Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah: Spesifikasi dan Aplikasi untuk PLTS Hybrid

Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah: Spesifikasi dan Aplikasi untuk PLTS Hybrid

Kebutuhan listrik pada rumah, kantor, dan tempat usaha tidak selalu berjalan seiring dengan produksi energi dari panel surya. Pada siang hari, panel dapat menghasilkan listrik ketika sinar matahari tersedia. Namun, kebutuhan energi sering tetap tinggi pada sore hingga malam hari, saat produksi tenaga surya menurun. Kondisi tersebut membuat penyimpanan energi menjadi bagian penting dalam perencanaan sistem PLTS hybrid.

Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah merupakan salah satu produk penyimpanan energi yang, berdasarkan materi produk, ditujukan untuk aplikasi hybrid dan off-grid. Baterai ini memiliki energi nominal 11,264 kWh, dilengkapi antarmuka komunikasi, serta mencantumkan sejumlah fungsi proteksi untuk membantu pengoperasian sistem.

Untuk memahami kesesuaiannya, calon pengguna perlu melihat lebih dari sekadar kapasitas dalam ampere-hour atau Ah. Tegangan, energi dalam kilowatt-hour atau kWh, batas pengosongan, arus kerja, dan kesesuaian inverter memiliki peran yang saling berkaitan. Artikel ini membahas data produk GINZA 51,2V 220Ah beserta contoh perhitungan agar pemilihan baterai lebih mudah dipahami.

Spesifikasi produk dalam artikel ini bersumber dari materi GINZA yang diberikan. Tautan internal menggunakan rencana alamat artikel pendukung; sesuaikan dengan alamat halaman setelah artikel tersebut diterbitkan.

Mengenal Baterai GINZA LiFePO4 51,2V 220Ah

GINZA 51,2V 220Ah menggunakan jenis baterai Lithium Iron Phosphate atau LiFePO4. Dalam sistem tenaga surya, baterai berfungsi menyimpan energi listrik untuk digunakan kembali ketika dibutuhkan. Penggunaannya dapat membantu mengatur pemanfaatan energi panel surya sepanjang hari, sesuai kemampuan inverter dan pengaturan sistem.

Pada PLTS hybrid, panel surya, inverter, baterai, dan sumber listrik lain bekerja sebagai satu sistem. Inverter mengelola aliran energi berdasarkan konfigurasi yang dipilih. Energi panel surya dapat digunakan untuk melayani beban, mengisi baterai, atau menjalankan fungsi lain yang didukung perangkat.

Sementara itu, pada sistem off-grid, perencanaan penyimpanan energi menjadi sangat menentukan karena kebutuhan listrik harus dipenuhi oleh sumber yang tersedia di lokasi. Kapasitas baterai perlu disesuaikan dengan konsumsi harian, produksi panel, serta target waktu operasional.

Materi produk GINZA mencantumkan energi nominal sebesar 11,264 kWh. Angka tersebut menunjukkan kapasitas energi nominal satu unit baterai, bukan daya listrik yang dapat dikeluarkan terus-menerus. Perbedaan antara energi dan daya perlu dipahami agar pengguna tidak salah menilai kemampuan sistem.

Spesifikasi Baterai GINZA 51,2V 220Ah

Berikut ringkasan spesifikasi berdasarkan materi produk:

Parameter Spesifikasi
Merek GINZA TECH
Model 51.2V 220Ah
Jenis baterai LiFePO4
Tegangan nominal 51,2 V
Kapasitas nominal 220 Ah
Energi nominal 11,264 kWh
Rentang tegangan operasi 44,8–57,6 V
Charge/discharge rate yang dicantumkan 0,45C / 0,9C
Arus charge/discharge yang dicantumkan 100 A / 200 A
DoD Maksimum 90%; rekomendasi 80%
Berat bersih 96 kg
Dimensi W × D × H 800 × 540 × 205 mm
Suhu pengisian 0–55°C
Suhu pengosongan ?20–55°C
Komunikasi CAN / RS485 / RS232
Tingkat proteksi IP20
Pengembangan kapasitas Hingga 15 unit paralel
Umur siklus yang diklaim Lebih dari 6.000 siklus
Efisiensi yang diklaim Hingga 98%
Sertifikasi yang dicantumkan UN38.3 / CE

