dengan teknologi SCR controlled rectifier, output nominal 110 VDC adjustable, maksimum arus 16A, mode constant voltage/constant current, float dan high-rate charging, serta sistem protection dan monitoring, unit dapat dikonfigurasi sebagai bagian dari sistem DC untuk berbagai kebutuhan industri.
Hal terpenting dalam menentukan rectifier adalah tidak memilih berdasarkan tegangan dan arus nominal saja. DC load, kapasitas battery bank, charging current, autonomy, input AC, protection, communication dan kondisi lingkungan harus dianalisis sebagai satu sistem.
Untuk kebutuhan proyek, siapkan Single Line Diagram, DC Load List, battery specification dan technical requirement sehingga konfigurasi Rectifier Arostech dapat ditentukan dengan lebih tepat.
DBSN Group – Industrial DC Power Solution
www.sentradaya.com




