Baterai Deye BOS-G Pro High Voltage untuk PLTS Hybrid: Spesifikasi, Kapasitas, dan Aplikasi
Pemanfaatan listrik tenaga surya semakin relevan bagi perusahaan yang ingin mengelola kebutuhan energi secara lebih terencana. Panel surya dapat menghasilkan listrik pada siang hari, tetapi kebutuhan operasional sering berlangsung hingga malam. Kantor, gudang, pabrik, dan fasilitas komersial juga dapat membutuhkan sumber energi cadangan untuk menjaga aktivitas ketika pasokan listrik utama terganggu. Dalam kondisi tersebut, baterai menjadi bagian penting dari rancangan sistem PLTS hybrid.
Baterai menyimpan energi agar dapat digunakan pada waktu yang berbeda dari waktu produksinya. Namun, pemilihan baterai tidak cukup berdasarkan angka kapasitas yang besar. Tegangan sistem, energi yang dapat digunakan, kemampuan pengisian dan pelepasan, kompatibilitas inverter, serta kondisi pemasangan harus diperiksa secara bersamaan. Sistem yang sesuai akan membantu pengguna memanfaatkan energi tersimpan secara lebih efektif.
Deye BOS-G Pro merupakan sistem baterai berbasis Lithium Iron Phosphate atau LiFePO4 dengan konfigurasi high voltage dan pemasangan dalam rak. Produk ini menggunakan sejumlah modul baterai yang disusun seri untuk membentuk tegangan sistem sesuai konfigurasi. Pendekatan modular tersebut memberikan pilihan kapasitas bagi kebutuhan penyimpanan energi komersial dan industri.
Berdasarkan datasheet yang menjadi acuan artikel ini, setiap modul memiliki tegangan nominal 51,2 V, kapasitas 100 Ah, dan energi 5,12 kWh. Konfigurasi sistem yang tercantum pada tabel teknis meliputi BOS-G25-Pro, BOS-G40-Pro, BOS-G60-Pro, dan BOS-G80-Pro, dengan energi nominal mulai 25,6 kWh hingga 81,92 kWh. Deye Datasheet BOS-G Pro HV??
Artikel ini membahas cara memahami spesifikasi tersebut, hubungan antara jumlah modul dan tegangan sistem, fungsi BMS, pilihan aplikasi, serta langkah awal menghitung kebutuhan baterai untuk PLTS hybrid.
1. Mengenal Deye BOS-G Pro sebagai Sistem Penyimpanan Energi
Deye BOS-G Pro perlu dipahami sebagai satu kesatuan sistem penyimpanan energi. Di dalamnya terdapat modul baterai, perangkat pengendalian tegangan tinggi, komunikasi, kabel penghubung, dan rak pemasangan. Kinerja keseluruhan ditentukan oleh hubungan antarkomponen tersebut serta perangkat inverter atau power conversion system yang digunakan.
Modul baterai berfungsi menyimpan energi. Perangkat kontrol membantu mengawasi dan mengatur operasi sistem. Rak memberikan tempat pemasangan yang terstruktur, sedangkan kabel daya dan komunikasi menghubungkan komponen agar dapat bekerja sesuai rancangan. Karena itu, pembelian baterai untuk proyek perlu memperjelas apakah penawaran mencakup modul saja atau satu sistem lengkap dengan perlengkapannya.
Penggunaan kimia LiFePO4 menjadi salah satu karakter utama BOS-G Pro. Datasheet menyebut material ini memiliki karakter keselamatan dan umur siklus yang mendukung pemakaian berulang. Meskipun demikian, kualitas rancangan instalasi tetap berpengaruh terhadap keandalan sistem. Proteksi listrik, pengaturan suhu, koneksi kabel, dan prosedur pengoperasian tidak dapat diabaikan.
Desain pemasangan rak juga membantu penataan ruang. Modul dapat ditempatkan secara teratur sehingga pemeriksaan visual, identifikasi kabel, dan akses perawatan lebih mudah direncanakan. Untuk fasilitas yang memiliki ruang listrik khusus, susunan tersebut dapat menjadi bagian dari pengelolaan peralatan energi yang lebih rapi.