Spesifikasi tersebut menjadi dasar awal untuk menilai produk. Untuk keputusan pemasangan, data tetap perlu dicocokkan dengan manual baterai, spesifikasi inverter, serta konfigurasi yang akan digunakan.

Memahami Tegangan, Ah, dan kWh

Tegangan nominal 51,2 V menunjukkan tegangan acuan baterai. Dalam pemakaian, tegangan dapat berubah mengikuti kondisi pengisian dan pengosongan. Karena itu, materi produk juga mencantumkan rentang operasi 44,8–57,6 V.

Kapasitas 220 Ah menunjukkan kapasitas muatan listrik. Untuk memperkirakan energi nominal, kapasitas tersebut dikalikan dengan tegangan nominal:

Energi nominal = tegangan nominal × kapasitas

51,2 V × 220 Ah = 11.264 Wh = 11,264 kWh.

Angka kWh memudahkan pengguna membandingkan kapasitas baterai dengan kebutuhan listrik. Sebagai contoh, beban rata-rata 1.000 W yang menyala selama lima jam membutuhkan sekitar 5 kWh. Perhitungan ini merupakan kebutuhan energi beban, sebelum memperhitungkan rugi-rugi sistem.

Baterai berenergi nominal 11,264 kWh juga tidak berarti seluruh energi tersebut harus dikosongkan setiap hari. Batas pengosongan, pengaturan inverter, dan cadangan yang ingin dipertahankan menentukan berapa banyak energi yang digunakan.

Dengan memahami hubungan V, Ah, dan kWh, pengguna dapat membandingkan produk secara lebih tepat. Membandingkan angka Ah saja dapat menyesatkan ketika dua baterai memiliki tegangan yang berbeda.

Baca pembahasan perhitungannya pada artikel Cara Menghitung Kapasitas Baterai GINZA 51,2V 220Ah: dari Ah ke kWh.

Kapasitas yang Digunakan pada DoD 80%

Depth of Discharge atau DoD merupakan persentase kapasitas baterai yang digunakan dalam proses pengosongan. Materi GINZA mencantumkan DoD maksimum 90%, dengan rekomendasi 80%.

Untuk perencanaan awal berdasarkan rekomendasi tersebut, energi pada DoD 80% dapat dihitung sebagai berikut:

11,264 kWh × 80% = 9,0112 kWh.

Hasilnya sekitar 9,01 kWh, sebelum memperhitungkan rugi-rugi dan batas operasional lainnya. Angka ini lebih relevan untuk simulasi kebutuhan sehari-hari dibandingkan langsung menggunakan seluruh energi nominal.

Jika pengguna mempertahankan cadangan energi tambahan, kapasitas yang tersedia untuk penggunaan rutin menjadi lebih kecil. Sebagai contoh, pemilik usaha mungkin ingin menyisakan sebagian energi untuk menghadapi gangguan pasokan listrik pada malam hari.

Pengaturan tersebut perlu direncanakan sejak awal. Kapasitas untuk mengurangi penggunaan listrik dari sumber lain dan kapasitas untuk cadangan darurat berasal dari baterai yang sama. Pembagian penggunaannya mengikuti prioritas pengguna dan kemampuan pengaturan inverter.

Pada DoD maksimum 90%, perhitungan sederhana menghasilkan sekitar 10,14 kWh. Namun, angka maksimum tidak sebaiknya langsung dijadikan dasar penggunaan rutin ketika materi produk memberikan rekomendasi 80%. Pengaturan akhir mengikuti petunjuk produsen dan kebutuhan sistem.

