Perbandingan UPS Riello MPT 30 dan S3T 30 kVA serta Aplikasi yang Cocok
Memilih UPS 30 kVA membutuhkan perhatian lebih dari sekadar melihat kapasitas yang tertulis pada nama produk. Dua UPS dengan kapasitas kVA sama dapat memiliki daya aktif, teknologi penyearah, sistem isolasi, ukuran kabinet, dan kebutuhan instalasi yang berbeda. Perbedaan tersebut memengaruhi kemampuan melayani beban, kemudahan pemasangan, serta kesesuaian UPS dengan infrastruktur listrik yang tersedia.
Hal ini terlihat pada UPS Riello MPT 30 dan Riello S3T 30 kVA. Keduanya menggunakan teknologi ON LINE double conversion untuk mendukung kontinuitas suplai listrik. Namun, MPT 30 memiliki kapasitas 30 kVA / 27 kW dengan trafo isolasi pada inverter, sedangkan S3T 30 memiliki kapasitas 30 kVA / 30 kW dengan desain transformer-free.
MPT 30 menjadi pilihan yang relevan ketika rancangan instalasi memerlukan trafo isolasi terintegrasi. Sementara itu, S3T 30 menawarkan daya aktif lebih besar pada rating kVA yang sama, bobot lebih ringan, dan karakteristik arus input yang terukur dalam datasheet.
Artikel ini membahas perbandingan keduanya berdasarkan datasheet Riello yang menjadi acuan, kemudian menjelaskan pertimbangan aplikasi untuk server, kantor, fasilitas medis, dan industri. Tujuannya membantu tim engineering, purchasing, serta pengelola fasilitas menyusun kebutuhan sebelum menentukan konfigurasi UPS.
Mengenal UPS Riello MPT 30 dan S3T 30
Riello MPT 30 dari keluarga Master MPS
Riello MPT 30 merupakan bagian dari seri Master MPS. Model ini menggunakan input tiga fase dan output tiga fase dengan kapasitas nominal 30 kVA serta daya aktif 27 kW.
Salah satu karakteristik utamanya adalah desain inverter dengan trafo isolasi. Pada sisi input, seri Master MPS menggunakan penyearah berbasis thyristor 6-pulse, dengan pilihan filter harmonisa sesuai konfigurasi yang ditawarkan.
MPT 30 memiliki berat tanpa baterai sekitar 315 kg. Dimensi kabinetnya adalah 555 × 740 × 1.400 mm. Data tersebut perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan, terutama apabila lokasi pemasangan berada di lantai atas, memiliki akses sempit, atau memerlukan pemindahan melalui lift barang.
Keberadaan trafo membuat MPT 30 memiliki karakteristik konstruksi berbeda dari UPS transformer-free. Akan tetapi, kesesuaian produk tetap harus dinilai berdasarkan kebutuhan sistem, bukan hanya berdasarkan berat atau keberadaan trafo.
Riello S3T 30 dari keluarga Sentryum
Riello S3T 30 merupakan bagian dari seri Sentryum. Kapasitas nominalnya adalah 30 kVA dengan daya aktif 30 kW. Faktor daya keluaran nominalnya mencapai satu hingga suhu operasi yang ditetapkan dalam datasheet.
S3T menggunakan desain transformer-free, penyearah input IGBT dengan kontrol faktor daya, serta teknologi inverter yang mendukung konstruksi lebih ringkas. Pada tabel spesifikasi, faktor daya input pada beban penuh tercantum 0,99 dan distorsi arus input THDi ?3%.
Untuk kapasitas 30 kVA, tersedia pilihan kabinet ACT dan XTD. Berat tanpa baterai serta ukuran kedua kabinet berbeda. Karena itu, penawaran sebaiknya menyebutkan varian kabinet secara jelas agar pembeli tidak membandingkan konfigurasi yang berbeda.
Trafo isolasi tersedia sebagai opsi pada seri Sentryum. Apabila proyek membutuhkan isolasi tambahan, jenis, posisi pemasangan, dimensi, dan biaya trafo tersebut harus dimasukkan dalam rancangan serta penawaran.