Dari sisi pengguna, manfaat penyimpanan energi bergantung pada kebutuhan yang ingin diselesaikan. Ada perusahaan yang membutuhkan energi pada malam hari, ada yang mengutamakan cadangan untuk beban tertentu, dan ada yang ingin mengatur penggunaan energi surya sepanjang hari. Tujuan tersebut sebaiknya ditentukan sebelum memilih kapasitas baterai.
Dengan memahami BOS-G Pro sebagai sistem, pengguna dapat menilai kebutuhan proyek secara menyeluruh. Pertanyaan awalnya bukan hanya berapa harga baterai, tetapi juga berapa energi yang dibutuhkan, perangkat apa yang akan dihubungkan, dan bagaimana sistem akan dioperasikan.
Baca artikel terkait: [Baterai High Voltage vs Low Voltage untuk PLTS Hybrid: Perbedaan dan Cara Memilih])
2. Cara Kerja Baterai High Voltage dan Hubungannya dengan Jumlah Modul
Istilah high voltage pada Deye BOS-G Pro merujuk pada tegangan kerja sistem baterai yang dibentuk dari beberapa modul. Satu modul memiliki tegangan nominal 51,2 V. Ketika modul-modul tersebut disusun secara seri, tegangan nominalnya dijumlahkan. Inilah alasan sistem BOS-G Pro dapat memiliki tegangan ratusan volt meskipun setiap modul menggunakan tegangan nominal 51,2 V.
Sebagai contoh, lima modul yang disusun seri menghasilkan tegangan nominal:
5 × 51,2 V = 256 V.
Delapan modul menghasilkan 409,6 V, dua belas modul menghasilkan 614,4 V, dan enam belas modul menghasilkan 819,2 V. Jumlah modul dengan demikian memengaruhi tegangan sekaligus total energi tersimpan. Konfigurasi tersebut harus mengikuti ketentuan produk dan kesesuaian perangkat yang dihubungkan.
Pada hubungan seri, kapasitas dalam Ah tidak dijumlahkan seperti tegangannya. Jika setiap modul memiliki kapasitas 100 Ah, susunan seri tetap memiliki kapasitas nominal 100 Ah. Energi total meningkat karena tegangan sistem meningkat. Perbedaan ini penting agar pembaca tidak keliru mengartikan konfigurasi enam belas modul sebagai baterai 1.600 Ah.
Hubungan sederhana antara tegangan, kapasitas, dan energi dapat ditulis sebagai berikut:
Energi nominal (kWh) = tegangan nominal (V) × kapasitas (Ah) ÷ 1.000.
Untuk konfigurasi 409,6 V dan 100 Ah, hasilnya adalah 40,96 kWh. Angka tersebut menunjukkan energi nominal sistem, bukan daya keluaran yang selalu tersedia dan bukan pula jumlah energi AC yang pasti sampai ke beban.
Tegangan nominal juga berbeda dari rentang tegangan operasi. Tegangan baterai dapat berubah mengikuti kondisi pengisian, pelepasan, dan state of charge atau SOC. Karena itu, pemeriksaan kompatibilitas inverter harus menggunakan rentang tegangan operasi sistem, bukan hanya angka nominal yang tertulis pada nama produk.
Pada konfigurasi BOS-G40-Pro, misalnya, tegangan nominalnya 409,6 V, sedangkan rentang operasi yang tercantum adalah 352–467,2 V. Inverter yang digunakan perlu mendukung rentang tersebut dan memenuhi persyaratan lain yang ditetapkan produsen. Kesesuaian tegangan saja belum cukup untuk memastikan integrasi dapat dilakukan.
Secara prinsip, daya listrik DC berhubungan dengan tegangan dan arus. Untuk kebutuhan daya yang sama, tegangan lebih tinggi memungkinkan arus lebih rendah. Sebagai ilustrasi sederhana, penyaluran daya 20 kW pada 400 V membutuhkan sekitar 50 A sebelum memperhitungkan rugi-rugi. Pada 50 V, kebutuhan arus idealnya sekitar 400 A.
Perbedaan arus tersebut dapat memengaruhi rancangan kabel dan komponen proteksi. Akan tetapi, penentuan ukuran kabel tetap harus mempertimbangkan panjang jalur, metode pemasangan, suhu, kemampuan hantar arus, dan ketentuan teknis perangkat. Tegangan tinggi juga membutuhkan penanganan koneksi dan isolasi yang sesuai.
Pemilihan high voltage atau low voltage akhirnya harus mengikuti karakter sistem. Proyek perlu menilai kapasitas, daya, perangkat yang tersedia, pola operasi, serta kebutuhan pengembangan. Tidak semua inverter hybrid mendukung baterai high voltage, dan modul 51,2 V BOS-G Pro tidak boleh diasumsikan dapat digunakan langsung sebagai baterai mandiri pada sembarang inverter low voltage.
Baca artikel terkait: [Cara Memilih Inverter yang Kompatibel dengan Baterai Deye BOS-G Pro High Voltage]
3. Spesifikasi dan Pilihan Kapasitas Deye BOS-G Pro
Tabel teknis Deye BOS-G Pro memberikan empat konfigurasi utama yang membantu pengguna membandingkan kapasitas sistem. Perbandingan tersebut perlu mencakup jumlah modul, tegangan nominal, rentang tegangan operasi, energi nominal, dan energi usable. Setiap parameter memiliki fungsi berbeda dalam proses perencanaan.
| Parameter | BOS-G25-Pro | BOS-G40-Pro | BOS-G60-Pro | BOS-G80-Pro |
|---|---|---|---|---|
| Jumlah modul seri | 5 | 8 | 12 | 16 |
| Tegangan nominal | 256 V | 409,6 V | 614,4 V | 819,2 V |
| Rentang tegangan operasi | 220–292 V | 352–467,2 V | 528–700,8 V | 704–934,4 V |
| Energi nominal | 25,6 kWh | 40,96 kWh | 61,44 kWh | 81,92 kWh |
| Energi usable | 23,04 kWh | 36,86 kWh | 55,3 kWh | 73,72 kWh |
| Berat perkiraan sistem | 290 kg | 428 kg | 622 kg | 883 kg |
Data konfigurasi tersebut berasal dari tabel spesifikasi BOS-G Pro pada datasheet. Energi usable dinyatakan berdasarkan pengujian DOD 90%, pengisian dan pelepasan 0,3C, serta suhu 25°C. Datasheet juga menjelaskan bahwa energi usable dapat berbeda sesuai parameter konfigurasi sistem. Deye Datasheet BOS-G Pro HV??
Energi nominal menunjukkan kapasitas energi berdasarkan spesifikasi dasar baterai. Sementara itu, energi usable menunjukkan bagian energi yang dapat digunakan dalam kondisi pengujian yang ditetapkan. Untuk menghitung kebutuhan operasional, angka usable biasanya lebih relevan daripada hanya melihat kapasitas nominal.
Walaupun demikian, energi usable DC tidak sama dengan energi AC yang diterima peralatan. Energi masih melewati proses konversi pada inverter. Pengaturan batas SOC, kebutuhan cadangan, suhu, serta kondisi baterai juga dapat memengaruhi energi yang tersedia untuk beban. Perhitungan proyek harus memberikan ruang bagi faktor-faktor tersebut.
BOS-G25-Pro dapat menjadi salah satu pilihan awal untuk kebutuhan energi yang lebih kecil dalam rentang produk ini. BOS-G40-Pro menyediakan kapasitas lebih besar, sedangkan BOS-G60-Pro dan BOS-G80-Pro dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan energi meningkat. Pemilihan tersebut tetap harus disertai pemeriksaan daya beban dan kemampuan inverter.
Kapasitas besar tidak otomatis berarti sistem dapat menyalakan semua peralatan sekaligus. Baterai menyimpan energi dalam kWh, sedangkan beban membutuhkan daya dalam kW. Sistem perlu memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Peralatan dengan lonjakan arus awal, seperti motor atau pompa tertentu, juga perlu diperiksa secara terpisah.
Untuk modul BOS-G-Pack5.1, datasheet mencantumkan ukuran 440 × 585 × 133 mm dan berat perkiraan 46 kg. Modul menggunakan kimia LiFePO4, tegangan nominal 51,2 V, kapasitas 100 Ah, serta energi 5,12 kWh. Informasi dimensi dan berat berguna untuk merencanakan pengangkutan, penempatan, dan akses pemasangan.