Mengapa Kapasitas Energi Berbeda dari Daya Keluaran?

Energi menunjukkan jumlah listrik yang dapat disimpan, sedangkan daya menunjukkan laju penggunaan listrik pada suatu waktu. Keduanya berkaitan, tetapi memiliki fungsi berbeda dalam perencanaan.

Beban 500 W yang menyala selama sepuluh jam menggunakan energi sekitar 5 kWh. Beban 2.500 W yang menyala selama dua jam juga menggunakan sekitar 5 kWh. Walaupun kebutuhan energinya sama, kebutuhan daya sesaatnya berbeda.

Karena itu, sistem baterai harus memenuhi dua pertimbangan. Pertama, energi yang cukup untuk durasi pemakaian. Kedua, kemampuan baterai dan inverter untuk melayani daya beban yang menyala secara bersamaan.

Materi GINZA mencantumkan arus charge/discharge 100 A / 200 A. Data tersebut perlu dibaca bersama batas kerja yang dijelaskan dalam manual, termasuk apakah angka tertentu berlaku secara kontinu dan kondisi operasinya.

Sebagai ilustrasi hubungan listrik, tegangan nominal 51,2 V dikalikan arus 200 A menghasilkan sekitar 10,24 kW pada sisi DC. Perhitungan ini bukan jaminan daya AC yang dapat digunakan, karena keluaran sistem tetap dibatasi inverter, kondisi baterai, serta ketentuan operasional perangkat.

Memilih Inverter yang Sesuai

Kesesuaian inverter merupakan salah satu faktor utama dalam penggunaan baterai GINZA 51,2V 220Ah. Inverter perlu mendukung rentang tegangan baterai, pengaturan arus yang sesuai, dan metode komunikasi yang digunakan.

Nama merek inverter saja belum cukup untuk memastikan kesesuaian. Dalam satu merek dapat tersedia berbagai model dengan kebutuhan tegangan baterai yang berbeda. Pemeriksaan harus dilakukan terhadap model dan spesifikasi perangkat yang benar-benar akan dipasang.

Baterai dengan tegangan nominal 51,2 V tidak boleh diasumsikan cocok untuk inverter yang memerlukan baterai bertegangan ratusan volt. Rentang tegangan input baterai merupakan pemeriksaan awal yang harus diselesaikan sebelum menentukan konfigurasi.

Selain tegangan, periksa batas arus pengisian dan pengosongan inverter. Pengaturan arus harus mengikuti kemampuan baterai dan perangkat pendukung. Kapasitas inverter yang besar tidak otomatis berarti seluruh dayanya dapat dilayani oleh satu unit baterai.

Fungsi CAN, RS485, dan RS232

Materi produk mencantumkan CAN, RS485, dan RS232 sebagai antarmuka komunikasi. Antarmuka tersebut dapat menjadi bagian dari pertukaran informasi antara baterai dan perangkat lain dalam sistem.

Namun, keberadaan port komunikasi tidak otomatis memastikan seluruh inverter dapat berkomunikasi dengan baterai. Kesesuaian protokol, pengaturan perangkat, dan koneksi perlu diperiksa.

Informasi yang tersedia melalui komunikasi juga mengikuti kemampuan perangkat dan integrasinya. Jangan menganggap semua parameter pasti dapat ditampilkan hanya karena kedua perangkat memiliki jenis port yang sama.

Untuk instalasi baru, pemeriksaan komunikasi sebaiknya menjadi bagian dari pemilihan perangkat. Untuk penggantian baterai pada sistem lama, model inverter dan konfigurasi yang sudah digunakan perlu diketahui terlebih dahulu.

Pelajari pemeriksaan perangkat melalui artikel Memilih Inverter Hybrid untuk Baterai GINZA 51,2V 220Ah: Apa yang Harus Dicek?.

