Bagaimana Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800?

Bagaimana Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800?

Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800 perlu dipahami sejak awal karena dua komponen ini berfungsi sebagai sensor proteksi dalam sistem pompa air tenaga surya. Low-water probe bekerja di area sumber air untuk mendeteksi kondisi air rendah, sedangkan float switch bekerja di tandon untuk membaca level air penuh. Keduanya membantu controller mengambil keputusan kapan pompa harus bekerja dan kapan pompa harus berhenti.

Pada sistem Pompa Lorentz PS 1800, proteksi sensor tidak boleh dianggap sebagai pelengkap. Sistem ini melibatkan pompa, controller PS, panel surya, kabel sensor, junction box, grounding, pipa, sumber air, dan tandon. Jika low-water probe tidak terpasang dengan benar, risiko pompa bekerja kering atau dry-run meningkat. Jika float switch tidak dipasang atau tidak diuji, tandon bisa meluap dan pompa bekerja lebih lama dari yang dibutuhkan.

Artikel ini cocok untuk petani, teknisi, kontraktor, Dinas Pengairan, pengelola tandon, pengguna sumur bor, dan pemilik sistem pompa air tenaga surya Lorentz. Pembahasan dibuat dengan bahasa sederhana agar pengguna tidak hanya tahu fungsi sensor, tetapi juga memahami posisi pemasangan, kesalahan umum, dan cara mencegah gangguan di lapangan.

Apa Fungsi Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800?

Low-water probe dan float switch berfungsi sebagai sistem kontrol otomatis. Low-water probe membantu controller membaca kondisi sumber air. Float switch membantu controller membaca kondisi tandon. Dengan dua sensor ini, sistem pompa Lorentz PS 1800 dapat bekerja lebih aman, terutama pada area pertanian, irigasi, embung, sungai, atau sumur bor yang debit airnya bisa berubah.

Alur sederhananya seperti ini:

sumber air ? pompa ? pipa ? tandon ? float switch ? controller

Jika sumber air turun, low-water probe mengirim sinyal agar controller menghentikan pompa. Jika tandon penuh, float switch memberi sinyal agar pompa berhenti. Jadi, sensor ini bukan hiasan instalasi, melainkan bagian penting dari dry-run protection dan full-tank shutoff.

Masalah yang sering terjadi, pengguna menganggap sensor hanya aksesori tambahan. Ada yang ingin instalasi terlihat sederhana, sehingga hanya memasang panel surya, controller, pompa, dan pipa. Padahal, sistem tanpa sensor lebih berisiko. Pompa bisa terus bekerja saat air sumber sudah turun, atau terus mengisi tandon walaupun air sudah penuh.

Mengapa low-water probe penting untuk mencegah dry-run?

Low-water probe penting karena sensor ini mendeteksi level air rendah pada sumber air. Ketika air turun di bawah posisi sensor, controller dapat menghentikan pompa agar tidak bekerja kering. Inilah yang disebut dry-run protection. Proteksi ini sangat penting karena pompa yang bekerja tanpa air dapat mengalami keausan lebih cepat dan berisiko rusak.

Pada sumur bor, embung, sungai, atau sumber air terbatas, level air bisa berubah karena musim, pemakaian, dan kemampuan sumber air untuk pulih. Saat musim kemarau, sumber air bisa turun lebih cepat. Jika pompa tetap dipaksa bekerja, sistem bisa sering stop-start atau mengalami kerusakan.

Manfaat low-water probe:

  • Mendeteksi level air rendah.
  • Membantu controller menghentikan pompa saat air turun.
  • Mencegah pompa bekerja kering.
  • Mengurangi risiko kerusakan akibat dry-run.
  • Membantu menjaga sumber air agar tidak dipaksa berlebihan.
  • Cocok untuk sumur bor, embung, sungai, dan sumber air terbatas.

Jika air kembali pulih, controller dapat mengizinkan pompa bekerja kembali sesuai kondisi sistem. Karena itu, low-water probe sangat penting dalam instalasi Pompa Lorentz PS 1800, terutama untuk irigasi pertanian yang bekerja beberapa jam setiap hari.

“Low-water probe dan float switch adalah sensor kecil dengan fungsi besar. Low-water probe membantu mencegah pompa bekerja kering, sedangkan float switch mencegah tandon meluap. Banyak kasus pompa stop-start, SOURCE LOW, atau TANK FULL palsu terjadi karena sensor kotor, posisi salah, kabel longgar, atau tidak diuji saat commissioning,” ujar teknisi pompa tenaga surya DBSN Group.

