UPS Arostech 3 KVA untuk ATM Perbankan dan Server Kecil: Spesifikasi, Fungsi, dan Panduan Memilih
UPS Arostech 3 KVA untuk ATM dan server kecil merupakan solusi perlindungan daya yang dirancang untuk menjaga perangkat elektronik penting tetap beroperasi saat terjadi pemadaman listrik, penurunan tegangan, lonjakan listrik, noise, maupun gangguan frekuensi. Dalam lingkungan perbankan, gangguan listrik bukan hanya menyebabkan perangkat mati, tetapi juga dapat menghentikan transaksi, memutus komunikasi jaringan, mengganggu sistem monitoring, dan memerlukan proses restart yang memakan waktu.
Mesin ATM, server kecil, router, switch jaringan, modem komunikasi, CCTV, NVR, firewall, dan perangkat kontrol membutuhkan sumber listrik yang stabil. Perangkat tersebut tidak selalu mengalami kerusakan langsung ketika listrik padam, tetapi shutdown mendadak dapat menimbulkan gangguan sistem, kehilangan koneksi, kerusakan file, atau terhentinya layanan.
Arostech UPS 3 KVA menggunakan teknologi online double conversion dengan kapasitas nominal 3000 VA dan daya aktif hingga 2700 W. Teknologi ini membuat beban menerima daya dari inverter secara terus-menerus. Ketika sumber listrik utama padam, baterai langsung melanjutkan suplai ke inverter tanpa waktu perpindahan dari AC ke baterai.
Namun, pemilihan UPS tidak cukup hanya melihat tulisan 3 KVA. Total daya beban, karakteristik perangkat, arus awal, kebutuhan backup, kondisi listrik, keberadaan genset, dan konfigurasi baterai harus dihitung agar sistem bekerja aman dan efektif.
Mengapa Mesin ATM dan Server Kecil Membutuhkan UPS Online?
Mesin ATM dan server kecil tergolong sebagai beban elektronik yang membutuhkan kontinuitas daya. Meskipun konsumsi dayanya tidak selalu besar, gangguan listrik selama beberapa detik dapat menyebabkan layanan berhenti dan perangkat melakukan reboot.
Pada lokasi ATM, kehilangan daya dapat mematikan komputer utama, layar, modem, router, kamera, printer, dan sistem komunikasi. ATM tidak dapat memproses transaksi sampai seluruh sistem kembali aktif dan koneksi ke jaringan perbankan berhasil dipulihkan.
Pada ruang server kecil, listrik padam dapat menyebabkan server melakukan shutdown tidak normal. Kondisi tersebut berisiko mengganggu sistem operasi, database, storage, jaringan lokal, dan aplikasi yang sedang digunakan.
Risiko ATM Beroperasi Tanpa UPS yang Memadai
Mesin ATM bekerja sebagai sebuah sistem yang terdiri dari beberapa perangkat elektronik. Selain komputer utama, terdapat layar, card reader, dispenser uang, printer, modem, kamera, dan sistem kontrol.
Ketika suplai listrik terputus secara mendadak, beberapa risiko berikut dapat terjadi:
- Transaksi berhenti sebelum proses selesai.
- Modem dan router kehilangan koneksi.
- ATM membutuhkan waktu untuk melakukan reboot.
- Sistem monitoring kehilangan komunikasi dengan lokasi ATM.
- Perangkat penyimpanan mengalami shutdown tidak normal.
- Ketersediaan layanan ATM menurun.
- Teknisi perlu datang untuk melakukan pemeriksaan atau reset.
UPS membantu memberikan waktu agar transaksi dapat diselesaikan, sistem tetap aktif sampai genset menyala, atau perangkat menjalankan prosedur shutdown yang lebih aman.
Risiko Gangguan Listrik terhadap Server Kecil
Server kecil sering digunakan untuk aplikasi kantor, database lokal, file sharing, CCTV, sistem absensi, firewall, atau aplikasi internal. Meskipun kapasitasnya tidak sebesar pusat data, fungsinya dapat sangat penting bagi kegiatan operasional.
Gangguan listrik dapat menyebabkan:
- Server restart secara tiba-tiba.
- File belum tersimpan dengan baik.
- Database mengalami kerusakan.
- Storage kehilangan proses baca dan tulis.
- Router dan switch berhenti bekerja.
- Pengguna kehilangan akses ke aplikasi.
- Rekaman CCTV terputus.
- Perangkat membutuhkan pemeriksaan manual.
Karena itu, UPS untuk server kecil sebaiknya tidak hanya menyediakan baterai, tetapi juga menjaga kualitas tegangan output.
Mengapa UPS Line-Interactive Belum Tentu Cukup?
UPS line-interactive masih banyak digunakan untuk komputer pribadi dan perangkat kantor. Sistem ini dapat memberikan backup saat listrik padam, tetapi tetap memiliki waktu perpindahan dari sumber listrik utama ke baterai.
Untuk sebagian perangkat, waktu perpindahan tersebut masih dapat diterima. Namun, ATM, server, perangkat jaringan, dan sistem kontrol membutuhkan perlindungan yang lebih konsisten.
UPS online double conversion bekerja dengan mengubah listrik AC menjadi DC, kemudian mengubahnya kembali menjadi AC melalui inverter. Beban tidak menerima listrik langsung dari jaringan utama. Dengan demikian, tegangan output menjadi lebih stabil dan perpindahan ke baterai tidak memerlukan waktu.
Bagaimana Cara Kerja UPS Arostech 3 KVA?
Arostech UPS 3 KVA bekerja menggunakan sistem online double conversion. Proses ini berlangsung melalui beberapa tahap.
Pertama, tegangan AC dari PLN atau genset masuk ke bagian rectifier. Rectifier mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC. Tegangan DC digunakan untuk menyuplai inverter dan mengisi baterai.
Selanjutnya, inverter mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC yang stabil dan berbentuk pure sine wave. Beban seperti ATM, server, router, dan switch selalu menerima daya dari inverter.
Ketika listrik utama padam, baterai tetap menyuplai energi ke inverter. Karena inverter memang sudah bekerja sejak awal, tidak terjadi perpindahan mekanis dari listrik utama ke baterai.
Apa yang Dimaksud Online Double Conversion?
Online double conversion berarti listrik mengalami dua kali proses konversi:
- AC dari sumber listrik diubah menjadi DC.
- DC diubah kembali menjadi AC oleh inverter.
Proses tersebut memberikan beberapa manfaat:
- Tegangan output lebih stabil.
- Gangguan listrik input tidak langsung diteruskan ke beban.
- Output tetap berbentuk pure sine wave.
- Frekuensi output lebih terkontrol.
- Transfer AC ke baterai berlangsung 0 ms.
- Perangkat sensitif memperoleh perlindungan lebih baik.
Bagaimana UPS Melindungi Perangkat dari Listrik Tidak Stabil?
Gangguan listrik tidak hanya berupa pemadaman. Di beberapa lokasi, tegangan dapat turun, naik, berubah-ubah, atau mengandung noise.
UPS Arostech 3 KVA memiliki rentang input yang lebar, yaitu sekitar 110–300 Vac. Rentang tersebut membantu UPS tetap bekerja menggunakan sumber listrik utama meskipun tegangan tidak sepenuhnya stabil.
Saat tegangan input masih berada dalam batas kerja, rectifier dan inverter mengondisikan daya sebelum disalurkan ke beban. Hal ini membantu mengurangi penggunaan baterai yang tidak perlu.
UPS dapat membantu menghadapi:
- Blackout atau listrik padam.
- Brownout atau tegangan turun.
- Overvoltage.
- Voltage surge.
- Electrical noise.
- Gangguan frekuensi.
- Perubahan tegangan yang tidak stabil.
Apa Fungsi Bypass pada UPS?
Bypass merupakan jalur alternatif yang memungkinkan beban menerima listrik dari sumber utama ketika inverter tidak dapat menyuplai daya secara normal.
Bypass dapat bekerja ketika:
- UPS mengalami overload.
- Inverter mengalami gangguan.
- Sistem membutuhkan pemeliharaan.
- Kondisi tertentu memerlukan pemindahan beban.
Transfer inverter ke bypass pada UPS ini sekitar 4 ms dalam kondisi tipikal. Bypass bukan sumber backup saat listrik padam. Jika beban berada pada bypass dan sumber listrik utama terputus, kontinuitas daya dapat terganggu.
Karena itu, alarm bypass tidak boleh diabaikan.
Spesifikasi UPS Arostech 3 KVA
Berikut spesifikasi utama yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan UPS ini untuk ATM, server kecil, atau perangkat jaringan.
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | Arostech UPS 3 KVA |
| Topologi | Online Double Conversion |
| Kapasitas | 3000 VA / 2700 W |
| Input nominal | 208 / 220 / 230 / 240 Vac |
| Rentang input | 110–300 Vac |
| Rentang input pada beban penuh | 176–264 Vac |
| Input power factor | ?0,99 |
| Rentang frekuensi bypass | 40–70 Hz |
| Output nominal | 208 / 220 / 230 / 240 Vac |
| Regulasi tegangan output | ±1% |
| Output power factor | 0,9 |
| Frekuensi output | 50/60 Hz |
| Frekuensi mode baterai | 50/60 Hz ±0,1% |
| Crest factor | 3:1 |
| Bentuk gelombang | Pure Sine Wave |
| THDv output | ?3% beban linear; ?5% beban non-linear |
| Transfer AC ke baterai | 0 ms |
| Transfer inverter ke bypass | Sekitar 4 ms |
| Efisiensi AC mode | Hingga 92% |
| Efisiensi ECO mode | Hingga 97% |
| Jenis baterai | VRLA maintenance-free |
| Display | LCD atau LED |
| Interface | RS232, USB, dan EPO |
| Opsi monitoring | SNMP dan dry contact |
| Suhu operasi | 0–40°C |
| Kelembapan | 0–95% RH non-condensing |
| Tingkat kebisingan | <50 dB |
| Dimensi | Sekitar 191 × 460 × 337 mm |
Spesifikasi dapat berbeda antara model standard dan long-run, terutama pada bagian baterai, charger, jumlah baterai, dan konfigurasi tegangan DC.
Apa Arti Kapasitas 3000 VA dan 2700 W?
Kapasitas 3000 VA menunjukkan daya semu yang dapat ditangani UPS. Sementara itu, 2700 W menunjukkan kapasitas daya aktif yang dapat digunakan oleh beban.
Perbandingan tersebut menghasilkan output power factor 0,9.
Walaupun UPS mampu menyuplai hingga 2700 W, penggunaan terus-menerus pada beban maksimum tidak disarankan. Sistem sebaiknya memiliki margin kapasitas untuk menghadapi:
- Arus awal perangkat.
- Perubahan konsumsi daya.
- Penambahan perangkat.
- Penurunan performa baterai.
- Kondisi suhu yang tinggi.
- Risiko overload.
Untuk penggunaan normal, beban dapat dijaga sekitar 60–80% dari kapasitas daya aktif. Dengan demikian, target beban konservatif berada di kisaran 1600–2100 W.
Mengapa Input Power Factor ?0,99 Penting?
Input power factor yang mendekati 1 menunjukkan bahwa UPS menggunakan daya input secara lebih efektif.
Manfaatnya antara lain:
- Arus input lebih terkendali.
- Beban terhadap instalasi listrik lebih efisien.
- Lebih kompatibel dengan genset.
- Membantu mengurangi distorsi arus.
- Cocok untuk instalasi dengan banyak perangkat elektronik.
Pada lokasi ATM yang menggunakan genset, karakteristik input UPS sangat penting. UPS dengan input power factor tinggi membantu mengurangi kebutuhan oversizing genset yang berlebihan.
Mengapa Pure Sine Wave Penting untuk Server?
Server, router, switch, dan perangkat elektronik modern menggunakan power supply switching. Sebagian besar perangkat tersebut bekerja lebih baik dengan output pure sine wave.
Output pure sine wave memberikan bentuk tegangan yang menyerupai jaringan listrik normal dan stabil.
Manfaatnya meliputi:
- Lebih aman untuk power supply dengan active PFC.
- Mengurangi risiko suara dengung.
- Membantu mencegah panas berlebih.
- Cocok untuk perangkat elektronik sensitif.
- Mendukung kestabilan server dan perangkat jaringan.
Berapa Beban ATM yang Dapat Didukung UPS 3 KVA?
Tidak semua mesin ATM memiliki konsumsi daya yang sama. Kebutuhan listrik dipengaruhi oleh merek, tipe, ukuran layar, printer, dispenser, modem, pendingin, dan perangkat tambahan.
Karena itu, UPS tidak boleh ditentukan hanya berdasarkan anggapan bahwa satu mesin ATM selalu membutuhkan daya tertentu.
Contoh Perhitungan Beban ATM
Misalnya sebuah lokasi ATM memiliki beban sebagai berikut:
| Perangkat | Estimasi daya |
|---|---|
| Unit ATM utama | 700 W |
| Router dan modem | 40 W |
| CCTV | 60 W |
| NVR mini | 50 W |
| Lampu internal | 30 W |
| Perangkat komunikasi tambahan | 20 W |
| Total | 900 W |
Dengan total beban sekitar 900 W, UPS Arostech 3 KVA bekerja pada sekitar 33% dari kapasitas daya aktifnya.
Kondisi tersebut memberikan ruang kapasitas yang cukup. Namun, angka ini hanya ilustrasi. Pengukuran aktual tetap diperlukan karena konsumsi daya ATM dapat meningkat saat dispenser uang, printer, atau perangkat mekanis bekerja.
Apakah UPS 3 KVA Cukup untuk Satu Mesin ATM?
Secara kapasitas, UPS 3 KVA umumnya dapat digunakan untuk satu mesin ATM beserta perangkat komunikasi pendukung, selama total beban masih berada dalam batas aman.
Sebelum pemasangan, teknisi perlu memeriksa:
- Data nameplate ATM.
- Konsumsi daya aktual.
- Arus saat startup.
- Beban printer dan dispenser.
- Router, modem, dan CCTV.
- Target waktu backup.
- Keberadaan genset.
- Suhu lokasi.
- Kondisi grounding.
Apakah AC Ruangan ATM Dapat Dihubungkan ke UPS 3 KVA?
AC sebaiknya tidak disuplai oleh UPS 3 KVA yang juga digunakan untuk mesin ATM.
AC memiliki kompresor dengan arus awal tinggi. Ketika kompresor mulai bekerja, beban dapat naik beberapa kali lipat dan memicu overload.
UPS sebaiknya difokuskan pada beban kritis:
- Mesin ATM.
- Router.
- Modem.
- CCTV.
- NVR.
- Perangkat komunikasi.
- Sistem alarm.
AC dapat menggunakan sumber listrik utama atau sistem backup terpisah.
Berapa Server Kecil yang Dapat Didukung UPS Arostech 3 KVA?
Jumlah server yang dapat didukung tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan jumlah unit. Setiap server memiliki konsumsi daya yang berbeda.
Server dengan satu prosesor dan storage ringan mungkin hanya menggunakan beberapa ratus watt. Server dengan banyak hard disk, GPU, atau dual power supply dapat membutuhkan daya jauh lebih besar.
Contoh Perhitungan Beban Server Kecil
Misalnya sebuah ruang server memiliki beban:
| Perangkat | Estimasi daya |
|---|---|
| Server kecil | 500 W |
| Server cadangan | 350 W |
| Switch jaringan | 40 W |
| Router | 20 W |
| Firewall | 30 W |
| Storage | 120 W |
| NVR | 80 W |
| Monitor | 40 W |
| Total | 1180 W |
Dengan beban sekitar 1180 W, UPS bekerja pada sekitar 44% dari kapasitas aktif 2700 W.
Kondisi tersebut masih memberikan ruang untuk ekspansi, tetapi perhitungan runtime baterai tetap harus dilakukan secara terpisah.
Beban Apa yang Sebaiknya Masuk ke UPS?
Prioritaskan perangkat berikut:
- Server.
- Storage.
- Router.
- Switch utama.
- Firewall.
- Modem komunikasi.
- NVR atau DVR.
- Monitor teknisi jika diperlukan.
- Sistem kontrol.
- Perangkat jaringan penting.
Beban yang sebaiknya tidak dihubungkan:
- Printer laser.
- Mesin fotokopi.
- AC.
- Pemanas.
- Pompa.
- Microwave.
- Peralatan bermotor.
- Perangkat nonkritis.
Printer laser memiliki elemen pemanas yang dapat menarik daya besar secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menyebabkan UPS overload.
Berapa Margin Kapasitas yang Aman?
Margin minimal 20–30% sebaiknya tetap tersedia.
Sebagai contoh, jika total beban 1800 W, UPS masih memiliki ruang sekitar 900 W. Namun, jika diperkirakan akan ada penambahan server atau storage, margin yang lebih besar akan lebih aman.
Untuk sistem yang sangat penting, pertimbangkan:
- UPS dengan kapasitas lebih besar.
- Dua UPS terpisah.
- Dual power supply server.
- Redundansi N+1.
- Automatic transfer switch.
- Pemisahan beban kritis dan nonkritis.
Berapa Lama Backup UPS Arostech 3 KVA?
Lama backup tidak hanya ditentukan oleh kapasitas UPS. UPS 3 KVA dapat menggunakan konfigurasi baterai yang berbeda.
Model standard biasanya menggunakan baterai internal untuk backup singkat. Model long-run mendukung baterai eksternal untuk durasi lebih panjang.
Faktor yang Menentukan Runtime
Runtime dipengaruhi oleh:
- Total beban dalam watt.
- Jumlah baterai.
- Kapasitas baterai dalam Ah.
- Tegangan DC sistem.
- Kondisi baterai.
- Umur baterai.
- Efisiensi inverter.
- Temperatur ruang.
- Cut-off voltage.
- Panjang kabel baterai.
- Ukuran kabel.
- Kualitas koneksi.
- Frekuensi pengisian dan pengosongan.
Karena itu, pernyataan seperti “UPS 3 KVA dapat backup dua jam” tidak dapat diberikan tanpa mengetahui konfigurasi baterai dan total beban.
Apakah Baterai Internal Cukup untuk ATM?
Baterai internal dapat digunakan jika tujuan backup hanya untuk:
- Menjaga ATM tetap aktif sampai genset menyala.
- Memberikan waktu untuk menyelesaikan transaksi.
- Menjaga modem dan router tetap terhubung.
- Memberikan waktu shutdown aman.
Jika lokasi tidak memiliki genset atau sering mengalami pemadaman panjang, diperlukan model long-run dengan external battery bank.
Kapan Harus Memilih Model Long-Run?
Long-run UPS diperlukan ketika:
- Lokasi tidak memiliki genset.
- Pemadaman sering berlangsung lama.
- ATM berada di lokasi remote.
- Server membutuhkan waktu shutdown panjang.
- Backup ditargetkan 30–60 menit atau lebih.
- Sistem harus tetap aktif selama proses pemulihan.
- Genset memiliki waktu start yang lama.
External battery bank sebaiknya dilengkapi:
- Battery cabinet.
- MCCB atau fuse DC.
- Kabel baterai yang sesuai.
- Intercell connector.
- Terminal pelindung.
- Label polaritas.
- Ventilasi yang cukup.
- Grounding kabinet jika diperlukan.
Keunggulan UPS Arostech 3 KVA untuk Perbankan dan Server Kecil
Transfer Time 0 ms
Pada mode online double conversion, beban selalu disuplai oleh inverter. Ketika listrik padam, baterai langsung menyuplai inverter tanpa jeda.
Manfaatnya:
- Server tidak restart.
- Router tetap aktif.
- Switch tidak kehilangan koneksi.
- ATM tetap terhubung.
- Sistem kontrol tetap berjalan.
- Gangguan transaksi dapat diminimalkan.
Rentang Input Lebar 110–300 Vac
Rentang input yang lebar membantu UPS tetap menggunakan listrik utama pada kondisi tegangan yang kurang stabil.
Jika UPS terlalu cepat berpindah ke baterai setiap kali tegangan berubah, baterai akan lebih sering mengalami discharge dan umur pakainya dapat berkurang.
Rentang input lebar membantu menghemat siklus baterai selama tegangan masih dapat ditoleransi oleh rectifier.
Output Power Factor 0,9
Output power factor 0,9 memberikan kapasitas aktif hingga 2700 W.
Kapasitas ini lebih besar dibanding UPS lama dengan power factor 0,7 atau 0,8 pada rating VA yang sama.
Dengan demikian, UPS dapat mendukung lebih banyak beban elektronik selama total daya tidak melebihi batas.
LCD Display Informatif
LCD membantu teknisi memantau:
- Tegangan input.
- Tegangan output.
- Frekuensi.
- Persentase beban.
- Status baterai.
- Mode operasi.
- Alarm.
- Estimasi runtime.
- Temperatur internal.
Display memudahkan pemeriksaan tanpa harus membuka unit.
Mendukung SNMP dan Dry Contact
Untuk jaringan ATM atau server yang tersebar, monitoring jarak jauh sangat membantu.
Dengan opsi SNMP, pengelola dapat:
- Melihat kondisi UPS melalui jaringan.
- Memantau status baterai.
- Menerima alarm.
- Mengetahui listrik padam.
- Mengetahui UPS overload.
- Melakukan preventive maintenance.
- Mengelola banyak lokasi.
Dry contact dapat digunakan untuk integrasi dengan panel alarm, BMS, atau sistem kontrol.
Generator Compatible
UPS dapat digunakan bersama genset, tetapi bukan berarti semua genset otomatis kompatibel.
Perlu diperhatikan:
- Stabilitas tegangan genset.
- Stabilitas frekuensi.
- Kapasitas genset.
- Distorsi output.
- Respons AVR.
- Beban lain yang terhubung.
- Ukuran kabel.
- Sistem grounding.
Genset sebaiknya memiliki kapasitas yang cukup untuk menyuplai UPS, beban, dan proses charging baterai.
Proteksi yang Dimiliki UPS Arostech 3 KVA
UPS memiliki beberapa proteksi untuk menjaga unit dan beban.
Overload Protection
Overload terjadi ketika beban melebihi kapasitas UPS. Sistem dapat mengeluarkan alarm, berpindah ke bypass, atau mematikan output sesuai tingkat overload dan durasi.
Short-Circuit Protection
Ketika terjadi hubung singkat pada output, UPS akan membatasi atau memutus suplai untuk melindungi inverter dan instalasi.
Overtemperature Protection
Suhu internal yang terlalu tinggi dapat terjadi akibat:
- Ventilasi tertutup.
- Kipas rusak.
- Ruangan panas.
- Debu.
- Beban tinggi.
- Komponen bermasalah.
UPS akan memberikan alarm atau melakukan shutdown untuk mencegah kerusakan.
Battery Low Voltage Protection
Proteksi ini mencegah baterai mengalami discharge terlalu dalam. Ketika tegangan mencapai batas tertentu, UPS akan mematikan output.
Fan Fault Alarm
Kipas berfungsi membuang panas dari komponen internal. Alarm kipas perlu segera diperiksa karena kegagalan kipas dapat menyebabkan overtemperature.
Cara Memilih UPS Arostech 3 KVA untuk ATM
Sebelum membeli, kumpulkan data berikut:
- Merek dan tipe ATM.
- Daya nominal.
- Daya maksimum.
- Jumlah printer.
- Perangkat CCTV.
- Router dan modem.
- Perangkat tambahan.
- Target backup.
- Ketersediaan genset.
- Kondisi tegangan listrik.
- Lokasi pemasangan.
- Suhu ruangan.
- Kebutuhan monitoring.
- Kebutuhan battery cabinet.
Mengapa Survei Beban Penting?
Data nameplate dapat menjadi referensi awal, tetapi pengukuran aktual memberikan hasil lebih akurat.
Konsumsi daya mesin ATM dapat berubah sesuai aktivitas. Printer, dispenser, layar, dan komponen mekanis dapat menghasilkan lonjakan sesaat.
Survei membantu:
- Menentukan kapasitas UPS.
- Menghitung runtime.
- Memilih jumlah baterai.
- Menentukan kabel.
- Memilih proteksi.
- Mengurangi risiko overload.
- Menghindari pembelian sistem terlalu besar.
Cara Memilih UPS 3 KVA untuk Server Kecil
Untuk server, buat daftar seluruh perangkat yang akan terhubung ke UPS.
Catat:
- Daya server.
- Jumlah power supply.
- Storage.
- Switch.
- Router.
- Firewall.
- Monitor.
- NVR.
- Kebutuhan ekspansi.
- Waktu shutdown aman.
Gunakan power meter untuk mengukur konsumsi aktual. Jangan hanya mengandalkan kapasitas power supply server karena power supply 750 W belum tentu selalu menggunakan 750 W.
Server dengan Dual Power Supply
Server dual power supply dapat dihubungkan dengan beberapa cara:
- Kedua input ke satu UPS.
- Satu input ke UPS A dan satu input ke UPS B.
- Satu input ke UPS dan satu input ke sumber terpisah.
Untuk kebutuhan kritis, pembagian ke dua UPS memberikan redundansi lebih baik.
Instalasi UPS Arostech 3 KVA yang Benar
UPS sebaiknya dipasang di lokasi yang:
- Kering.
- Bersih.
- Tidak terkena air.
- Tidak terkena sinar matahari langsung.
- Memiliki ventilasi.
- Mudah diakses.
- Tidak tertutup barang.
- Tidak terlalu panas.
- Memiliki ruang untuk baterai.
Jangan menutup lubang ventilasi UPS. Sisakan jarak pada bagian samping dan belakang.
Perangkat Instalasi yang Dibutuhkan
Instalasi dapat mencakup:
- MCB input.
- MCB output.
- Kabel input.
- Kabel output.
- Grounding.
- PDU.
- Panel distribusi.
- MCCB baterai.
- Fuse baterai.
- Battery cabinet.
- Kabel baterai.
- Intercell connector.
- EPO.
- SNMP card.
Ukuran kabel harus mengikuti arus, panjang kabel, metode pemasangan, dan standar instalasi.
Pengujian Saat Commissioning
Setelah pemasangan, lakukan pengujian:
- Tegangan input.
- Tegangan output.
- Frekuensi.
- Persentase beban.
- Mode normal.
- Mode baterai.
- Alarm.
- Bypass.
- Simulasi pemadaman.
- Runtime.
- Fungsi EPO.
- Komunikasi SNMP.
- Temperatur.
- Grounding.
- Polaritas baterai.
Hasil commissioning sebaiknya dicatat sebagai data awal untuk perawatan berikutnya.
Perawatan UPS ATM dan Server
UPS tidak dapat dianggap sebagai perangkat tanpa perawatan. Baterai, kipas, koneksi, dan komponen internal perlu diperiksa berkala.
Pemeriksaan Bulanan
- Periksa alarm.
- Periksa display.
- Periksa persentase beban.
- Periksa suhu ruang.
- Pastikan ventilasi tidak tertutup.
- Dengarkan suara kipas.
- Periksa kondisi fisik baterai.
- Periksa kebersihan.
Pemeriksaan Berkala
- Ukur tegangan baterai.
- Periksa terminal baterai.
- Lakukan battery test.
- Periksa internal resistance.
- Lakukan simulasi pemadaman.
- Periksa fungsi bypass.
- Periksa log SNMP.
- Bersihkan debu.
- Periksa kipas.
- Kencangkan koneksi jika diperlukan.
Kapan Baterai Harus Diganti?
Baterai perlu diperiksa atau diganti ketika:
- Runtime menurun.
- UPS langsung mati saat listrik padam.
- Alarm battery muncul.
- Baterai menggelembung.
- Terminal berkarat.
- Tegangan baterai tidak seimbang.
- Suhu baterai meningkat.
- Umur baterai telah melewati rekomendasi.
Temperatur tinggi mempercepat penurunan umur baterai. Ruangan baterai sebaiknya dijaga pada suhu yang stabil.
Mengapa Baterai Diganti Satu Set?
Baterai pada UPS umumnya dirangkai seri. Jika hanya satu baterai baru dipasang bersama baterai lama, perbedaan kapasitas dan internal resistance dapat menyebabkan ketidakseimbangan.
Risikonya:
- Charging tidak merata.
- Baterai baru cepat rusak.
- Runtime tidak optimal.
- Alarm tetap muncul.
- Satu baterai lemah membatasi seluruh string.
Karena itu, penggantian satu string lengkap lebih disarankan.
Berapa Harga UPS Arostech 3 KVA?
Harga UPS Arostech 3 KVA dipengaruhi oleh konfigurasi.
Komponen yang memengaruhi harga meliputi:
- Standard atau long-run model.
- Baterai internal.
- Jumlah external battery.
- Kapasitas baterai.
- Battery cabinet.
- Charger.
- SNMP card.
- Dry contact card.
- Kabel baterai.
- MCCB dan fuse.
- Instalasi.
- Pengiriman.
- Commissioning.
- Garansi.
- Layanan purna jual.
Harga tidak sebaiknya dibandingkan hanya berdasarkan kapasitas VA. Dua UPS dengan kapasitas sama dapat memiliki topologi, charger, jumlah baterai, monitoring, efisiensi, dan dukungan teknis yang berbeda.
Apakah UPS Arostech 3 KVA Cocok untuk ATM dan Server Kecil?
UPS Arostech 3 KVA cocok digunakan untuk ATM perbankan dan server kecil apabila kapasitas beban dan kebutuhan runtime telah dihitung dengan benar.
Kapasitas 3000 VA atau 2700 W memberikan ruang yang cukup untuk satu mesin ATM beserta perangkat jaringan, atau untuk beberapa perangkat server ringan dan menengah. Teknologi online double conversion, pure sine wave, transfer time 0 ms, input power factor tinggi, dan rentang tegangan lebar menjadi keunggulan penting untuk beban elektronik sensitif.
Untuk penggunaan yang optimal, beberapa hal perlu dipastikan:
- Total beban tidak melebihi kapasitas aman.
- AC dan printer laser tidak terhubung ke UPS.
- Baterai dipilih sesuai target runtime.
- Grounding dan proteksi instalasi tersedia.
- Ventilasi UPS tidak terhalang.
- Monitoring digunakan untuk lokasi penting.
- Perawatan dilakukan secara berkala.
- Commissioning dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem UPS.
Dengan perencanaan yang tepat, UPS Arostech 3 KVA untuk ATM dan server kecil dapat membantu menjaga layanan tetap aktif, mengurangi risiko downtime, dan memberikan waktu backup saat sumber listrik utama mengalami gangguan.