Berapa Lama Baterai GINZA Bisa Menyalakan Beban?

Durasi penggunaan baterai dipengaruhi oleh energi yang tersedia dan daya rata-rata beban. Rumus sederhana untuk perencanaan awal adalah:

Durasi = energi yang tersedia ÷ daya rata-rata beban.

Dengan energi sekitar 9,01 kWh pada DoD 80%, beban rata-rata 1 kW memiliki durasi teoritis sekitar sembilan jam. Hasil ini belum memperhitungkan rugi-rugi sistem dan pengaturan cadangan.

Perkiraan untuk beberapa tingkat beban dapat dilihat pada tabel berikut:

Beban rata-rata Perkiraan durasi teoritis
500 W Sekitar 18 jam
750 W Sekitar 12 jam
1.000 W Sekitar 9 jam
1.500 W Sekitar 6 jam
2.000 W Sekitar 4,5 jam
3.000 W Sekitar 3 jam

Angka tersebut merupakan ilustrasi, bukan jaminan waktu cadangan. Durasi aktual mengikuti energi awal yang tersedia, perubahan beban, efisiensi konversi, kondisi baterai, dan batas pengosongan.

Contoh Perencanaan Beban Rumah

Misalkan pengguna ingin menyediakan energi untuk lampu, perangkat internet, televisi, dan beberapa peralatan lain. Langkah pertama adalah mencatat konsumsi daya serta lama penggunaan setiap perangkat.

Contoh berikut memakai angka asumsi untuk menjelaskan metode perhitungan:

Kelompok beban Daya asumsi Lama pemakaian Energi
Lampu 100 W 8 jam 0,80 kWh
Perangkat internet 20 W 12 jam 0,24 kWh
Televisi 100 W 4 jam 0,40 kWh
Perangkat kerja 200 W 5 jam 1,00 kWh
Beban tambahan rata-rata 300 W 6 jam 1,80 kWh
Total 4,24 kWh

Kebutuhan energi contoh tersebut berada di bawah perhitungan 9,01 kWh. Meski demikian, desain belum selesai hanya dengan membandingkan jumlah energi. Daya yang menyala bersamaan dan kemampuan inverter tetap harus diperiksa.

Data perangkat aktual juga dapat berbeda dari angka asumsi. Untuk beban yang berubah selama operasi, gunakan hasil pengukuran atau perkiraan konsumsi energi yang lebih mewakili pemakaian sebenarnya.

Menentukan Beban Prioritas untuk Cadangan Listrik

Pengguna tidak selalu perlu mencadangkan seluruh instalasi listrik. Menentukan beban prioritas dapat membantu mengarahkan energi baterai kepada peralatan yang paling dibutuhkan.

Pada rumah, prioritas mungkin meliputi penerangan, komunikasi, dan peralatan tertentu. Pada kantor, prioritas dapat berupa perangkat kerja atau jaringan. Pada tempat usaha, prioritas mengikuti proses operasional yang ingin dipertahankan.

Pemilihan tersebut memengaruhi kebutuhan inverter, kapasitas baterai, dan durasi cadangan. Semakin besar beban yang dilayani, semakin cepat energi tersimpan digunakan.

Fungsi cadangan ketika PLN padam juga perlu dipastikan pada inverter. Keberadaan baterai dalam PLTS hybrid tidak otomatis memastikan seluruh rangkaian tetap mendapat listrik ketika sumber utama terputus.

Klaim Efisiensi hingga 98%

Materi produk menyebutkan efisiensi charge/discharge hingga 98%. Angka ini perlu disampaikan sebagai klaim produk dengan kondisi pengujian yang belum dijelaskan dalam materi tersebut.

Efisiensi baterai juga berbeda dari efisiensi keseluruhan instalasi. Energi menuju beban melewati perangkat lain, sehingga perhitungan sistem perlu mempertimbangkan jalur konversi yang digunakan.

