Perbandingan UPS Riello MHT 100 dan MPT 100 untuk CT Scan Rumah Sakit: Mana yang Lebih Sesuai?
Pemilihan UPS untuk CT Scan rumah sakit membutuhkan pemeriksaan lebih jauh daripada sekadar membandingkan kapasitas yang tercantum pada katalog. Dua UPS dengan kapasitas sama dapat memiliki karakteristik input, kebutuhan instalasi, dan pengaruh terhadap sumber listrik yang berbeda.
Hal tersebut terlihat pada UPS Riello MHT 100 dan MPT 100. Keduanya mempunyai kapasitas nominal 100 kVA dengan daya aktif 90 kW, menggunakan teknologi online double conversion, serta memiliki desain berbasis transformator. Namun, teknologi rectifier yang digunakan berbeda sehingga evaluasi terhadap jaringan listrik dan genset rumah sakit juga perlu dibedakan.
Artikel ini membandingkan kedua produk berdasarkan datasheet Riello Master HP dan Master MPS yang menjadi referensi pembahasan. Tujuannya membantu manajemen rumah sakit, tim IPSRS, teknisi elektromedis, konsultan MEP, dan bagian pengadaan memahami aspek yang perlu diperiksa sebelum menentukan UPS untuk CT Scan.
Kesimpulan awalnya: MHT 100 menawarkan karakteristik input yang menarik melalui rectifier IGBT, sedangkan MPT 100 tetap dapat menjadi pilihan setelah kesesuaian sistem diperiksa. Keduanya belum dapat dinyatakan cocok untuk suatu CT Scan hanya berdasarkan angka 100 kVA.
Mengapa CT Scan Membutuhkan Evaluasi UPS secara Khusus?
Sistem CT Scan dapat terdiri atas beberapa kelompok beban, seperti generator sinar-X, gantry, meja pasien, konsol operator, komputer rekonstruksi, dan perangkat pendukung. Cakupan komponen yang harus dilayani UPS mengikuti desain serta ketentuan pabrikan alat.
Karena itu, permintaan “UPS untuk CT Scan” perlu diperjelas terlebih dahulu. Apakah UPS akan menyuplai seluruh perangkat, hanya konsol dan komputer, atau bagian tertentu yang telah ditetapkan oleh vendor CT Scan?
Perbedaan cakupan tersebut memengaruhi kapasitas UPS, karakteristik beban, kebutuhan baterai, dan tujuan backup.
Profil pemakaian listrik juga perlu diperiksa pada berbagai kondisi operasi. Kebutuhan saat standby belum tentu sama dengan kebutuhan saat persiapan atau pemindaian. Data daya rata-rata saja dapat melewatkan kebutuhan daya sesaat yang menentukan kecocokan UPS.
Informasi awal yang sebaiknya dikumpulkan meliputi:
- Merek, model, dan konfigurasi CT Scan.
- Dokumen persyaratan kelistrikan atau site planning guide.
- Kebutuhan daya dalam kVA dan kW.
- Arus maksimum, arus awal, serta profil beban sesaat.
- Tegangan, frekuensi, jumlah fase, dan kebutuhan netral.
- Batas gangguan tegangan yang diizinkan.
- Bagian sistem yang wajib mendapat suplai UPS.
- Persyaratan khusus mengenai UPS, grounding, dan sumber cadangan.
Data tersebut menjadi dasar untuk membandingkan spesifikasi UPS dengan kebutuhan alat. Jumlah slice maupun daya tabung sinar-X saja belum cukup sebagai dasar pemilihan.
Untuk memahami proses penentuan kapasitas secara lebih rinci, baca Cara Menentukan Kapasitas UPS untuk CT Scan Rumah Sakit: Memahami kVA, kW, dan Beban Puncak.
Mengenal UPS Riello MHT 100 dan MPT 100
Riello MHT 100: Bagian dari Seri Master HP
Riello MHT 100 merupakan bagian dari keluarga Master HP. Produk ini menggunakan teknologi online double conversion dengan rectifier berbasis IGBT serta desain berbasis transformator yang memberikan isolasi galvanis.
Riello menempatkan Master HP sebagai solusi untuk aplikasi kritis yang membutuhkan kualitas daya dan ketersediaan suplai tinggi. Karakteristik rectifier menjadi salah satu pembeda penting pada seri ini. www.riello-ups.com
Berdasarkan datasheet yang digunakan dalam artikel ini, MHT 100 mempunyai kapasitas nominal 100 kVA dan daya aktif 90 kW. Faktor daya input tercantum lebih dari 0,99, sedangkan distorsi harmonik arus input atau THDi tercantum kurang dari 3%.
Riello MPT 100: Bagian dari Seri Master MPS
Riello MPT 100 termasuk keluarga Master MPS. Produk ini juga menggunakan teknologi online double conversion dengan inverter terisolasi berbasis transformator.
Perbedaannya, rectifier standar pada seri Master MPS menggunakan thyristor 6-pulse. Datasheet juga menjelaskan ketersediaan opsi tertentu, termasuk filter harmonik, yang perlu diperiksa berdasarkan model dan konfigurasi pesanan.
Riello menyebut aplikasi elektromedis sebagai salah satu bidang penggunaan Master MPS. Akan tetapi, penyebutan tersebut tetap harus dilanjutkan dengan pemeriksaan kompatibilitas terhadap CT Scan yang akan dipasang. www.riello-ups.com
Tabel Perbandingan Spesifikasi Riello MHT 100 dan MPT 100
Tabel berikut menggunakan data pada datasheet terlampir. Penawaran proyek tetap perlu memastikan spesifikasi unit, revisi produk, dan aksesori yang benar-benar disediakan.
| Parameter | Riello MHT 100 | Riello MPT 100 |
|---|---|---|
| Keluarga produk | Master HP | Master MPS |
| Kapasitas nominal | 100 kVA | 100 kVA |
| Daya aktif nominal | 90 kW | 90 kW |
| Faktor daya keluaran nominal | 0,9 | 0,9 |
| Teknologi UPS | Online double conversion | Online double conversion |
| Klasifikasi | VFI-SS-111 | VFI-SS-111 |
| Rectifier | IGBT | Thyristor 6-pulse standar |
| Desain transformator | Berbasis transformator, isolasi galvanis | Inverter terisolasi berbasis transformator |
| Tegangan input nominal | 380/400/415 V, tiga fase | 380/400/415 V, tiga fase |
| Toleransi tegangan input pada beban penuh | 400 V ±20% | 400 V +20%/?25% |
| Frekuensi input | 45–65 Hz | 45–65 Hz |
| Faktor daya input | >0,99 | Tidak dicantumkan pada tabel model |
| THDi input | <3% | Tidak dicantumkan pada tabel model |
| Tegangan keluaran | 380/400/415 V, tiga fase + netral, dapat dipilih | 380/400/415 V, tiga fase + netral, dapat dipilih |
| Stabilitas tegangan statis | ±1% | ±1% |
| Distorsi tegangan, beban linear | <1% | <1% |
| Distorsi tegangan, beban nonlinear | <3% | <3% |
| Crest factor | 3:1 | 3:1 |
| Overload 110% | 60 menit | 60 menit |
| Overload 125% | 10 menit | 10 menit |
| Overload 150% | 1 menit | 1 menit |
| Dimensi, lebar × dalam × tinggi | 800 × 850 × 1.900 mm | 800 × 800 × 1.900 mm |
| Berat yang tercantum | 700 kg | 620 kg |
| Proteksi kabinet | IP20 | IP20 |
| Suhu operasi UPS | 0–40°C | 0–40°C |
| Suhu yang direkomendasikan untuk umur baterai | 20–25°C | 20–25°C |
Spesifikasi di atas menunjukkan bahwa banyak karakteristik keluaran kedua UPS sama. Karena itu, penilaian yang menyebut salah satunya pasti lebih cocok menghadapi beban CT Scan membutuhkan bukti tambahan berupa data dinamis dan verifikasi aplikasi.
Perbedaan Utama: Rectifier IGBT dan Thyristor
Rectifier berfungsi mengubah listrik AC dari sumber menjadi listrik DC. Energi DC tersebut digunakan dalam sistem UPS untuk menyuplai inverter serta mengisi baterai sesuai pengaturan perangkat.
Walaupun bekerja pada sisi input, karakteristik rectifier penting bagi instalasi rumah sakit. Jaringan PLN, transformator distribusi, panel, kabel, dan genset akan menyuplai kebutuhan input UPS.
Karakteristik Input MHT 100
MHT 100 mencantumkan faktor daya input lebih dari 0,99 dan THDi kurang dari 3% pada datasheet.
Faktor daya input menunjukkan hubungan antara daya aktif dan daya semu pada sisi masuk UPS. THDi menunjukkan besarnya distorsi harmonik arus input terhadap komponen fundamentalnya.
Kedua parameter tersebut membantu perancang menilai interaksi UPS dengan sumber listrik. Namun, hasil aktual di lapangan tetap dipengaruhi kondisi operasi, karakteristik sumber, serta keseluruhan instalasi.
Karakteristik Input MPT 100
MPT 100 standar menggunakan rectifier thyristor 6-pulse. Tabel model pada datasheet yang menjadi referensi tidak mencantumkan nilai faktor daya input dan THDi seperti pada MHT.
Artinya, angka tersebut perlu diminta untuk konfigurasi yang ditawarkan. Jika menggunakan filter harmonik, spesifikasi serta kondisi kerjanya juga harus dijelaskan.
Tidak tepat memberikan satu angka THDi untuk semua MPT 100 tanpa memeriksa konfigurasi aktual. Demikian pula, perbedaan rectifier tidak langsung membuktikan perbedaan kemampuan inverter menghadapi setiap pulsa beban CT Scan.
Pembahasan khusus mengenai sisi input tersedia pada artikel Rectifier IGBT vs Thyristor pada UPS Rumah Sakit: Perbedaan Harmonik dan Dampaknya pada Genset.
Keduanya Menggunakan Transformator
Salah satu hal yang perlu diluruskan dalam perbandingan ini adalah keberadaan transformator. Berdasarkan dokumen referensi, MHT 100 dan MPT 100 sama-sama menggunakan desain berbasis transformator.
Karena itu, pemilihan antara keduanya tidak cukup dijelaskan melalui pertanyaan “mana yang memiliki trafo isolasi?”. Pembahasan harus berlanjut ke karakteristik rectifier, konfigurasi sistem, kebutuhan beban, dan persyaratan instalasi.
Isolasi galvanis juga harus dipahami sesuai jalur dan konfigurasi yang dijelaskan pabrikan. Keberadaan transformator tidak berarti seluruh kemungkinan gangguan kelistrikan otomatis teratasi.
Untuk instalasi rumah sakit, rancangan grounding, netral, bonding, proteksi, dan sistem kelistrikan ruang medis tetap membutuhkan pemeriksaan tersendiri. UPS berbasis transformator tidak menggantikan pekerjaan tersebut.
Apakah Kapasitas 100 kVA Cukup untuk CT Scan?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan CT Scan yang akan dilayani.
MHT 100 dan MPT 100 dalam datasheet ini sama-sama mempunyai dua batas nominal yang perlu diperhatikan: 100 kVA dan 90 kW. Keduanya harus diperiksa secara bersamaan.
Sebagai ilustrasi, suatu kelompok beban mungkin berada di bawah batas 100 kVA tetapi sudah melewati 90 kW. Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan terhadap kVA saja akan menghasilkan kesimpulan yang keliru.
Sebaliknya, beban dengan kebutuhan kW relatif lebih kecil dapat tetap mendekati batas kVA karena karakteristik faktor dayanya.
Selain kapasitas nominal, evaluasi perlu memeriksa:
- Kebutuhan maksimum dalam kVA dan kW.
- Besarnya perubahan beban.
- Durasi dan frekuensi pengulangan beban sesaat.
- Ketidakseimbangan beban antar fase.
- Batas penurunan tegangan yang diperbolehkan CT Scan.
- Kemampuan UPS saat bekerja dari baterai.
- Kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari.
Penambahan margin kapasitas harus memiliki dasar teknis. Persentase cadangan yang dipilih secara umum belum tentu menjawab kebutuhan suatu model CT Scan.
Jika data alat belum lengkap, kapasitas 100 kVA sebaiknya diperlakukan sebagai kandidat awal untuk diperiksa, belum sebagai spesifikasi final.
Memahami Overload dan Crest Factor
Kedua datasheet mencantumkan kemampuan overload yang sama:
- 110% selama 60 menit.
- 125% selama 10 menit.
- 150% selama 1 menit.
Angka tersebut menunjukkan kemampuan beban lebih sesuai kondisi yang ditetapkan pabrikan. Namun, angka itu tidak boleh langsung diterjemahkan menjadi jaminan bahwa UPS dapat melayani seluruh jenis lonjakan CT Scan.
Profil beban sesaat dapat melibatkan perubahan cepat, durasi tertentu, dan pengulangan yang perlu dicocokkan dengan kemampuan UPS. Evaluasi juga perlu mengetahui batas operasi inverter dan kondisi yang menyebabkan perpindahan ke bypass.
Crest factor 3:1 pun perlu dibaca dengan benar. Parameter ini merupakan perbandingan arus puncak terhadap arus RMS. Nilainya tidak berarti UPS bebas menyuplai daya tiga kali kapasitas nominal.
Untuk aplikasi CT Scan, data respons transien, batas arus, dan kemampuan menghadapi profil pulsa aktual lebih berguna daripada menarik kesimpulan dari satu parameter.
Perbandingan Kualitas Tegangan Keluaran
Datasheet kedua produk mencantumkan stabilitas tegangan statis ±1%, distorsi tegangan kurang dari 1% untuk beban linear, dan kurang dari 3% untuk beban nonlinear.
Keduanya juga menggunakan klasifikasi VFI-SS-111. Data ini menjadi dasar untuk memahami karakter pengondisian daya yang ditawarkan.
Namun, ada perbedaan antara THDi input dan distorsi tegangan keluaran. THDi input menjelaskan arus yang ditarik UPS dari sumber. Distorsi tegangan keluaran menjelaskan bentuk tegangan yang disuplai UPS ke beban.
Karena itu, nilai THDi input MHT yang rendah tidak boleh digunakan sebagai bukti tunggal bahwa kualitas tegangan keluarannya pasti lebih baik daripada MPT dalam seluruh kondisi.
Artikel perbandingan yang berguna harus menunjukkan persamaan tersebut secara terbuka, kemudian menjelaskan data tambahan yang diperlukan untuk keputusan proyek.
Integrasi dengan Genset Rumah Sakit
Dalam sistem rumah sakit, UPS dan genset perlu dirancang sebagai satu rangkaian suplai cadangan. UPS menyediakan energi dari baterai ketika sumber input tidak tersedia atau berada di luar batas operasi yang diizinkan, sedangkan genset menyediakan sumber cadangan sesuai desain fasilitas.
Selama proses pemulihan sumber, kebutuhan input UPS dapat mencakup suplai beban sekaligus pengisian kembali baterai. Beban pada genset karena itu tidak cukup dihitung dari daya keluaran UPS saja.
Beberapa aspek yang perlu diperiksa meliputi kapasitas genset, respons terhadap perubahan beban, pengaturan power walk-in, pembatasan arus pengisian, toleransi frekuensi, dan koordinasi ATS.
Karakteristik input MHT 100 menjadi alasan untuk mengevaluasinya lebih lanjut pada proyek yang memberi perhatian besar terhadap interaksi UPS dengan genset. Akan tetapi, hal tersebut belum menghasilkan satu rasio kapasitas genset yang berlaku untuk seluruh instalasi.
MPT 100 juga perlu diperiksa berdasarkan konfigurasi input dan aksesori yang disediakan, termasuk filter harmonik apabila digunakan.
Panduan lebih lanjut tersedia pada Integrasi UPS, ATS, dan Genset untuk CT Scan Rumah Sakit: Hal yang Perlu Diperiksa.
Menentukan Baterai dan Waktu Backup
Kapasitas UPS dan kapasitas energi baterai merupakan dua hal berbeda. Label UPS 100 kVA tidak menunjukkan bahwa perangkat tersebut pasti mampu memberikan backup selama durasi tertentu.
Sebelum memilih baterai, tentukan tujuan backup. Rumah sakit mungkin membutuhkan jembatan daya sampai genset siap, waktu untuk menjalankan prosedur penghentian alat, atau durasi operasi tertentu yang telah disetujui pabrikan CT Scan.
Kebutuhan tersebut menghasilkan perhitungan baterai yang berbeda.
Perhitungan perlu mempertimbangkan beban yang dilayani, konfigurasi tegangan DC UPS, batas tegangan akhir, efisiensi, kemampuan discharge baterai, suhu, dan faktor penuaan.
Jumlah baterai per string juga tidak boleh ditentukan hanya dengan melihat kapasitas 100 kVA. Konfigurasi harus sesuai dengan unit UPS dan rancangan baterai yang disetujui.
Mengapa Perhitungan Ah Sederhana Belum Cukup?
Perkalian tegangan dan Ah memberikan gambaran energi nominal. Namun, energi yang dapat digunakan saat discharge berdaya tinggi perlu diperiksa melalui data pabrikan baterai.
Dua baterai dengan kapasitas Ah sama belum tentu memiliki kemampuan identik untuk memberikan daya tinggi dalam waktu singkat. Kondisi tersebut penting ketika merancang backup untuk beban kritis.