Mengapa float switch penting untuk tandon air?

Float switch penting karena fungsinya menghentikan pompa saat tandon penuh. Pada sistem irigasi dengan tandon penampungan, float switch membantu mencegah air meluap, mengurangi pemborosan air, dan mengurangi kerja pompa yang tidak perlu. Jika tandon sudah penuh tetapi pompa tetap menyala, energi dari panel surya terbuang dan sistem bekerja tanpa manfaat.

Float switch juga membantu pengguna yang tidak selalu berada di lokasi. Misalnya, petani menyalakan sistem pagi hari, lalu meninggalkan area lahan. Saat tandon penuh, float switch memberi sinyal ke controller agar pompa berhenti. Saat air tandon turun, sistem bisa kembali bekerja jika energi matahari mencukupi.

Keuntungan memakai float switch:

  • Menghentikan pompa saat tandon penuh.
  • Mencegah air meluap.
  • Menghemat air dan energi.
  • Mengurangi jam kerja pompa yang tidak perlu.
  • Cocok untuk sistem tandon irigasi.
  • Membantu sistem lebih otomatis dan mudah diawasi.

Query seperti “fungsi low-water probe Pompa Lorentz”, “cara pasang float switch tandon”, dan “Pompa Lorentz PS 1800 sering mati karena SOURCE LOW” biasanya dicari pengguna ketika sistem sudah mengalami gejala di lapangan. Karena itu, sensor sebaiknya dipasang dan diuji sejak awal, bukan setelah masalah muncul.

Bagaimana Cara Memasang Low-Water Probe pada Pompa Lorentz PS 1800?

Pemasangan low-water probe harus memperhatikan posisi sensor, kondisi sumber air, dan jalur kabel sensor menuju controller. Sensor ini bekerja dengan membaca keberadaan air pada titik tertentu. Jika posisinya salah, controller bisa menerima sinyal yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Untuk pompa yang dipasang vertikal, low-water probe dapat ditempatkan dekat pipa di atas outlet pompa. Prinsipnya, posisi sensor harus lebih tinggi dari pompa dan berada dalam posisi vertikal. Hindari memasang sensor terlalu dekat dasar sumber air karena lumpur, pasir, atau kotoran bisa menutup sensor.

Di mana posisi low-water probe sebaiknya dipasang?

Low-water probe sebaiknya dipasang di area sumber air pada posisi yang bisa membaca level air dengan aman. Sensor harus berada lebih tinggi dari pompa agar controller dapat menghentikan sistem sebelum pompa benar-benar kehilangan air. Untuk sistem sumur bor atau sumber air yang relatif bersih, sensor dapat dipasang dekat pipa di atas outlet pompa.

Poin posisi pemasangan:

  • Sensor dipasang di area sumber air.
  • Untuk pompa vertikal, probe dapat ditempatkan dekat pipa di atas outlet pompa.
  • Posisi sensor harus lebih tinggi dari pompa.
  • Sensor harus berada dalam posisi vertikal.
  • Hindari lokasi yang mudah tertutup lumpur atau pasir.
  • Pastikan sensor bisa diperiksa jika sumber air kotor.

Pada sumber air permukaan, seperti embung, sungai, atau bak penampungan, sensor bisa terganggu oleh alga, lumpur, daun, atau binatang kecil. Karena itu, teknisi perlu membuat akses agar sensor bisa ditarik atau dibersihkan tanpa membongkar seluruh sistem.

Apa kesalahan umum saat memasang low-water probe?

Kesalahan paling umum adalah tidak memasang sensor sama sekali. Pengguna merasa sumber air selalu cukup, padahal kondisi air bisa berubah. Kesalahan lain adalah memasang sensor terlalu dekat dasar lumpur, memasang sensor dalam posisi miring, kabel sensor tidak diamankan, atau sensor tidak diuji setelah pemasangan.

Kesalahan yang perlu dihindari:

  • Sensor tidak dipasang.
  • Sensor terlalu dekat dasar lumpur.
  • Sensor miring atau tidak vertikal.
  • Kabel sensor tidak diamankan.
  • Sensor tidak diuji setelah pemasangan.
  • Sensor tertutup alga, lumpur, atau kotoran.
  • Bypass sensor dilakukan tanpa memastikan sumber air benar-benar stabil.

Jika sumber air kotor, inspeksi berkala sangat penting. Bersihkan sensor dari lumpur, pasir, alga, dan kotoran yang menempel. Cek juga kabel sensor agar tidak terjepit, tertarik, atau rusak karena gesekan. Dengan pemasangan dan perawatan yang benar, sistem akan lebih aman dari dry-run melalui Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800

klik disini

Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800 tidak hanya berhenti pada pemasangan sensor di sumber air. Bagian tandon juga perlu diperhatikan, terutama saat sistem digunakan untuk irigasi pertanian, pengairan desa, atau pengisian bak penampungan yang tidak selalu diawasi operator. Float switch membantu controller membaca kondisi tandon, sedangkan low-water probe membantu membaca kondisi sumber air. Jika dua sensor ini terpasang benar, sistem pompa air tenaga surya akan lebih aman, hemat air, dan tidak bekerja berlebihan.

Bagaimana Cara Memasang Float Switch pada Tandon Air?

Float switch dipasang pada tandon, bak penampungan, atau reservoir untuk menghentikan pompa saat air sudah mencapai level penuh. Pada sistem Pompa Lorentz PS 1800, fungsi ini sangat penting karena pompa bisa bekerja otomatis mengikuti energi dari panel surya. Tanpa float switch, air dapat terus mengalir walaupun tandon sudah penuh. Akibatnya, air meluap, energi terbuang, dan pompa bekerja lebih lama dari yang dibutuhkan.

Masalah yang sering terjadi adalah float switch dipasang asal. Ada pelampung yang posisinya terlalu tinggi sehingga tandon tetap meluap. Ada juga yang posisinya terlalu rendah sehingga pompa berhenti sebelum tandon benar-benar penuh. Dalam beberapa kasus, kabel float switch tertarik, terjepit, atau tergesek dinding tandon sehingga sinyal ke controller tidak stabil.

Di mana float switch harus dipasang?

Float switch harus dipasang di bagian tandon yang memungkinkan pelampung bergerak bebas mengikuti naik turunnya level air. Posisi pelampung menentukan kapan pompa berhenti dan kapan sistem boleh bekerja kembali. Karena itu, pemasangan tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan. Teknisi perlu menyesuaikan level ON dan OFF dengan kebutuhan air di lapangan.

Poin pemasangan float switch:

  • Pasang float switch di tandon, bak penampungan, atau reservoir.
  • Pastikan pelampung tidak menabrak dinding tandon.
  • Pastikan pelampung tidak tersangkut pipa masuk atau pipa keluar.
  • Atur level pompa berhenti sesuai kapasitas tandon.
  • Amankan kabel agar tidak tertarik, terjepit, atau tergesek.
  • Pastikan tandon tetap memiliki jalur overflow sebagai cadangan keamanan.
  • Tandai level pompa ON dan OFF pada dinding tandon.

Saya sering melihat sistem tandon meluap bukan karena float switch jelek, tetapi karena posisi pelampung tidak diuji setelah pemasangan. Float switch terlihat sudah terpasang, kabel sudah tersambung, tetapi level berhentinya belum sesuai kebutuhan. Untuk sistem irigasi, hal kecil seperti ini bisa membuat air terbuang setiap hari tanpa disadari.

Apa jenis float switch yang umum digunakan?

Jenis float switch yang umum digunakan adalah normally open dan normally closed. Sistem dapat disesuaikan dengan terminal controller dan kebutuhan kontrol di lapangan. Pemilihan jenis switch sebaiknya mengikuti desain sistem, bukan hanya mengikuti stok yang tersedia. Jika salah memilih tipe atau salah wiring, controller bisa menerima sinyal terbalik. Akibatnya, pompa bisa berhenti saat seharusnya bekerja, atau bekerja saat tandon sudah penuh.

Untuk jalur kabel yang panjang dari tandon ke controller, gunakan kabel yang sesuai lingkungan. Jika kabel melewati area terbuka, lembap, panas, atau rawan gangguan, jalurnya perlu diamankan. Pada instalasi tertentu, shielded twisted-pair cable dapat membantu mengurangi gangguan akibat surge atau induksi petir pada jalur panjang.