Tabel Perbandingan UPS Riello MPT 30 dan S3T 30 kVA
| Parameter | Riello MPT 30 | Riello S3T 30 |
|---|---|---|
| Keluarga produk | Master MPS | Sentryum |
| Kapasitas nominal | 30 kVA | 30 kVA |
| Daya aktif nominal | 27 kW | 30 kW |
| Faktor daya keluaran | 0,9 | 1 hingga 40 °C |
| Teknologi UPS | ON LINE double conversion | ON LINE double conversion |
| Klasifikasi | VFI-SS-111 | VFI-SS-111 |
| Trafo isolasi | Pada inverter | Transformer-free; trafo tersedia sebagai opsi |
| Penyearah input | Thyristor 6-pulse | IGBT dengan kontrol PFC |
| Faktor daya input | Angka tidak dicantumkan pada tabel model | 0,99 pada beban penuh |
| THDi input | Angka tidak dicantumkan; perlu konfirmasi konfigurasi filter | ?3% pada tabel spesifikasi |
| Tegangan input | 380 / 400 / 415 V tiga fase | 380 / 400 / 415 V tiga fase + netral |
| Toleransi input pada beban penuh | 400 V +20% / ?25% | 400 V ±20% |
| Rentang frekuensi input | 45–65 Hz | 40–72 Hz |
| Tegangan output | 380 / 400 / 415 V tiga fase + netral | 380 / 400 / 415 V tiga fase + netral |
| Stabilitas tegangan | ±1% | ±1% |
| Distorsi tegangan output non-linear | <3% | ?1,5% |
| Stabilitas frekuensi saat baterai | 0,05% | 0,01% |
| Berat tanpa baterai | 315 kg | ACT 78 kg; XTD 112 kg |
| Dimensi kabinet | 555 × 740 × 1.400 mm | ACT 380 × 850 × 1.025 mm; XTD 440 × 840 × 1.320 mm |
| Proteksi kabinet standar | IP20 | IP20 |
| Suhu operasi UPS | 0–40 °C | 0–40 °C |
| Suhu rekomendasi baterai | 20–25 °C | 20–25 °C |
Tabel tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan paling besar berada pada daya aktif, arsitektur input, trafo, serta konstruksi fisik. Beberapa parameter output juga berbeda, tetapi pemilihan UPS tetap perlu mempertimbangkan kondisi operasi dan konfigurasi lengkap yang ditawarkan.
Mengapa UPS 30 kVA Bisa Memiliki Daya 27 kW atau 30 kW
Kapasitas kVA dan kW menjelaskan dua batas yang perlu diperiksa secara bersamaan. kVA menunjukkan daya semu, sedangkan kW menunjukkan daya aktif yang digunakan oleh beban.
Pada MPT 30, rating daya aktif sebesar 27 kW berkaitan dengan faktor daya keluaran nominal 0,9. Pada S3T 30, rating daya aktif sebesar 30 kW berkaitan dengan faktor daya keluaran nominal satu.
Dengan demikian, S3T 30 memiliki kapasitas daya aktif 3 kW lebih besar, atau sekitar 11,1% dibandingkan MPT 30. Perbedaan ini dapat berarti bagi fasilitas yang memiliki beban aktif tinggi atau sedang merencanakan penambahan perangkat.
Sebagai contoh, total beban aktif sebesar 28 kW sudah melampaui rating aktif MPT 30. Beban tersebut masih berada di bawah rating aktif S3T 30, tetapi belum otomatis dapat dinyatakan sesuai. Tim teknis tetap harus memeriksa total kVA, arus awal, ketidakseimbangan fase, suhu, dan cadangan kapasitas.
Faktor daya keluaran nominal UPS juga tidak boleh disamakan dengan faktor daya aktual beban atau faktor daya input UPS. Ketiganya berkaitan dengan bagian sistem yang berbeda.