Untuk simulasi tambahan, apabila efisiensi gabungan dari baterai menuju beban diasumsikan 90%, energi sekitar 9,01 kWh menjadi sekitar 8,11 kWh pada beban. Asumsi ini digunakan untuk contoh perhitungan dan bukan spesifikasi resmi GINZA.

Memahami Klaim Lebih dari 6.000 Siklus

Materi GINZA mencantumkan umur lebih dari 6.000 siklus. Informasi tersebut menunjukkan klaim ketahanan siklus, tetapi tidak boleh langsung diubah menjadi jaminan jumlah tahun pemakaian.

Kondisi pengujian, kedalaman pengosongan, dan kriteria kapasitas akhir belum dijelaskan pada gambar produk. Karena itu, umur siklus perlu dibedakan dari masa garansi.

Untuk pembelian, minta ketentuan garansi tertulis agar batas layanan, prosedur klaim, dan tanggung jawab masing-masing pihak dapat dipahami.

Untuk simulasi durasi yang lebih terperinci, baca Berapa Lama Baterai GINZA 11,264 kWh Bisa Menyalakan Beban Rumah?.

Proteksi yang Dicantumkan pada Baterai GINZA

Materi produk menyebutkan proteksi atau alarm terhadap overcharge, overdischarge, overcurrent, overtemperature, dan short circuit. Masing-masing berkaitan dengan kondisi listrik atau suhu yang perlu dikendalikan.

Overcharge berkaitan dengan pengisian berlebihan, sedangkan overdischarge berkaitan dengan pengosongan melewati batas yang ditentukan. Overcurrent berhubungan dengan arus berlebihan, dan overtemperature berkaitan dengan suhu yang melampaui ketentuan operasi.

Short circuit atau hubungan singkat merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan proteksi. Keberadaan fitur tersebut tetap perlu didukung instalasi dan pengaturan yang sesuai.

Materi gambar tidak menjelaskan ambang kerja setiap proteksi. Nilai tegangan, arus, suhu, serta prosedur pemulihan harus mengacu pada manual produk. Pengguna sebaiknya memahami arti alarm agar tindakan yang dilakukan sesuai kondisi perangkat.

Lokasi Pemasangan, IP20, dan Suhu Kerja

GINZA 51,2V 220Ah mencantumkan tingkat proteksi IP20. Dalam perencanaan, jangan menganggap angka tersebut sebagai keterangan bahwa baterai tahan hujan atau dapat dipasang terbuka di luar ruangan.

Lokasi pemasangan perlu mengikuti petunjuk produsen, termasuk ketentuan lingkungan dan perlindungan dari air. Akses untuk pemeriksaan juga perlu disiapkan agar indikator, sambungan, dan perangkat pendukung dapat dijangkau.

Dimensi yang dicantumkan adalah 800 × 540 × 205 mm dengan berat bersih 96 kg. Data ini perlu dipertimbangkan saat menentukan posisi perangkat dan metode penanganannya.

Jangan menetapkan cara pemasangan hanya berdasarkan tampilan produk pada gambar. Jenis dudukan, orientasi, dan ketentuan pemasangan harus dikonfirmasi melalui dokumen instalasi.

Suhu pengisian yang tercantum adalah 0–55°C, sedangkan suhu pengosongan adalah ?20–55°C. Perbedaan tersebut penting karena suhu yang diizinkan saat baterai digunakan belum tentu sama dengan suhu yang diizinkan saat diisi.

Walaupun materi promosi menyebutkan rentang suhu luas, tabel teknis memberikan pemisahan yang lebih jelas. Artikel dan penawaran sebaiknya mempertahankan pemisahan tersebut agar informasi tidak membingungkan.

Pengembangan Kapasitas hingga 15 Unit Paralel

Materi GINZA mencantumkan kemampuan pengembangan hingga 15 unit paralel. Hal ini dapat menjadi pertimbangan ketika kebutuhan energi lebih besar daripada kapasitas satu unit.

Secara nominal, kapasitas energi beberapa unit dapat dihitung sebagai berikut:

Jumlah baterai Energi nominal Energi hitungan pada DoD 80%
1 unit 11,264 kWh 9,01 kWh
2 unit 22,528 kWh 18,02 kWh
3 unit 33,792 kWh 27,03 kWh
5 unit 56,320 kWh 45,06 kWh
15 unit 168,960 kWh 135,17 kWh

Perhitungan tersebut menunjukkan penjumlahan energi, bukan persetujuan untuk langsung memasang seluruh konfigurasi. Ketentuan paralel perlu diperiksa terhadap manual baterai dan kemampuan inverter.

Penambahan baterai juga tidak otomatis meningkatkan daya keluaran AC. Apabila inverter memiliki batas daya tertentu, batas tersebut tetap berlaku meskipun energi penyimpanan bertambah.

Untuk rencana perluasan, sampaikan sejak awal jumlah unit yang ingin dipasang sekarang dan kemungkinan penambahan berikutnya. Kesesuaian penambahan baterai pada waktu berbeda perlu dikonfirmasi kepada pemasok atau produsen.

Merencanakan Panel Surya dan Pengisian Baterai

Kapasitas panel surya perlu disesuaikan dengan konsumsi listrik serta energi yang ingin dikembalikan ke baterai. Baterai besar membutuhkan sumber pengisian yang memadai agar dapat digunakan sesuai rencana.

Apabila penggunaan baterai dalam satu periode mencapai 6 kWh, sistem perlu menyediakan energi untuk mengisi kembali jumlah tersebut, ditambah kebutuhan konversi dan beban yang berjalan saat pengisian.

Perencanaan panel tidak cukup dilakukan dengan menyamakan angka kapasitas baterai dan daya panel. Produksi energi panel mengikuti kondisi lokasi, orientasi, bayangan, dan waktu produksi.

Jika inverter mendukung pengisian dari sumber lain, pengaturannya juga perlu mengikuti prioritas pengguna. Pilihan tersebut memengaruhi penggunaan energi dan pola operasi baterai.

Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Membeli

Agar pemilihan perangkat lebih tepat, siapkan model inverter, daftar beban, lama penggunaan, target cadangan, dan kapasitas panel surya. Sertakan pula informasi lokasi pemasangan serta rencana pengembangan kapasitas.

Data tersebut membantu menilai apakah satu unit GINZA 51,2V 220Ah sudah mencukupi atau diperlukan konfigurasi lain. Pemeriksaan juga membantu menghindari pemilihan berdasarkan angka Ah saja.

Harga, ketersediaan, masa garansi, dan cakupan layanan tidak tercantum pada materi produk yang diberikan. Informasi tersebut perlu diminta dalam penawaran tertulis sebelum pembelian.

Konsultasi Baterai PLTS Hybrid bersama DBSN Group

Baterai GINZA LiFePO4 51,2V 220Ah menawarkan energi nominal 11,264 kWh berdasarkan materi produk. Pada perhitungan DoD rekomendasi 80%, energi yang digunakan untuk simulasi awal sekitar 9,01 kWh sebelum rugi-rugi sistem.

Kesesuaiannya ditentukan oleh kebutuhan energi, daya beban, inverter, pengaturan operasi, dan kondisi pemasangan. Dengan data tersebut, kapasitas penyimpanan dapat direncanakan untuk mendukung kebutuhan rumah maupun usaha secara lebih terukur.

Untuk konsultasi bersama PT Daya Berkah Sentosa Nusantara — DBSN Group, siapkan informasi perangkat dan kebutuhan listrik Anda melalui www.solusibattery.com.

Sebagai panduan lanjutan, baca Panduan Pemasangan Baterai GINZA LiFePO4: Lokasi, IP20, dan Suhu Kerja.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *