Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah untuk PJU Tenaga Surya Sudah Termasuk Solar Charge Controller 10A
Sistem PJU tenaga surya membutuhkan lebih dari sekadar panel surya dan lampu LED. Salah satu bagian terpenting adalah sistem penyimpanan energi yang mampu menerima energi pada siang hari dan menyuplai kebutuhan lampu pada malam hari secara stabil. Untuk kebutuhan tersebut, Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah untuk PJU Tenaga Surya menjadi salah satu pilihan yang praktis karena menggunakan teknologi lithium iron phosphate dan dalam paketnya sudah termasuk Solar Charge Controller 10A.
Kombinasi baterai dan Solar Charge Controller atau SCC memberikan kemudahan bagi kontraktor, integrator, instansi, maupun pengguna akhir dalam merancang sistem penerangan jalan tenaga surya. Pengguna tidak hanya mendapatkan media penyimpanan energi, tetapi juga perangkat yang membantu mengatur proses pengisian baterai dari panel surya.
Baterai memiliki tegangan nominal 12,8 VDC dengan kapasitas 60 Ah. Berdasarkan data produk, baterai memiliki dimensi sekitar 49 × 12,5 × 10,5 cm, berat sekitar 7 kg, dan lifetime hingga sekitar 4.000 cycle. Baterai juga dirancang untuk ditempatkan pada sistem PJU tenaga surya, termasuk pemasangan di area bawah panel surya sesuai rancangan konstruksi lampu jalan.
Nilai tambah utamanya adalah tersedianya Solar Charge Controller 10A dalam paket sistem. Untuk proyek PJU, hal ini dapat membantu menyederhanakan pemilihan komponen sekaligus membuat integrasi sistem menjadi lebih terstruktur.
Mengapa Baterai Sangat Penting pada PJU Tenaga Surya?
PJU tenaga surya memiliki pola kerja yang berbeda dengan lampu jalan yang mendapatkan pasokan langsung dari jaringan listrik PLN. Sumber energinya berasal dari sinar matahari sehingga energi perlu dikumpulkan terlebih dahulu.
Secara sederhana, alur kerjanya adalah:
Panel Surya ? Solar Charge Controller ? Baterai LiFePO4 ? Lampu PJU LED
Pada siang hari, panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik. Energi tersebut tidak langsung digunakan seluruhnya oleh lampu karena lampu PJU umumnya baru beroperasi ketika kondisi mulai gelap.
Energi yang dihasilkan panel perlu disimpan di dalam baterai. Di sinilah baterai LiFePO4 mempunyai peranan penting.
Ketika malam tiba, energi yang tersimpan di dalam baterai digunakan sebagai sumber tenaga untuk lampu PJU LED. Pada saat yang sama, controller menjalankan fungsi pengaturan sistem sesuai dengan konfigurasi yang digunakan.
Karena sistem bekerja setiap hari dengan pola pengisian dan pengosongan energi, pemilihan baterai tidak seharusnya hanya berdasarkan kapasitas Ah. Teknologi baterai, konfigurasi sistem, kebutuhan energi lampu, ukuran panel surya, arus charging, hingga strategi dimming juga perlu diperhatikan.
Spesifikasi Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah
Berikut spesifikasi utama berdasarkan data produk yang digunakan pada sistem ini:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Teknologi baterai | LiFePO4 |
| Tegangan nominal | 12,8 VDC |
| Kapasitas | 60 Ah |
| Dimensi | ± 49 × 12,5 × 10,5 cm |
| Berat | ± 7 kg |
| Lifetime | Hingga ± 4.000 cycle |
| Aplikasi | PJU Tenaga Surya |
| Posisi pemasangan | Dapat ditempatkan di bawah panel surya |
| Garansi | 2 tahun |
| Controller | Sudah termasuk Solar Charge Controller 10A |
Kapasitas 60 Ah perlu dibaca bersama dengan tegangan nominal baterai. Secara teoritis, energi nominal baterai dapat dihitung dengan rumus:
Energi = Tegangan × Kapasitas
Dengan demikian:
12,8 V × 60 Ah = 768 Wh
Angka tersebut merupakan perhitungan energi nominal secara teoritis. Energi yang benar-benar dapat digunakan pada aplikasi lapangan tetap dipengaruhi oleh konfigurasi BMS, depth of discharge, efisiensi controller, temperatur, kondisi baterai, beban lampu, serta strategi pengoperasian sistem.
Karena itu, dalam proyek PJU tenaga surya sebaiknya kapasitas baterai tidak ditentukan hanya dengan melihat angka watt lampu.
Interlink Internal 1
Baca juga: Cara Menghitung Kapasitas Baterai LiFePO4 untuk PJU Tenaga Surya Berdasarkan Watt Lampu dan Lama Operasi
Keunggulan Utama: Sudah Termasuk Solar Charge Controller 10A
Salah satu hal yang membedakan produk ini dari penawaran baterai lithium biasa adalah Solar Charge Controller 10A sudah termasuk dalam sistem.
Solar Charge Controller mempunyai fungsi sangat penting karena berada di antara panel surya dan baterai.
Tanpa pengaturan charging yang sesuai, energi yang dihasilkan panel tidak dapat dikelola dengan baik untuk kebutuhan baterai.
Controller pada data produk merupakan tipe PWM charge and discharge controller. Berdasarkan tabel spesifikasi yang diberikan, controller memiliki beberapa parameter utama sebagai berikut:
- Charging current: 10A
- Rated battery voltage: 12/24 VDC
- Protection degree: IP67
- Dimensi: sekitar 82 × 58 × 20 mm
- Berat: sekitar 150 gram
Data yang diberikan juga menyebutkan fitur pengaturan daya, pencatatan status sistem, serta dukungan fungsi pengendalian tertentu.
Untuk aplikasi PJU tenaga surya, keberadaan SCC 10A membantu mengelola proses charging dari panel surya menuju baterai.
Apa Fungsi Solar Charge Controller?
Pada sistem tenaga surya, output panel dapat berubah mengikuti kondisi matahari. Intensitas cahaya pada pagi hari tentu berbeda dengan siang hari. Kondisi mendung, temperatur, orientasi panel, serta bayangan juga memengaruhi output panel.
Solar Charge Controller berada di dalam jalur energi tersebut untuk membantu mengatur proses pengisian baterai.
Secara umum, fungsi controller dalam konfigurasi seperti ini dapat mencakup:
1. Mengatur pengisian baterai
Energi dari panel surya dikendalikan sebelum digunakan untuk mengisi baterai.
2. Mengelola proses charge dan discharge
Controller membantu mengatur kapan energi digunakan untuk pengisian dan bagaimana beban beroperasi sesuai dengan konfigurasi sistem.
3. Mendukung pengoperasian lampu PJU
Pada aplikasi lampu jalan tenaga surya, controller dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pengendalian lampu sesuai dengan setting produk.
4. Membantu menjaga kestabilan sistem
Controller menjadi salah satu komponen yang menghubungkan panel, baterai, dan beban.
Dengan kata lain, konsumen tidak hanya mendapatkan sebuah baterai 12,8V 60Ah, melainkan solusi yang lebih siap untuk digunakan sebagai bagian dari sistem PJU tenaga surya.
Apa Perbedaan BMS dan Solar Charge Controller?
BMS dan Solar Charge Controller sering dianggap sebagai perangkat yang sama, padahal fungsi dasarnya berbeda.
BMS atau Battery Management System berhubungan langsung dengan pengelolaan sel baterai. BMS merupakan bagian penting dalam baterai lithium untuk membantu mengelola kondisi kerja baterai sesuai desain sistem.
Sedangkan Solar Charge Controller berfungsi di sisi sistem tenaga surya, khususnya pada hubungan antara panel surya, baterai, dan beban.
Secara sederhana:
BMS = mengelola baterai dari sisi internal baterai.
Solar Charge Controller = mengelola hubungan charging/discharging dalam sistem tenaga surya.
Pada PJU tenaga surya, keberadaan keduanya mempunyai fungsi masing-masing.
Karena itu, pemasaran baterai ini sebaiknya tidak hanya menggunakan istilah “Baterai LiFePO4 60Ah”, tetapi dapat diperjelas menjadi:
Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah + Solar Charge Controller 10A untuk PJU Tenaga Surya.
Penyebutan tersebut membuat kontraktor atau calon pengguna lebih mudah memahami konfigurasi barang yang ditawarkan.
Mengapa Menggunakan Teknologi LiFePO4?
LiFePO4 merupakan singkatan dari Lithium Iron Phosphate, salah satu jenis teknologi baterai lithium.
Pada aplikasi PJU, baterai mengalami proses charging pada siang hari dan discharge ketika lampu bekerja pada malam hari. Siklus tersebut dapat terjadi hampir setiap hari.
Berdasarkan data produk, baterai ini mempunyai lifetime hingga sekitar 4.000 cycle.
Namun perlu dipahami bahwa cycle life bukan berarti baterai secara otomatis akan mempunyai umur tertentu tanpa memperhatikan cara penggunaannya.
Umur aktual baterai dapat dipengaruhi oleh:
- temperatur lingkungan;
- kedalaman discharge;
- arus charging dan discharging;
- konfigurasi controller;
- kualitas pemasangan;
- beban lampu;
- kondisi panel surya;
- serta perawatan sistem secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, desain sistem PJU yang tepat tetap menjadi faktor penting.
Interlink Internal 2
Baca juga: Perbedaan Baterai LiFePO4 dan VRLA untuk PJU Tenaga Surya: Umur Pakai, Bobot, dan Aplikasi
Baterai 12,8V 60Ah Cocok untuk Lampu PJU Berapa Watt?
Ini merupakan salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika menentukan paket PJU tenaga surya.
Jawabannya tidak sebaiknya ditentukan hanya dari kapasitas baterai.
Sebagai contoh, baterai mempunyai kapasitas nominal sekitar 768 Wh. Namun menentukan watt lampu memerlukan perhitungan yang lebih lengkap.
Beberapa parameter yang perlu dihitung antara lain:
1. Daya lampu
Lampu 30 watt, 40 watt, 60 watt, atau kapasitas lainnya tentu membutuhkan energi harian yang berbeda.
2. Lama lampu menyala
PJU dapat dirancang menyala selama 10, 11, atau 12 jam per malam, tergantung kebutuhan proyek.
3. Sistem dimming
Tidak semua PJU harus bekerja 100% sepanjang malam.
Contohnya, sistem dapat dikonfigurasi dengan pola:
100% pada awal malam, kemudian turun menjadi 70%, 50%, atau level lain sesuai kebutuhan.
Dimming dapat mengurangi konsumsi energi jika diterapkan dengan benar.
4. Kapasitas panel surya
Baterai tidak dapat bekerja sendiri. Energi yang dikeluarkan setiap malam harus dikembalikan oleh panel surya pada waktu charging.
Karena itu, panel harus mempunyai kemampuan menghasilkan energi yang memadai.
5. Peak Sun Hour
Wilayah dengan intensitas matahari efektif yang berbeda dapat membutuhkan konfigurasi panel yang berbeda.
6. Hari cadangan
Pada beberapa proyek, sistem dirancang agar tetap mempunyai cadangan energi ketika cuaca kurang mendukung.
Inilah sebabnya DBSN Group menyarankan calon pengguna untuk menginformasikan terlebih dahulu:
- watt lampu;
- lama lampu bekerja;
- lokasi pemasangan;
- ukuran panel yang direncanakan;
- pola dimming;
- kebutuhan backup.
Setelah data tersebut tersedia, konfigurasi baterai dan panel dapat dianalisis dengan lebih tepat.
Manfaat Baterai dengan Desain Ringkas untuk PJU
Dimensi baterai sekitar 49 cm × 12,5 cm × 10,5 cm membuat baterai mempunyai bentuk yang relatif ramping untuk kebutuhan pemasangan tertentu pada PJU tenaga surya.
Beratnya sekitar 7 kg.
Desain semacam ini memberikan fleksibilitas dalam perancangan konstruksi tempat baterai.
Pada beberapa sistem, baterai dapat ditempatkan:
- di bawah panel surya;
- di dalam bracket atau box khusus;
- pada konstruksi tiang yang telah disiapkan;
- pada lokasi yang mempertimbangkan akses perawatan.
Pemilihan lokasi pemasangan tetap harus mempertimbangkan aspek konstruksi, keamanan, ventilasi sesuai kebutuhan produk, perlindungan kabel, dan akses teknisi.
Mengapa IP67 pada Controller Menarik untuk Aplikasi Outdoor?
Berdasarkan data Solar Charge Controller yang diberikan, tingkat proteksi yang dicantumkan adalah IP67.
Untuk perangkat yang digunakan pada sistem outdoor, perlindungan terhadap lingkungan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan.
PJU tenaga surya dipasang di luar ruangan sehingga sistem menghadapi kondisi seperti debu, kelembapan, dan perubahan cuaca.
Namun IP rating controller tidak otomatis berarti seluruh instalasi mempunyai tingkat proteksi yang sama. Connector, joint kabel, terminal, box, gland, dan metode pemasangan juga perlu dirancang dengan benar.
Karena itu, kualitas PJU tidak hanya bergantung pada spesifikasi satu komponen, melainkan keseluruhan instalasi.
Cara Kerja Baterai dan SCC pada PJU Tenaga Surya
Agar lebih mudah dipahami, berikut gambaran operasionalnya.
Siang hari
Panel surya menerima cahaya matahari.
Panel kemudian menghasilkan energi listrik.
Energi dari panel masuk ke Solar Charge Controller 10A, kemudian digunakan untuk melakukan pengisian baterai LiFePO4 12,8V 60Ah sesuai konfigurasi sistem.
Menjelang malam
Ketika kondisi berubah sesuai dengan pengaturan controller, sistem memasuki mode pengoperasian lampu.
Malam hari
Energi yang sebelumnya tersimpan di baterai digunakan untuk menyuplai lampu PJU LED.
Jika digunakan pengaturan dimming, output lampu dapat diatur berdasarkan program controller yang kompatibel dengan konfigurasi tersebut.
Pagi hari
Lampu berhenti bekerja dan proses charging kembali dilakukan setelah panel menerima energi matahari.
Siklus tersebut berlangsung setiap hari.
Inilah alasan mengapa pemilihan baterai, panel surya, lampu, dan controller harus dibuat sebagai satu kesatuan sistem, bukan sebagai empat komponen yang dipilih secara terpisah.
Interlink Internal 3
Baca juga: Cara Kerja PJU Tenaga Surya dari Panel Surya, Controller, Baterai hingga Lampu LED
Aplikasi Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah
Baterai ini diposisikan terutama untuk kebutuhan PJU tenaga surya.
Beberapa area yang dapat menggunakan sistem penerangan tenaga surya antara lain:
Jalan lingkungan dan perumahan
PJU tenaga surya dapat digunakan pada jalan yang membutuhkan penerangan tanpa harus menarik jaringan listrik dalam jarak panjang.
Jalan desa
Sistem solar street light dapat menjadi salah satu pilihan untuk area yang membutuhkan penerangan mandiri berbasis energi matahari.
Kawasan industri
PJU dapat ditempatkan pada jalan internal, area parkir, atau akses kawasan.
Perkebunan dan pertanian
Penerangan tenaga surya dapat digunakan pada jalan akses atau fasilitas tertentu di area yang jauh dari sumber listrik.
Area parkir
Sistem PJU standalone dapat membantu menyediakan penerangan tanpa ketergantungan penuh pada jaringan.
Proyek pemerintah dan fasilitas umum
PJU tenaga surya juga dapat dirancang untuk kebutuhan pengadaan instansi pemerintah, Pemdes, Pemkab, Dishub, maupun proyek kontraktor.
Namun setiap proyek mempunyai spesifikasi berbeda.
Karena itu, penentuan baterai seharusnya tetap mengikuti desain teknis proyek.
Keunggulan Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah + SCC 10A
Jika dirangkum, konfigurasi produk ini mempunyai beberapa poin yang dapat menjadi pertimbangan.
1. Teknologi LiFePO4
Dirancang menggunakan teknologi lithium iron phosphate untuk aplikasi penyimpanan energi.
2. Kapasitas 60 Ah
Kapasitas yang dapat digunakan sebagai bagian dari perancangan PJU tenaga surya sesuai kebutuhan energi sistem.
3. Tegangan nominal 12,8 VDC
Cocok untuk konfigurasi sistem yang memang dirancang pada tegangan tersebut.
4. Cycle life hingga sekitar 4.000 cycle
Memberikan gambaran bahwa baterai ditujukan untuk penggunaan berulang dalam sistem charging dan discharging.
5. Desain relatif kompak
Dimensi sekitar 49 × 12,5 × 10,5 cm dan berat sekitar 7 kg memudahkan integrasi pada konstruksi tertentu.
6. Perlindungan BMS
BMS menjadi bagian penting dalam pengelolaan baterai lithium.
7. Sudah termasuk Solar Charge Controller 10A
Ini merupakan salah satu keuntungan utama.
Pembeli tidak hanya memperoleh baterai, tetapi sudah mendapatkan controller untuk mendukung integrasi pada sistem PJU.
Apakah SCC 10A Dapat Digunakan dengan Semua Panel Surya?
Tidak.
Controller mempunyai kemampuan arus dan tegangan tertentu.
Karena itu, kapasitas panel surya harus disesuaikan dengan batas controller.
Berdasarkan tabel spesifikasi yang diberikan, controller mencantumkan charging current 10A, rated battery voltage 12/24VDC, serta nilai maksimum PV input tertentu berdasarkan tegangan sistem.
Saat melakukan desain, spesifikasi panel harus diperiksa dari beberapa parameter, termasuk:
- Pmax;
- Vmp;
- Imp;
- Voc;
- Isc;
- tegangan sistem baterai;
- kemampuan input controller.
Kesalahan yang sering terjadi adalah memilih panel hanya berdasarkan watt.
Misalnya, dua panel dengan watt yang hampir sama belum tentu mempunyai Vmp dan Imp yang identik.
Karena itu, sebelum menggunakan controller 10A, teknisi perlu memeriksa spesifikasi panel yang akan dipasang.
Catatan data produk: pada materi controller yang diberikan, tabel utama menyebut charging current 10A, sementara foto unit menampilkan label perangkat yang terlihat memiliki informasi berbeda. Untuk materi penawaran atau datasheet final, sebaiknya nomor model dan rating controller dikonfirmasi kembali agar spesifikasi yang dipublikasikan benar-benar konsisten.
Pentingnya Menghitung Kebutuhan Energi Harian
Contoh sederhana dapat membantu memahami hubungan lampu dan baterai.
Misalkan lampu menggunakan daya 40 watt dan menyala 12 jam tanpa dimming.
Kebutuhan energinya secara teoritis:
40 W × 12 jam = 480 Wh
Namun perhitungan proyek tidak cukup berhenti pada angka tersebut.
Perlu memperhitungkan:
- efisiensi driver;
- efisiensi controller;
- cadangan energi;
- depth of discharge;
- kondisi temperatur;
- degradasi sistem;
- cuaca;
- kebutuhan autonomy.
Jika lampu menggunakan dimming, konsumsi energi aktual dapat berbeda.
Inilah alasan mengapa penentuan spesifikasi PJU idealnya dilakukan berdasarkan energy balance, bukan hanya menyamakan angka watt panel dengan watt lampu.
Interlink Internal 4
Baca juga: Cara Menghitung Panel Surya untuk PJU Berdasarkan Kapasitas Baterai dan Konsumsi Lampu
Cocok untuk Kontraktor, Reseller, dan Pengadaan PJU
Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah dengan Solar Charge Controller 10A dapat menjadi produk yang menarik untuk kontraktor dan reseller PJU karena konfigurasi komponennya lebih jelas.
Kontraktor dapat lebih mudah menjelaskan kepada calon pengguna bahwa paket baterai sudah mencakup komponen pengatur charging.
Untuk reseller, informasi produk dapat dibuat sederhana:
Baterai: LiFePO4 12,8V 60Ah
Controller: Solar Charge Controller 10A
Aplikasi: PJU Tenaga Surya
Lifetime: hingga ±4.000 cycle
Garansi baterai: 2 tahun
Dimensi: ±49 × 12,5 × 10,5 cm
Berat: ±7 kg
Meski demikian, sales tetap sebaiknya tidak langsung menyatakan bahwa baterai cocok untuk watt lampu tertentu sebelum mengetahui konfigurasi proyek.
Pertanyaan awal yang sebaiknya diberikan kepada pelanggan adalah:
- Berapa watt lampu PJU yang digunakan?
- Berapa jam lampu menyala?
- Apakah menggunakan dimming?
- Berapa watt panel surya?
- Berapa unit yang dibutuhkan?
- Di mana lokasi pemasangan?
- Apakah baterai digunakan untuk penggantian sistem existing atau proyek baru?
Dengan informasi tersebut, kebutuhan teknis dapat dianalisis lebih baik.
Kesimpulan
Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah untuk PJU tenaga surya merupakan solusi penyimpanan energi yang dirancang untuk mendukung operasional lampu jalan tenaga surya.
Produk mempunyai kapasitas 60 Ah, tegangan nominal 12,8 VDC, dimensi sekitar 49 × 12,5 × 10,5 cm, berat sekitar 7 kg, serta lifetime yang dicantumkan hingga sekitar 4.000 cycle.
Keunggulan yang perlu ditekankan adalah bahwa produk sudah termasuk Solar Charge Controller 10A.
Dengan adanya controller, integrasi panel surya, baterai, dan lampu dapat dirancang sebagai satu sistem yang lebih terstruktur.
Namun pemilihan panel dan watt lampu tetap harus dilakukan melalui perhitungan kebutuhan energi. Kapasitas baterai 60 Ah tidak sebaiknya dijadikan satu-satunya dasar dalam menentukan besarnya lampu PJU.
Parameter seperti konsumsi lampu, lama operasi, dimming, kapasitas panel, peak sun hour, kebutuhan backup, dan karakteristik controller perlu dianalisis secara bersamaan.
Untuk proyek PJU tenaga surya, langkah terbaik adalah menentukan kebutuhan energi terlebih dahulu, kemudian memilih kombinasi panel surya + controller + baterai LiFePO4 + lampu LED yang sesuai.
Konsultasi Baterai LiFePO4 dan PJU Tenaga Surya
Butuh Baterai LiFePO4 12,8V 60Ah yang sudah termasuk Solar Charge Controller 10A untuk proyek PJU tenaga surya?
DBSN Group melayani kebutuhan produk dan konsultasi sistem PJU tenaga surya untuk kontraktor, reseller, perusahaan, industri, maupun proyek institusi.
PT Daya Berkah Sentosa Nusantara – DBSN Group
Website: www.sentradaya.com
WhatsApp: 089603131536
Informasikan watt lampu, kapasitas panel surya, jumlah unit, lokasi proyek, dan lama operasi lampu agar konfigurasi sistem dapat dianalisis sesuai kebutuhan.