Untuk penjelasan perhitungan yang lebih terarah, baca artikel UPS 30 kVA berapa kW dan cara menghitung kapasitas bebannya.
Perbedaan Trafo Isolasi dan Desain Transformer-Free
Trafo isolasi merupakan salah satu pertimbangan utama ketika membandingkan MPT 30 dan S3T 30. Pada MPT, trafo merupakan bagian dari desain inverter. Pada S3T, konstruksi dasarnya transformer-free.
Keberadaan trafo dapat menjadi kebutuhan dalam rancangan kelistrikan tertentu. Penilaiannya mencakup hubungan sumber dan beban, sistem netral, jalur bypass, kebutuhan pemisahan galvanis, serta koordinasi proteksi.
Namun, keberadaan trafo tidak berarti seluruh jalur listrik pada semua mode operasi memiliki karakteristik isolasi yang sama. Jalur inverter dan bypass perlu ditinjau berdasarkan diagram sistem serta konfigurasi pemasangannya.
Desain transformer-free memungkinkan S3T memiliki bobot lebih ringan. Hal ini dapat mempermudah penempatan dan pemindahan, terutama pada ruang yang aksesnya terbatas. Jika proyek tetap membutuhkan trafo isolasi, opsi trafo harus dihitung sebagai bagian dari sistem lengkap.
Perbandingan yang adil perlu memasukkan seluruh komponen tersebut. Membandingkan MPT dengan trafo terintegrasi terhadap S3T tanpa menghitung trafo tambahan, padahal proyek mensyaratkannya, dapat menghasilkan kesimpulan biaya dan ruang yang kurang tepat.
Pembahasan lebih lengkap tersedia pada artikel perbedaan UPS trafo isolasi dan transformer-free serta panduan memilihnya.
Teknologi Penyearah Input dan Dampaknya terhadap Sumber Listrik
Penyearah berfungsi mengubah suplai AC menjadi DC untuk kebutuhan sistem UPS. Teknologi pada bagian ini memengaruhi karakteristik arus yang ditarik dari sumber listrik.
MPT 30 menggunakan penyearah thyristor 6-pulse. Brosur Master MPS menyebutkan pilihan filter harmonisa. Nilai faktor daya input dan THDi untuk MPT 30 tidak dicantumkan pada tabel model yang menjadi acuan artikel ini, sehingga perlu diminta sesuai konfigurasi aktual.
S3T 30 menggunakan penyearah IGBT dengan kontrol PFC. Pada tabel spesifikasinya, faktor daya input pada beban penuh tercantum 0,99 dan THDi ?3%.
Nilai tersebut memberikan acuan saat melakukan studi terhadap panel distribusi, transformator sumber, atau genset. Akan tetapi, angka UPS saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa kapasitas sumber dapat langsung diperkecil.
Perencanaan sumber perlu memperhitungkan beban lain, pengisian baterai, kondisi transien, karakteristik alternator genset, dan pengaturan masuknya beban UPS. Data tersebut membantu engineer menilai interaksi antarkomponen secara menyeluruh.
Rentang Tegangan dan Frekuensi Input
Pada acuan input 400 V dan beban penuh, MPT 30 memiliki toleransi +20% / ?25%. Rentang tersebut setara dengan sekitar 300–480 V pada kondisi yang dinyatakan.
S3T 30 mencantumkan toleransi ±20% pada beban penuh, setara dengan sekitar 320–480 V pada acuan yang sama.
MPT memiliki batas tegangan bawah lebih rendah pada perbandingan tersebut. Meski demikian, rentang operasi tidak boleh dibaca terpisah dari tingkat beban dan syarat pabrikan. Brosur dapat mencantumkan rentang lebih lebar dengan ketentuan tertentu.
Pada sisi frekuensi, tabel MPT mencantumkan 45–65 Hz, sedangkan S3T mencantumkan 40–72 Hz. Rentang penerimaan frekuensi S3T lebih lebar menurut data tersebut.
Untuk lokasi dengan genset, rentang input merupakan salah satu bahan evaluasi. Stabilitas genset, perpindahan sumber, sinkronisasi bypass, dan konfigurasi UPS tetap perlu diperiksa sebelum menentukan pilihan.
Kualitas Tegangan Output untuk Beban Sensitif
Kedua UPS menggunakan teknologi ON LINE double conversion dengan klasifikasi VFI-SS-111. Keduanya juga mencantumkan stabilitas tegangan output ±1%.
Pada beban non-linear, MPT mencantumkan distorsi tegangan output <3%, sementara S3T mencantumkan ?1,5%. Perbedaan ini dapat menjadi pertimbangan untuk perangkat dengan karakteristik penarikan arus non-linear.
Walaupun demikian, kualitas daya di sisi perangkat tidak hanya ditentukan oleh UPS. Ukuran kabel, panjang jalur, sambungan, pembagian beban antarfase, serta kondisi panel distribusi ikut memengaruhi hasil instalasi.
Stabilitas frekuensi saat operasi baterai juga berbeda. MPT mencantumkan 0,05%, sedangkan S3T mencantumkan 0,01%. Untuk sebagian aplikasi, perbedaan tersebut dapat masuk dalam evaluasi teknis, terutama apabila perangkat memiliki persyaratan frekuensi tertentu.
Pemilihan tetap sebaiknya mengacu pada kebutuhan perangkat yang benar-benar akan dilindungi, bukan sekadar mencari angka spesifikasi paling kecil atau paling besar.
Memahami Overload Inverter dan Bypass
Kemampuan overload sering digunakan untuk membandingkan UPS, tetapi angka yang dibandingkan harus mewakili kondisi operasi yang sama.
Pada MPT 30, tabel spesifikasi mencantumkan kemampuan overload 110% selama 60 menit, 125% selama 10 menit, dan 150% selama satu menit.
Pada S3T, tabel model mencantumkan overload bypass 110% kontinu, 125% selama 60 menit, dan 150% selama 10 menit. Brosur seri juga membahas kemampuan arus puncak inverter dalam durasi milidetik.
Angka bypass, overload inverter dalam hitungan menit, dan kemampuan arus puncak dalam milidetik memiliki arti berbeda. Ketiganya tidak dapat disusun sebagai perbandingan langsung tanpa mengetahui kondisi pengujiannya.
Untuk beban yang memiliki lonjakan arus, mintalah kurva overload inverter model yang dipesan. Sertakan pula data durasi lonjakan, frekuensi kejadian, serta kebutuhan perangkat ketika sumber utama padam dan UPS bekerja dari baterai.
Langkah tersebut jauh lebih berguna daripada hanya membandingkan persentase tertinggi pada brosur.
Efisiensi UPS dan Perhitungan Biaya Operasional
Efisiensi berkaitan dengan selisih antara energi yang masuk dan energi yang diteruskan ke beban. Selisih tersebut menjadi rugi daya yang ikut memengaruhi kebutuhan pendinginan.
Brosur MPT mencantumkan efisiensi ECO hingga 98%. Brosur seri Sentryum menjelaskan efisiensi ON LINE hingga 96,6%, sedangkan tabel S3T mencantumkan efisiensi SMART ACTIVE hingga 99%.
Angka tersebut berasal dari mode operasi berbeda. Karena itu, angka 98% ECO pada MPT tidak dapat langsung dibandingkan dengan 96,6% ON LINE pada Sentryum untuk menyimpulkan produk mana yang lebih hemat.
Perbandingan biaya operasional membutuhkan kurva efisiensi pada mode dan tingkat beban yang sama. Selain itu, angka “hingga” pada informasi seri bukan jaminan bahwa setiap model mencapai nilai tersebut pada semua kondisi.
Untuk fasilitas yang beroperasi sepanjang hari, mintalah data pada beberapa tingkat beban. Perhitungan kemudian dapat memasukkan jam operasi, tarif listrik yang digunakan pelanggan, serta tambahan kebutuhan pendinginan berdasarkan kondisi nyata.
Dimensi dan Berat untuk Perencanaan Instalasi
MPT 30 memiliki berat tanpa baterai sekitar 315 kg. S3T 30 memiliki berat tanpa baterai sekitar 78 kg untuk kabinet ACT dan 112 kg untuk kabinet XTD.
Perbedaan tersebut berpengaruh pada kebutuhan alat angkut, kapasitas lift, jalur masuk, dan beban lantai. Penilaian menjadi semakin penting apabila baterai ditempatkan di kabinet yang sama atau berdekatan dengan UPS.
Dimensi MPT 30 adalah 555 × 740 × 1.400 mm. S3T ACT memiliki dimensi 380 × 850 × 1.025 mm, sedangkan S3T XTD memiliki dimensi 440 × 840 × 1.320 mm.
Kabinet lebih kecil tidak berarti ruang pemasangan cukup dihitung dari ukuran fisik UPS. Ruang servis, ventilasi, akses kabel, pembukaan pintu, dan jalur evakuasi perangkat tetap harus disediakan.
Apabila S3T menggunakan trafo opsional, hitung kembali ruang dan berat totalnya. Perbandingan instalasi harus memakai konfigurasi lengkap agar kebutuhan lokasi tidak terlewat.
Sistem Baterai dan Durasi Backup
Kapasitas 30 kVA tidak menunjukkan berapa menit UPS mampu bertahan ketika listrik padam. Durasi backup bergantung pada beban aktual dan sistem baterai.
Faktor yang perlu diperiksa meliputi jumlah blok baterai, kapasitas Ah, jumlah string paralel, karakteristik pelepasan daya, suhu, usia baterai, dan batas akhir tegangan yang digunakan dalam perhitungan.
Pada brosur Sentryum, konfigurasi standar dijelaskan menggunakan 20+20 blok baterai 12 V dengan titik tengah netral. Brosur juga menyebutkan rentang pengaturan 15+15 sampai 22+22 blok, dengan derating daya nominal ketika konfigurasi berada di bawah 20+20.
Informasi tersebut perlu diverifikasi terhadap unit serta konfigurasi yang benar-benar dipesan. Jumlah baterai pada UPS lama tidak boleh langsung dijadikan patokan pengadaan UPS baru.
Untuk MPT 30, jumlah blok yang diperlukan harus dikonfirmasi melalui konfigurasi DC resmi. Daftar jenis baterai yang kompatibel pada seri tidak berarti seluruh baterai dapat langsung dipasang tanpa meninjau charger, tegangan, dan persyaratan komunikasi.
Dalam penawaran, target backup sebaiknya dinyatakan pada beban tertentu. Sebagai contoh, permintaan “backup 15 menit pada beban 18 kW” lebih jelas untuk dirancang daripada hanya menyebut “UPS 30 kVA dengan baterai 100 Ah”.
Aplikasi untuk Server dan Jaringan
S3T 30 menjadi pilihan yang relevan untuk ruang server, perangkat jaringan, sistem penyimpanan data, dan infrastruktur IT dengan kebutuhan daya aktif tinggi.
Rating 30 kW, bobot ringan, serta karakteristik inputnya dapat membantu perencanaan ruang dan distribusi daya. Pilihan antarmuka komunikasi juga mendukung kebutuhan pemantauan, dengan rincian aksesori mengikuti konfigurasi penawaran.
MPT 30 tetap dapat digunakan untuk aplikasi IT apabila kapasitas dan rancangan instalasinya sesuai. Model ini relevan ketika kebutuhan trafo isolasi merupakan bagian dari desain sistem.
Pada kedua pilihan, periksa konsumsi aktual perangkat, redundansi power supply, pembagian fase, kapasitas panel keluaran, serta kebutuhan pertumbuhan. Jumlah perangkat atau kapasitas power supply yang tertulis pada label belum tentu sama dengan konsumsi operasionalnya.
Sistem server juga memerlukan strategi saat baterai mendekati batas backup. Koordinasikan pemantauan UPS dengan prosedur pemadaman perangkat secara teratur apabila sumber cadangan belum tersedia.
Aplikasi untuk Rumah Sakit dan Fasilitas Medis
Fasilitas medis memiliki kelompok beban yang berbeda. Server rekam medis, jaringan, laboratorium, perangkat diagnostik, dan peralatan tindakan tidak dapat diperlakukan sebagai satu jenis beban yang seragam.
MPT 30 dapat dipertimbangkan ketika rancangan kelistrikan mensyaratkan trafo isolasi UPS. S3T 30 dapat dipertimbangkan untuk IT medis, laboratorium, dan perangkat yang sesuai dengan arsitektur transformer-free.
Penentuan produk harus mengikuti spesifikasi perangkat medis serta rancangan instalasinya. Keberadaan trafo pada UPS tidak otomatis menjadikan keseluruhan sistem memenuhi kebutuhan isolasi medis.
Koordinasi dengan pemasok peralatan dan perencana kelistrikan membantu memastikan arus awal, kualitas daya, waktu perpindahan yang diizinkan, serta kebutuhan proteksi sudah dipahami.
Untuk perangkat dengan beban berdenyut atau lonjakan tinggi, mintalah data teknis yang memadai. Kapasitas kVA nominal saja belum cukup untuk menyatakan bahwa UPS dapat digunakan.
Aplikasi untuk Kontrol Industri dan Mesin
PLC, SCADA, komputer industri, perangkat instrumentasi, dan sistem komunikasi proses merupakan contoh beban yang dapat memerlukan kontinuitas suplai.
MPT 30 relevan apabila trafo isolasi terintegrasi menjadi kebutuhan desain. S3T 30 relevan apabila proyek mengutamakan daya aktif, bobot, ruang, dan karakteristik arus input.
Untuk motor, pompa, kompresor, atau mesin dengan penggerak tertentu, evaluasinya harus lebih terperinci. Periksa arus awal, lama lonjakan, penggunaan VFD, kemungkinan energi balik, dan kemampuan proteksi.
Tidak semua beban produksi perlu disuplai UPS yang sama. Dalam beberapa rancangan, bagian kontrol dilindungi UPS sementara penggerak utama menggunakan sumber lain. Pembagian tersebut ditentukan oleh kebutuhan proses dan konsekuensi ketika listrik terganggu.
Panduan pengumpulan kebutuhan dapat dibaca pada artikel cara memilih UPS 30 kVA untuk server rumah sakit dan industri.
Pertimbangan Ketika UPS Digunakan Bersama Genset
UPS dan genset menjalankan fungsi yang saling melengkapi. Baterai UPS menjaga suplai selama gangguan awal, sedangkan genset dapat menyediakan sumber untuk operasi lebih panjang setelah siap mengambil beban.
S3T memiliki faktor daya input 0,99 pada beban penuh dan THDi ?3% pada tabel spesifikasi. Data ini membantu studi kecocokan dengan sumber.
Pada MPT, mintalah data input sesuai konfigurasi, termasuk filter harmonisa apabila digunakan. Evaluasi juga pengaturan pengisian baterai setelah listrik padam karena proses tersebut menambah kebutuhan daya input.
Ukuran genset tidak sebaiknya ditentukan hanya dengan mengalikan kapasitas UPS menggunakan faktor umum. Perhitungan perlu memasukkan karakteristik alternator, beban fasilitas lain, transien, serta pengaturan masuknya beban.
Hasil yang diharapkan adalah kombinasi UPS dan genset yang dapat beroperasi stabil pada kondisi nyata, termasuk ketika baterai sedang mengisi kembali.
Cara Menentukan Pilihan antara MPT 30 dan S3T 30
Pilihan dapat dimulai dengan menjawab kebutuhan proyek secara berurutan.
Pertama, tentukan beban aktif dan daya semu aktual. Pastikan keduanya berada dalam kemampuan UPS dengan cadangan yang sesuai rencana pengembangan.
Kedua, pastikan apakah trafo isolasi memang diperlukan. Jika diperlukan, tentukan posisi dan fungsinya dalam rancangan, termasuk saat sistem berada pada jalur bypass.
Ketiga, periksa sumber listrik. Catat kondisi PLN, kapasitas genset, keberadaan netral, serta masalah kualitas daya yang pernah terjadi.
Keempat, tetapkan target backup pada beban yang jelas. Data ini digunakan untuk menyusun baterai, proteksi DC, kabel, dan kapasitas pengisian.
Kelima, evaluasi kondisi lokasi. Ukuran ruangan, daya dukung lantai, ventilasi, akses angkut, dan ruang servis harus masuk dalam penilaian.
Terakhir, bandingkan penawaran dengan cakupan setara. Harga UPS saja belum mewakili biaya sistem apabila baterai, trafo tambahan, panel, kabel, pemasangan, dan commissioning belum disertakan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah MPT 30 dan S3T 30 sama-sama 30 kVA?
Ya. Keduanya berkapasitas nominal 30 kVA, tetapi daya aktif MPT 30 adalah 27 kW, sedangkan S3T 30 adalah 30 kW.
Apakah S3T 30 memiliki trafo isolasi bawaan?
Desain dasarnya transformer-free. Trafo isolasi tersedia sebagai opsi yang perlu dirinci sesuai kebutuhan proyek.
Apakah MPT 30 selalu lebih cocok untuk industri?
Kesesuaian industri bergantung pada kebutuhan isolasi, karakteristik beban, lonjakan arus, dan instalasi. Keduanya dapat dipertimbangkan setelah evaluasi teknis.
Mana yang lebih cocok untuk server?
S3T 30 menarik untuk aplikasi server karena rating daya aktif 30 kW, konstruksi ringan, dan karakteristik inputnya. MPT tetap relevan apabila rancangan memerlukan trafo isolasi terintegrasi.
Apakah baterai UPS lama dapat digunakan kembali?
Bisa dipertimbangkan setelah pemeriksaan. Tegangan DC, jumlah blok, titik tengah, kapasitas, kondisi baterai, dan kompatibilitas charger harus sesuai dengan UPS baru.
Apakah UPS yang lebih besar pasti memiliki backup lebih lama?
Tidak. Backup ditentukan oleh energi baterai yang dapat digunakan dan beban aktual. UPS berkapasitas sama dapat memiliki durasi backup berbeda apabila konfigurasi baterainya berbeda.
Konsultasi UPS Riello 30 kVA bersama DBSN Group
Perbandingan MPT 30 dan S3T 30 menunjukkan bahwa pemilihan UPS perlu dimulai dari kebutuhan sistem. MPT menawarkan trafo isolasi terintegrasi dengan rating 27 kW. S3T menawarkan rating 30 kW, konstruksi transformer-free, serta kabinet lebih ringan.
DBSN Group melalui UPS Indonesia dapat menjadi tujuan konsultasi untuk membahas kebutuhan pengadaan UPS, baterai, dan perencanaan instalasinya.
Siapkan daftar beban, target backup, lokasi pemasangan, kondisi panel, serta informasi sumber listrik dan genset. Data yang lengkap membantu penyusunan konfigurasi serta penawaran yang lebih tepat.
Untuk memperdalam pertimbangan sebelum mengajukan kebutuhan, pelajari perbedaan teknologi UPS trafo isolasi dan transformer-free, pahami hubungan kapasitas UPS 30 kVA dengan daya kW, dan gunakan panduan memilih UPS berdasarkan aplikasi.
Referensi teknis: datasheet Riello Master MPS DATMPTF2Y23BREN dan Riello Sentryum DATS3TD2T23BREN yang dilampirkan. Kesesuaian aplikasi merupakan interpretasi teknis dan perlu dikonfirmasi terhadap kebutuhan proyek serta konfigurasi unit.
Catatan publikasi: interlink artikel pendukung menggunakan slug yang direncanakan dalam brief. Pastikan ketiga halaman tersebut diterbitkan pada URL yang sama sebelum artikel dipublikasikan.