Tips setelah pemasangan:

  • Uji kondisi tandon penuh.
  • Uji kondisi air turun.
  • Pastikan controller membaca sinyal dengan benar.
  • Cek apakah pelampung bergerak bebas.
  • Cek apakah kabel aman dari gesekan.
  • Catat level ON/OFF dalam form commissioning.

Bagaimana Menghubungkan Low-Water Probe dan Float Switch ke Controller?

Menghubungkan low-water probe dan float switch ke controller membutuhkan ketelitian. Sensor sudah dipasang belum tentu bekerja jika wiring salah, terminal longgar, atau kabel sensor rusak. Karena itu, bagian wiring harus masuk dalam checklist commissioning Pompa Lorentz PS 1800.

Sebelum wiring, pastikan sumber daya dimatikan. Jangan membuka controller atau junction box saat sistem masih bertegangan. Gunakan kabel sensor yang sesuai, pastikan terminal kencang, dan buat jalur kabel aman dari gesekan, panas, air, aktivitas lapangan, serta gigitan hewan. Jika kabel cukup panjang, risiko surge dari petir juga perlu diperhatikan. Grounding dan proteksi kabel menjadi bagian penting dari instalasi sensor.

Apa yang perlu diperhatikan saat wiring sensor ke controller?

Saat wiring sensor ke controller, teknisi perlu memperhatikan terminal, jenis kabel, jalur kabel, dan dokumentasi. Low-water probe dan float switch bekerja sebagai pemberi sinyal. Jika sinyal tidak terbaca benar, controller bisa menampilkan kondisi seperti SOURCE LOW atau TANK FULL walaupun kondisi lapangan tidak sesuai.

Checklist wiring sensor:

  • Matikan sumber daya sebelum membuka controller.
  • Gunakan kabel sensor yang sesuai lingkungan.
  • Pastikan terminal low-water probe kencang.
  • Pastikan terminal float switch kencang.
  • Hindari jalur kabel yang mudah tertarik atau terjepit.
  • Lindungi kabel dari panas, air, gesekan, dan hewan.
  • Perhatikan grounding dan proteksi surge untuk jalur panjang.
  • Foto terminal controller sebelum box ditutup.

Menurut pengalaman lapangan, dokumentasi wiring sangat membantu saat troubleshooting. Foto kabel, terminal, posisi jumper, dan jalur sensor bisa mempercepat pengecekan saat muncul error. Tanpa foto awal, teknisi sering harus menebak apakah masalah berasal dari sensor, kabel, terminal, atau controller.

Mengapa terminal dan kabel sensor harus dicek sebelum sistem dinyalakan?

Terminal dan kabel sensor harus dicek sebelum sistem dinyalakan karena koneksi longgar bisa membuat sensor salah baca. Kabel rusak juga bisa membuat controller menerima sinyal keliru. Akibatnya, SOURCE LOW atau TANK FULL bisa muncul bukan karena kondisi air benar-benar rendah atau tandon benar-benar penuh, tetapi karena masalah kabel atau terminal.

Pemeriksaan sebelum ON:

  • Tarik ringan kabel untuk memastikan sambungan kuat.
  • Cek apakah kabel sensor terkelupas.
  • Pastikan tidak ada air masuk ke junction box.
  • Pastikan lubang conduit tertutup.
  • Cek kembali posisi low-water probe.
  • Cek gerakan float switch.
  • Masukkan uji sensor dalam checklist commissioning.

Butuh bantuan wiring low-water probe dan float switch Pompa Lorentz PS 1800? Hubungi DBSN Group untuk survey, instalasi, dan commissioning sistem pompa tenaga surya melalui Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800.

klik disini

Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800 tidak selesai hanya sampai sensor terpasang di sumber air dan tandon. Setelah pemasangan, teknisi wajib menguji apakah low-water probe, float switch, kabel sensor, terminal controller, dan indikator sistem bekerja sesuai fungsi. Tanpa pengujian, masalah baru sering terlihat saat tandon meluap, pompa sering stop-start, atau pompa bekerja kering karena sensor tidak memberi sinyal yang benar.

Bagaimana Cara Menguji Low-Water Probe dan Float Switch Setelah Dipasang?

Pengujian sensor harus masuk dalam checklist commissioning Pompa Lorentz PS 1800. Banyak instalasi terlihat rapi secara fisik, tetapi belum tentu aman secara fungsi. Kabel bisa saja terpasang, tetapi terminal longgar. Sensor bisa saja berada di posisi yang terlihat benar, tetapi tidak membaca level air dengan akurat. Float switch juga bisa menggantung di tandon, tetapi pelampungnya macet atau level ON/OFF belum sesuai kebutuhan.

Masalah yang sering terjadi, instalasi dianggap selesai saat pompa menyala dan air keluar dari pipa. Padahal, pada sistem pompa air tenaga surya, air keluar belum cukup menjadi bukti bahwa sistem aman. Teknisi perlu memastikan dry-run protection bekerja, full-tank shutoff aktif, controller membaca sinyal dengan benar, dan pompa berhenti saat kondisi tidak aman.

Bagaimana cara mengecek low-water probe bekerja normal?

Cara mengecek low-water probe bekerja normal adalah dengan mensimulasikan perubahan level air pada sumber air. Sensor perlu diuji agar controller benar-benar merespons kondisi air rendah. Pada sistem Pompa Lorentz PS 1800, low-water probe berfungsi mencegah pompa bekerja kering. Jika sensor gagal membaca kondisi air rendah, risiko dry-run meningkat.

Langkah umum pengecekan low-water probe:

  • Pastikan pengujian dilakukan oleh teknisi yang memahami sistem.
  • Turunkan dan naikkan posisi sensor sesuai simulasi level air.
  • Pastikan controller merespons saat sensor membaca air rendah.
  • Pastikan pompa berhenti saat kondisi air rendah terdeteksi.
  • Catat indikator controller saat pengujian.
  • Cek apakah pompa kembali bekerja saat kondisi air pulih.
  • Jangan biarkan pompa bekerja kering saat pengujian.
  • Periksa kabel sensor jika respon controller tidak sesuai.

Jika controller menunjukkan SOURCE LOW terlalu cepat, jangan langsung menyimpulkan controller rusak. Bisa jadi sensor tertutup lumpur, posisi sensor terlalu tinggi, kabel sensor longgar, atau sumber air memang turun lebih cepat dari perkiraan. Query seperti “cara cek low-water probe Pompa Lorentz” dan “Pompa Lorentz PS 1800 sering mati karena SOURCE LOW” biasanya muncul karena pengguna belum memiliki data uji sensor saat commissioning.

“Pengujian low-water probe dan float switch harus dilakukan sebelum serah-terima. Sensor yang tidak diuji bisa membuat pompa bekerja kering atau tandon meluap. Pada Pompa Lorentz PS 1800, teknisi perlu melihat respon controller, kondisi kabel, posisi sensor, dan hasil simulasi level air. Catatan uji ini sangat membantu saat troubleshooting di kemudian hari,” ujar teknisi pompa tenaga surya DBSN Group.

Bagaimana cara mengecek float switch bekerja normal?

Float switch diuji dengan mensimulasikan kondisi tandon penuh dan kondisi air turun. Tujuannya memastikan controller menerima sinyal yang benar dari tandon. Jika float switch bekerja normal, pompa akan berhenti saat level air mencapai titik penuh, lalu sistem dapat bekerja kembali saat level air turun sesuai desain.

Langkah pengecekan float switch:

  • Simulasikan kondisi tandon penuh.
  • Pastikan pompa berhenti saat level penuh.
  • Simulasikan level air turun.
  • Pastikan sistem bisa bekerja kembali.
  • Cek apakah pelampung macet.
  • Cek apakah kabel tertarik, terjepit, atau tergesek.
  • Pastikan pelampung tidak tersangkut dinding tandon.
  • Catat hasil pengujian pada form commissioning.

Float switch yang tidak diuji bisa menyebabkan tandon meluap atau pompa berhenti terlalu cepat. Karena itu, tandai level ON dan OFF pada tandon agar operator mudah mengecek apakah sistem bekerja sesuai setting awal.

Apa Tanda Low-Water Probe atau Float Switch Bermasalah?

Pengguna sering langsung menyalahkan controller saat sensor tidak bekerja. Padahal, masalah sensor lebih baik dicek berurutan dari sensor ? kabel ? terminal ? controller. Dengan alur ini, teknisi bisa menemukan penyebab lebih cepat tanpa mengganti komponen yang sebenarnya masih baik.

Apa tanda low-water probe bermasalah?

Low-water probe bermasalah bisa terlihat dari perilaku pompa dan indikator controller. Jika pompa sering berhenti padahal air masih ada, sensor perlu diperiksa. Jika controller menunjukkan SOURCE LOW terlalu sering, kemungkinan ada masalah pada posisi sensor, kebersihan sensor, kabel, atau kondisi sumber air.