Untuk baterai lithium, kompatibilitas BMS, pengisian, proteksi, serta komunikasi juga harus dikonfirmasi. Keterangan kompatibilitas teknologi baterai dalam katalog belum berarti seluruh produk lithium dapat dipasang langsung.
Pembahasan perhitungan tersedia pada Cara Menghitung Kebutuhan Baterai UPS 100 kVA untuk CT Scan dan Waktu Backup.
Ruang Instalasi dan Akses Pemeliharaan
MHT 100 mempunyai dimensi 800 × 850 × 1.900 mm, sedangkan MPT 100 berukuran 800 × 800 × 1.900 mm berdasarkan datasheet referensi.
Berat yang tercantum masing-masing 700 kg dan 620 kg. Dalam perencanaan proyek, bobot baterai, kabinet tambahan, kabel, dan perangkat pendukung harus dihitung secara terpisah.
Pemeriksaan ruangan perlu mencakup kapasitas lantai, jalur pengiriman, ukuran pintu, kemampuan lift barang bila digunakan, ventilasi, serta ruang untuk membuka panel dan melakukan servis.
Kondisi suhu juga perlu diperhatikan. Datasheet mencantumkan rentang operasi UPS 0–40°C dan rekomendasi suhu 20–25°C untuk umur baterai. Rentang operasi UPS tidak berarti seluruh komponen memiliki umur pakai yang sama pada setiap suhu di dalam rentang tersebut.
Selain ruang fisik, rumah sakit memerlukan akses pemeliharaan yang terencana. Panel bypass, prosedur perpindahan suplai, pemantauan alarm, dan jadwal servis harus disusun bersama pihak yang mengelola CT Scan.
Pekerjaan pada suplai alat perlu dikoordinasikan dengan kegiatan pelayanan agar pemeriksaan dan pemeliharaan dapat berlangsung sesuai prosedur fasilitas.
Biaya Pembelian dan Biaya Operasional
Harga awal UPS hanya salah satu komponen investasi. Perbandingan biaya sebaiknya menggunakan cakupan yang sama agar penawaran dapat dinilai secara adil.
Komponen yang perlu diperiksa antara lain:
| Komponen | Hal yang perlu dibandingkan |
|---|---|
| Unit UPS | Model, kapasitas, konfigurasi, dan aksesori |
| Baterai | Merek, tipe, jumlah, data discharge, dan target backup |
| Panel dan proteksi | Bypass, breaker, perangkat pengaman, dan koordinasinya |
| Instalasi | Kabel, terminasi, grounding, transportasi, dan penempatan |
| Pengujian | Startup, commissioning, pengujian baterai, dan pengujian sistem |
| Pemeliharaan | Cakupan servis, respons gangguan, dan dukungan suku cadang |
| Operasional | Rugi daya dan kebutuhan pendinginan berdasarkan kondisi aktual |
Efisiensi juga harus dibandingkan pada mode dan tingkat beban yang sama. Angka efisiensi ECO mode tidak boleh langsung dianggap sebagai efisiensi online double conversion.
Perhitungan biaya energi memerlukan kurva efisiensi model yang ditawarkan dan perkiraan pola beban. Tanpa data tersebut, klaim penghematan tahunan berisiko tidak mencerminkan kondisi rumah sakit.
Kapan MHT 100 Layak Diprioritaskan?
MHT 100 layak ditempatkan sebagai kandidat utama ketika proyek memberi perhatian besar terhadap karakteristik input UPS, termasuk faktor daya dan harmonik arus.
Spesifikasi input yang tercantum memudahkan evaluasi awal terhadap jaringan dan genset. Teknologi rectifier IGBT juga menjadi pembeda yang jelas terhadap MPT standar.
Meski demikian, keputusan memilih MHT tetap memerlukan pemeriksaan kapasitas, respons terhadap beban CT Scan, kebutuhan baterai, dan persetujuan teknis yang relevan.
MHT tidak otomatis memiliki kapasitas keluaran lebih besar. Dalam datasheet ini, MHT 100 dan MPT 100 sama-sama 100 kVA/90 kW. Spesifikasi MHT juga harus dibedakan dari MHE, yang merupakan seri lain di dalam dokumen Master HP/HE.
Kapan MPT 100 Dapat Dipertimbangkan?
MPT 100 dapat dipertimbangkan apabila kebutuhan CT Scan sesuai dengan kemampuan keluarannya dan desain input telah dievaluasi.
Pada instalasi tertentu, pertimbangan juga dapat mencakup kesesuaian dengan sistem yang sudah ada, pengalaman pemeliharaan, konfigurasi aksesori, dukungan servis, dan hasil evaluasi biaya.
Keputusan tersebut harus menggunakan penawaran yang jelas. Rumah sakit perlu mengetahui apakah unit menggunakan konfigurasi standar, filter tambahan, atau aksesori lain yang memengaruhi sistem.
MPT tidak sebaiknya dipilih hanya karena harga awalnya dianggap lebih rendah tanpa perbandingan tertulis. Demikian pula, MHT tidak sebaiknya dinyatakan paling sesuai hanya berdasarkan nama seri.
Checklist Sebelum Menentukan UPS CT Scan
Sebelum menerbitkan spesifikasi pengadaan, pastikan data dan keputusan berikut sudah tersedia:
- Model CT Scan dan dokumen kebutuhan listriknya.
- Cakupan komponen yang disuplai UPS.
- Kebutuhan kVA, kW, arus, serta profil beban sesaat.
- Verifikasi kompatibilitas UPS dengan kebutuhan alat.
- Evaluasi sumber PLN, genset, dan ATS.
- Target waktu backup dan perhitungan baterai.
- Desain panel, proteksi, kabel, grounding, dan bypass.
- Kesiapan ruang serta akses pengiriman dan servis.
- Prosedur commissioning dan pengujian penerimaan.
- Cakupan garansi serta dukungan pemeliharaan.
Untuk persiapan pelaksanaan yang lebih lengkap, baca Checklist Instalasi UPS CT Scan Rumah Sakit: Panel, Kabel, Grounding, Bypass, dan Commissioning.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah MHT 100 lebih besar kapasitasnya daripada MPT 100?
Tidak. Berdasarkan datasheet referensi, keduanya mempunyai kapasitas 100 kVA dan daya aktif 90 kW.
Apakah hanya MHT 100 yang menggunakan transformator?
Keduanya menggunakan desain berbasis transformator. Perbedaan utama yang dibahas dalam artikel ini adalah rectifier IGBT pada MHT dan thyristor 6-pulse pada MPT standar.
Apakah UPS 100 kVA cocok untuk semua CT Scan?
Kecocokannya harus diperiksa terhadap model dan konfigurasi CT Scan. Kapasitas nominal saja belum membuktikan kesesuaian terhadap kebutuhan beban dinamis.
Apakah jumlah baterai kedua UPS pasti sama?
Konfigurasi baterai harus mengikuti spesifikasi unit dan kebutuhan proyek. Jangan mengasumsikan jumlah baterai sama hanya karena kapasitas UPS sama.
Apakah spesifikasi overload 150% menjamin UPS mampu melayani lonjakan CT Scan?
Angka tersebut harus dibaca bersama durasi, kondisi operasi, dan batas yang ditetapkan pabrikan. Profil pulsa CT Scan tetap memerlukan evaluasi.
Apakah rumah sakit cukup menyediakan genset tanpa UPS?
Keputusan tersebut mengikuti persyaratan alat dan rancangan sistem. Genset dan UPS mempunyai peran berbeda dalam penyediaan daya cadangan, sehingga kebutuhan keduanya perlu diperiksa sebagai satu sistem.
Menentukan Pilihan Berdasarkan Kebutuhan Rumah Sakit
Riello MHT 100 dan MPT 100 memiliki banyak persamaan penting: kapasitas 100 kVA/90 kW, teknologi online double conversion, desain berbasis transformator, serta sejumlah spesifikasi keluaran yang sama.
MHT 100 memberi dasar evaluasi yang menarik pada sisi input melalui rectifier IGBT, faktor daya input >0,99, dan THDi <3%. MPT 100 tetap dapat menjadi kandidat apabila konfigurasi input, harmonik, sumber listrik, dan kebutuhan CT Scan telah diverifikasi.
Pilihan terbaik bagi rumah sakit ditentukan oleh kesesuaian seluruh sistem: CT Scan, UPS, baterai, genset, panel, instalasi, dan dukungan pemeliharaan.
Untuk konsultasi UPS CT Scan, hubungi PT. Daya Berkah Sentosa Nusantara—DBSN Group melalui www.sentradaya.com. Siapkan merek dan tipe CT Scan, dokumen kelistrikan, kapasitas genset, serta target waktu backup sebagai dasar evaluasi dan penyusunan penawaran.
Catatan penerbitan: lima tautan artikel pendukung menggunakan usulan URL di sentradaya.com. Sesuaikan dengan permalink final setelah masing-masing artikel diterbitkan.