Pada tingkat rak, ukuran serta jumlah rak dapat berubah mengikuti konfigurasi. Pengguna perlu menilai kekuatan lantai, ruang servis, jalur masuk barang, dan akses teknisi. Sistem dengan berat ratusan kilogram memerlukan perencanaan penempatan yang jelas sebelum barang tiba di lokasi.
Datasheet ini juga memuat penyebutan BOS-G85-Pro pada ilustrasi aplikasi. Artikel ini menggunakan empat konfigurasi pada tabel teknis BOS-G Pro sebagai acuan kapasitas. Jika proyek menggunakan varian yang berbeda, spesifikasinya perlu dikonfirmasi melalui dokumen teknis yang sesuai agar angka kapasitas dan tegangan tidak tercampur.
Baca artikel terkait: [Cara Menghitung Kapasitas Baterai PLTS Hybrid Berdasarkan Beban dan Waktu Backup]
4. Fungsi BMS, Umur Siklus, dan Kondisi Operasi Baterai
Battery Management System atau BMS merupakan bagian penting dari pengelolaan baterai lithium. Pada BOS-G Pro, datasheet menjelaskan fungsi perlindungan terhadap pengisian berlebih, pelepasan berlebih, arus berlebih, serta suhu yang terlalu tinggi atau rendah. Sistem juga membantu mengelola kondisi pengisian dan pelepasan serta keseimbangan sel.
Dalam penggunaan sehari-hari, baterai menghadapi perubahan beban dan kondisi pengisian. Pada satu waktu panel surya dapat menghasilkan daya tinggi, sedangkan pada waktu lain produksi turun karena cuaca. Beban fasilitas juga dapat bertambah atau berkurang. BMS membantu menjaga operasi baterai dalam batas yang ditentukan.
Perlindungan terhadap pengisian berlebih bertujuan mencegah baterai melampaui batas pengisian yang diizinkan. Perlindungan terhadap pelepasan berlebih membantu membatasi penggunaan ketika kondisi baterai mencapai ambang tertentu. Pengawasan arus dan suhu juga diperlukan agar operasi tidak melebihi kemampuan perangkat.
Keseimbangan sel menjadi aspek lain yang perlu dipahami. Sistem baterai terdiri dari banyak sel yang bekerja bersama. Perbedaan kondisi antarsel dapat memengaruhi kemampuan paket secara keseluruhan. Fungsi pengelolaan sel membantu sistem mempertahankan operasi yang lebih terkendali, tetapi tidak menghapus kebutuhan instalasi dan perawatan yang benar.
Untuk komunikasi, BOS-G Pro mencantumkan CAN 2.0 dan RS485. Antarmuka tersebut digunakan dalam pertukaran informasi dengan perangkat yang mendukung. Namun, kesamaan jenis port tidak otomatis menjamin kecocokan. Protokol, pengaturan perangkat, kabel komunikasi, dan dukungan firmware tetap harus diperiksa.
Datasheet menyebut umur siklus ?6.000 siklus dengan kondisi pengujian 25±2°C, pengisian 0,5C, pelepasan 0,5C, dan EOL 70%. Angka ini perlu disampaikan bersama kondisi pengujiannya. Pengguna tidak sebaiknya mengubahnya menjadi janji umur pemakaian tertentu tanpa mempertimbangkan pola operasi nyata.
EOL 70% menunjukkan ambang kapasitas akhir dalam pengujian yang digunakan. Artinya, baterai mengalami penurunan kapasitas seiring pemakaian hingga mencapai batas tersebut dalam definisi pengujian. Hal ini berbeda dari pernyataan bahwa baterai akan selalu mempertahankan kapasitas awal sepanjang masa penggunaan.
Garansi yang tercantum adalah 10 tahun, dengan catatan bahwa ketentuan berlaku berdasarkan batas yang tercapai lebih dahulu antara masa garansi dan umur siklus sebagaimana dijelaskan produsen. Untuk penawaran komersial, pengguna perlu meminta ketentuan garansi resmi yang berlaku pada barang dan wilayah penjualan.
Kondisi suhu juga harus diperhatikan. Rentang suhu pengisian tercantum 0–55°C, sedangkan pelepasan ?20–55°C. Dengan demikian, kemampuan pelepasan pada suhu di bawah nol tidak boleh diartikan sebagai izin untuk melakukan pengisian pada kondisi yang sama. Batas kedua proses tersebut berbeda.
BOS-G Pro memiliki tingkat perlindungan IP20. Karena itu, penempatan harus mempertimbangkan risiko air, kelembapan, dan debu. Ruang baterai perlu dirancang agar perangkat berada dalam kondisi lingkungan yang sesuai. Untuk area produksi yang berdebu atau terbuka, diperlukan evaluasi lebih lanjut terhadap perlindungan ruang.
BMS membantu mengawasi baterai, sedangkan pengelola fasilitas tetap berperan melalui pemeriksaan alarm, kebersihan, akses ruang, dan pencatatan operasi. Gabungan perangkat pengendalian dan pengelolaan lapangan tersebut mendukung keandalan sistem dalam penggunaan jangka panjang.
Baca artikel terkait: [Fungsi BMS pada Baterai LiFePO4 Deye BOS-G Pro untuk Sistem PLTS Hybrid]
5. Aplikasi Deye BOS-G Pro untuk Kantor, Pabrik, dan Gudang
Sistem penyimpanan energi dapat digunakan untuk beberapa tujuan. Pada PLTS hybrid, salah satu tujuan utamanya adalah menyimpan energi yang dihasilkan panel surya untuk digunakan kemudian. Tujuan lain dapat berupa penyediaan cadangan bagi beban terpilih atau pengaturan penggunaan energi berdasarkan kebutuhan operasional.
Pada gedung kantor, beban yang diprioritaskan mungkin mencakup pencahayaan, perangkat jaringan, komputer tertentu, dan sistem keamanan. Pengelola dapat memisahkan beban penting dari beban yang dapat dihentikan sementara. Pendekatan tersebut membantu kapasitas baterai digunakan untuk fungsi yang benar-benar dibutuhkan.
Sebagai contoh, kantor tidak selalu harus mempertahankan seluruh pendingin udara ketika pasokan utama terputus. Jika tujuan utamanya menjaga komunikasi dan pekerjaan administrasi, beban cadangan dapat disusun lebih selektif. Penentuan prioritas tersebut dapat mengubah kebutuhan kapasitas baterai secara signifikan.
Pada pabrik, kebutuhan energi biasanya lebih beragam. Mesin produksi, motor, kompresor, sistem kontrol, dan peralatan pendukung memiliki karakter berbeda. Sebagian beban membutuhkan daya besar, sedangkan sebagian lainnya membutuhkan pasokan stabil untuk fungsi pengawasan atau pengendalian. Karena itu, pemetaan beban perlu dilakukan sebelum menentukan sistem.
Deye BOS-G Pro dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penyimpanan energi untuk fasilitas tersebut, tetapi kapasitas kWh saja tidak cukup untuk menetapkan kecocokan. Daya inverter, kemampuan baterai, karakter lonjakan beban, dan konfigurasi panel listrik harus diperiksa. Mesin tertentu mungkin memerlukan analisis yang lebih rinci.
Pada gudang, penggunaan dapat mencakup pencahayaan, perangkat administrasi, jaringan, CCTV, serta sistem pendukung logistik. Gudang yang beroperasi pada malam hari dapat menilai penyimpanan energi surya dari siang hari untuk membantu memasok sebagian kebutuhan malam. Besarnya manfaat bergantung pada produksi PLTS dan pola beban.
Jika gudang menggunakan peralatan pendinginan, kebutuhan energinya dapat jauh lebih besar. Selain daya rata-rata, pengguna perlu memperhatikan lama operasi dan perilaku kompresor. Beban yang terlihat kecil pada satu waktu dapat mengonsumsi energi besar jika bekerja terus-menerus sepanjang hari.
Dalam skenario cadangan saat listrik padam, kemampuan sistem bergantung pada inverter dan rancangan instalasi. Tidak semua konfigurasi PLTS otomatis menyediakan daya ketika jaringan utama terputus. Perlu diperiksa apakah inverter mendukung keluaran cadangan, berapa daya yang tersedia, dan bagaimana perpindahan pasokan dilakukan.
Untuk perangkat yang membutuhkan kontinuitas sangat ketat, waktu perpindahan juga perlu ditinjau. Kebutuhan tersebut bisa berbeda dari kebutuhan pencahayaan atau peralatan umum. Evaluasi beban membantu menentukan apakah rancangan inverter sudah memadai atau diperlukan perangkat pendukung lain.
Penggunaan baterai untuk pengaturan energi juga perlu dievaluasi secara ekonomi. Perusahaan sebaiknya membandingkan profil konsumsi, produksi panel, pola tarif yang berlaku, biaya sistem, dan penggunaan baterai. Hasil penghematan tidak dapat dijanjikan hanya berdasarkan kapasitas atau merek produk.
Dengan demikian, aplikasi terbaik dimulai dari masalah operasional yang ingin diselesaikan. Setelah tujuan jelas, tim perencana dapat menentukan beban prioritas, kebutuhan energi, daya sistem, dan konfigurasi perangkat. BOS-G Pro kemudian dinilai sebagai salah satu komponen yang harus sesuai dengan rancangan tersebut.
Baca artikel terkait: [Sistem Penyimpanan Energi untuk Pabrik dan Gudang: Aplikasi Deye BOS-G Pro]
6. Cara Menghitung Kebutuhan Kapasitas Baterai PLTS Hybrid
Perhitungan awal kapasitas baterai dimulai dari kebutuhan energi beban. Pengguna perlu mengetahui daya rata-rata peralatan yang akan dipasok dan berapa lama peralatan tersebut harus beroperasi. Rumus sederhana yang dapat digunakan adalah:
Kebutuhan energi beban (kWh) = daya rata-rata beban (kW) × waktu operasi (jam).
Misalnya, beban prioritas suatu fasilitas memiliki daya rata-rata 10 kW dan perlu beroperasi selama empat jam. Kebutuhan energinya adalah 40 kWh pada sisi beban. Nilai tersebut menjadi titik awal perhitungan, kemudian disesuaikan dengan rugi konversi dan cadangan yang diinginkan.
Untuk ilustrasi, jika efisiensi konversi diasumsikan 95%, energi DC yang diperlukan menjadi sekitar 40 ÷ 0,95 = 42,11 kWh. Angka 95% di sini hanya asumsi perhitungan, bukan spesifikasi BOS-G Pro atau inverter tertentu. Efisiensi yang digunakan dalam desain harus mengacu pada perangkat dan kondisi operasinya.
Dari contoh tersebut, BOS-G40-Pro dengan energi usable 36,86 kWh belum memenuhi kebutuhan DC 42,11 kWh jika seluruh energi harus berasal dari baterai. BOS-G60-Pro dengan energi usable 55,3 kWh dapat menjadi kandidat untuk evaluasi lebih lanjut. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pemeriksaan daya dan kompatibilitas.
Perhitungan durasi juga dapat dilakukan dari arah sebaliknya. Jika BOS-G60-Pro memiliki energi usable 55,3 kWh dan efisiensi konversi diasumsikan 95%, energi AC ilustratifnya sekitar 52,54 kWh. Pada beban rata-rata 10 kW, durasi teoritisnya sekitar 5,25 jam.
Durasi tersebut belum memperhitungkan seluruh kondisi lapangan. Pengaturan batas SOC, suhu, umur baterai, konsumsi internal, dan perubahan beban dapat memengaruhi hasil. Karena itu, durasi ilustratif perlu dibedakan dari jaminan waktu backup pada penawaran proyek.
Untuk kebutuhan yang harus tersedia secara konsisten, perencana dapat mempertimbangkan cadangan kapasitas. Cadangan ini memberikan ruang terhadap ketidakpastian beban dan penurunan kapasitas sepanjang pemakaian. Besarnya ditentukan berdasarkan tujuan proyek, bukan diterapkan sebagai angka tetap untuk semua instalasi.
Profil beban juga lebih berguna daripada satu angka daya maksimum. Fasilitas dapat memiliki beban 15 kW pada jam tertentu tetapi hanya 6 kW pada waktu lain. Pengukuran atau pencatatan konsumsi membantu menghitung kebutuhan energi dengan lebih tepat dibandingkan menjumlahkan daya pada label seluruh peralatan.
Setelah kebutuhan kWh diperoleh, kemampuan daya perlu diperiksa. Baterai berkapasitas besar tidak selalu dapat memasok lonjakan daya yang tinggi tanpa batas. Inverter, arus baterai, perangkat kontrol, kabel, dan proteksi harus mendukung operasi yang direncanakan.
Sumber pengisian juga perlu dihitung. Jika baterai diharapkan mengisi dari panel surya, produksi PLTS harus cukup untuk melayani beban siang sekaligus menyediakan energi pengisian. Sebagai ilustrasi, energi surya yang tersedia hanya 20 kWh setelah melayani beban tidak dapat diasumsikan mengisi kembali baterai yang telah melepas 50 kWh.
Dengan demikian, perencanaan mencakup tiga pemeriksaan utama: energi yang dibutuhkan, daya yang harus dipasok, dan energi yang tersedia untuk pengisian. Ketiganya menentukan apakah sistem dapat memenuhi pola operasi harian tanpa bergantung pada asumsi yang terlalu optimistis.
Baca artikel terkait: [Cara Menghitung Kapasitas Baterai PLTS Hybrid Berdasarkan Beban dan Waktu Backup]
7. Pemeriksaan Instalasi, Kompatibilitas Inverter, dan Pengembangan Sistem
Sebelum memasang Deye BOS-G Pro, tim teknis perlu memastikan kecocokan seluruh perangkat. Pemeriksaan pertama adalah rentang tegangan baterai yang diterima inverter. Rentang tersebut harus sesuai dengan konfigurasi BOS-G Pro yang dipilih, termasuk perubahan tegangan sepanjang pengisian dan pelepasan.
Pemeriksaan kedua berkaitan dengan arus dan daya. Sistem harus dapat melayani beban yang ditetapkan tanpa melampaui kemampuan perangkat. Angka arus rekomendasi, nominal, dan puncak memiliki arti berbeda. Pada tabel sistem BOS-G Pro, datasheet mencantumkan arus rekomendasi 50 A, nominal 100 A, serta puncak pelepasan 125 A selama dua menit pada 25°C.
Bagian komponen pada datasheet mencantumkan batas yang berbeda untuk modul dan perangkat kontrol. Oleh sebab itu, rancangan tidak boleh hanya menggunakan satu angka puncak dari tabel sistem. Batas yang berlaku harus diperiksa terhadap seluruh komponen dan dokumen teknis konfigurasi yang digunakan.
Pemeriksaan ketiga adalah komunikasi. Inverter dan baterai harus dapat bertukar informasi sesuai protokol yang didukung. Kabel, terminasi, pengaturan alamat perangkat, dan firmware perlu mengikuti petunjuk produsen. Kesalahan komunikasi dapat memengaruhi pembacaan kondisi baterai maupun pengendalian pengisian.
Pemeriksaan keempat menyangkut susunan panel dan proteksi DC. Perangkat pemutus, pengamanan arus, konektor, kabel, dan jalur grounding perlu ditetapkan berdasarkan tegangan serta karakter sistem. Pelabelan juga membantu teknisi mengidentifikasi jalur daya dan perangkat saat pemeriksaan.
Lokasi pemasangan harus dipersiapkan sejak awal. Sistem membutuhkan ruang dengan kondisi lingkungan yang sesuai IP20, akses servis, serta penempatan yang mendukung pengangkutan dan pemasangan. Ventilasi atau pengelolaan suhu ditentukan berdasarkan kondisi ruang dan panas yang dihasilkan perangkat.
Berat sistem perlu diperhitungkan dalam pemeriksaan lantai dan jalur pemindahan. Pintu, koridor, tangga, dan titik bongkar dapat memengaruhi metode penanganan barang. Perencanaan logistik yang jelas mengurangi hambatan saat instalasi dan membantu menjaga kondisi peralatan.
Setelah pemasangan selesai, commissioning diperlukan untuk memeriksa koneksi, komunikasi, pembacaan SOC, alarm, dan respons terhadap perubahan beban. Pengujian pengisian serta pelepasan perlu dilakukan sesuai prosedur. Jika sistem menyediakan fungsi cadangan, perilaku saat pasokan utama terputus juga perlu diuji.
Dokumentasi hasil commissioning sebaiknya mencatat konfigurasi modul, model inverter, versi firmware, pengaturan operasi, dan hasil pengujian. Informasi tersebut berguna untuk pemeliharaan, penelusuran gangguan, serta evaluasi kinerja setelah sistem digunakan.
Untuk pengembangan kapasitas, datasheet menampilkan skenario dukungan hingga enam belas rak atau klaster paralel dan hingga sepuluh inverter dalam operasi paralel AC. Informasi ini menunjukkan contoh skala pengembangan, tetapi bukan izin untuk menerapkan konfigurasi tersebut pada semua proyek tanpa pemeriksaan. Deye Datasheet BOS-G Pro HV??
Penambahan sistem perlu mengikuti dukungan model, konfigurasi komunikasi, batas perangkat, serta ketentuan produsen. Penambahan modul juga dapat mengubah tegangan, sehingga tidak boleh dilakukan hanya berdasarkan ruang kosong pada rak. Rencana ekspansi sebaiknya dibahas sejak desain awal.
Baca artikel terkait: [Cara Memilih Inverter yang Kompatibel dengan Baterai Deye BOS-G Pro High Voltage]
Pertanyaan Umum tentang Deye BOS-G Pro
Apakah Deye BOS-G Pro merupakan baterai low voltage 51,2 V?
Setiap modul memiliki tegangan nominal 51,2 V, tetapi BOS-G Pro merupakan sistem high voltage yang menggunakan beberapa modul dalam susunan seri. Konfigurasi pada tabel teknis menghasilkan tegangan nominal 256–819,2 V. Modulnya tidak boleh diasumsikan cocok untuk sembarang inverter low voltage.
Berapa kapasitas energi Deye BOS-G Pro?
Konfigurasi pada tabel teknis memiliki energi nominal 25,6 kWh, 40,96 kWh, 61,44 kWh, dan 81,92 kWh. Energi usable masing-masing lebih rendah karena mengacu pada kondisi pengujian dan batas penggunaan yang ditetapkan.
Apakah baterai ini dapat digunakan untuk PLTS hybrid?
BOS-G Pro dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari PLTS hybrid yang menggunakan perangkat kompatibel. Pemilihan harus memeriksa rentang tegangan, komunikasi, kemampuan daya, dan dukungan konfigurasi inverter.
Apakah kapasitas 40,96 kWh dapat memasok beban 10 kW selama empat jam?
Perhitungan tersebut menggunakan energi nominal dan belum memperhitungkan energi usable maupun rugi konversi. BOS-G40-Pro memiliki energi usable 36,86 kWh pada kondisi pengujian datasheet, sehingga tidak tepat menjanjikan empat jam untuk beban 10 kW hanya dari angka nominalnya.
Apakah baterai dapat dipasang di area terbuka?
Tingkat perlindungannya IP20. Penempatan perlu menyediakan kondisi lingkungan yang sesuai dan perlindungan terhadap air serta kondisi lain yang tidak didukung perangkat. Rancangan ruang harus mengikuti petunjuk pemasangan produsen.
Apakah BOS-G Pro otomatis menjaga semua beban saat listrik padam?
Kemampuan tersebut bergantung pada inverter, keluaran cadangan, konfigurasi panel, dan kapasitas sistem. Beban yang dipertahankan perlu ditentukan dan diuji dalam proses commissioning.
Konsultasi Perencanaan Baterai Deye BOS-G Pro bersama DBSN Group
Deye BOS-G Pro menyediakan pilihan penyimpanan energi LiFePO4 dengan konfigurasi high voltage dan desain rak. Untuk memilih sistem yang sesuai, pengguna perlu menghubungkan spesifikasi produk dengan kebutuhan nyata: profil beban, durasi operasi, sumber pengisian, perangkat inverter, dan kondisi lokasi.
DBSN Group dapat menjadi mitra konsultasi untuk membahas kebutuhan PLTS hybrid dan baterai industri. Siapkan data daya beban, jam operasional, kapasitas panel surya, model inverter, serta beban yang ingin diprioritaskan agar pembahasan teknis lebih terarah.
Untuk informasi kebutuhan proyek, kunjungi www.sentradaya.com. Perencanaan yang tepat membantu menentukan kapasitas baterai dan konfigurasi sistem berdasarkan kebutuhan energi fasilitas.
Catatan interlink: tautan artikel pendukung di atas menggunakan usulan slug relatif. Sesuaikan dengan URL artikel yang benar ketika dipublikasikan.