Tanda low-water probe bermasalah:

  • Pompa sering berhenti padahal air masih tersedia.
  • Controller menunjukkan SOURCE LOW terlalu sering.
  • Pompa tidak berhenti saat sumber air turun.
  • Sensor tertutup lumpur, alga, pasir, atau daun.
  • Kabel sensor putus, longgar, atau terkelupas.
  • Posisi sensor bergeser.
  • Sensor dipasang terlalu dekat dasar sumber air.

Pada sumber air permukaan, seperti embung, sungai, atau bak terbuka, sensor lebih mudah terganggu oleh kotoran. Karena itu, low-water probe perlu dicek dan dibersihkan secara berkala.

Apa tanda float switch bermasalah?

Float switch bermasalah biasanya terlihat dari kondisi tandon. Jika tandon meluap, kemungkinan float switch tidak memberi sinyal stop ke controller. Jika pompa berhenti sebelum tandon penuh, posisi pelampung bisa terlalu rendah, kabel bisa bermasalah, atau terminal controller menerima sinyal yang keliru.

Tanda float switch bermasalah:

  • Tandon meluap.
  • Pompa berhenti sebelum tandon penuh.
  • Controller menunjukkan TANK FULL padahal tandon belum penuh.
  • Float switch macet.
  • Kabel float switch rusak.
  • Pelampung tersangkut dinding tandon.
  • Kabel tertarik atau terjepit di area reservoir.

Tabel pengecekan sederhana:

Gejala Kemungkinan Penyebab Tindakan
SOURCE LOW sering muncul Sensor kotor / air turun Bersihkan sensor dan cek level air
Pompa tidak berhenti saat air rendah Sensor salah posisi Atur ulang posisi probe
TANK FULL palsu Float switch macet / kabel bermasalah Cek pelampung dan terminal
Tandon meluap Float switch gagal memberi sinyal Uji ulang level OFF
Pompa stop-start Sensor atau kabel tidak stabil Cek wiring dan controller

Bagaimana Cara Merawat Low-Water Probe dan Float Switch agar Awet?

Perawatan sensor sangat penting agar Pompa Lorentz PS 1800 tetap aman dari dry-run dan tandon meluap. Sensor kecil seperti low-water probe dan float switch bekerja di lingkungan yang tidak selalu bersih. Ada lumpur, alga, pasir, air, panas, hujan, dan risiko gangguan kabel.

Perawatan apa yang perlu dilakukan secara berkala?

Perawatan low-water probe dan float switch bisa dilakukan bersamaan dengan maintenance pompa air tenaga surya. Cek sensor saat membersihkan panel surya, memeriksa controller, atau mengevaluasi debit air.

Checklist perawatan sensor:

  • Bersihkan low-water probe dari lumpur, alga, dan kotoran.
  • Cek kabel sensor dari sumber air ke controller.
  • Cek posisi sensor agar tidak bergeser.
  • Cek gerakan float switch di tandon.
  • Pastikan tandon tidak membuat pelampung tersangkut.
  • Cek terminal controller.
  • Pastikan junction box tetap kering dan rapi.
  • Dokumentasikan hasil pengecekan.
  • Catat indikator SOURCE LOW atau TANK FULL jika muncul.

Dokumentasi sangat penting untuk proyek Dinas Pengairan, kontraktor, dan irigasi skala besar. Foto kondisi sensor, kabel, terminal, dan tandon akan membantu teknisi saat troubleshooting.

Kapan harus memanggil teknisi?

Panggil teknisi jika sensor sering salah membaca, controller sering menunjukkan SOURCE LOW atau TANK FULL, kabel sensor rusak, pompa sering stop-start, atau tandon sering meluap. Teknisi juga perlu dilibatkan jika sistem membutuhkan pengukuran kelistrikan, pemeriksaan terminal controller, atau digunakan untuk proyek Dinas Pengairan dan irigasi skala besar.

Ingin Pompa Lorentz PS 1800 lebih aman dari dry-run dan tandon meluap? Konsultasikan pemasangan low-water probe, float switch, wiring, dan commissioning dengan DBSN Group melalui Cara Memasang Low-Water Probe dan Float Switch pada Pompa Lorentz PS 1800

klik disini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *