UPS Riello 600 kVA Modular untuk Data Center dan Industri: Spesifikasi, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

UPS Riello 600 kVA Modular Multi Power2 merupakan solusi perlindungan daya untuk data center, rumah sakit, industri manufaktur, telekomunikasi, perbankan, dan fasilitas dengan beban kritis. Sistem ini menggunakan arsitektur modular dengan konfigurasi sembilan power module kelas 67 kW, kapasitas nominal 600 kVA/600 kW, serta teknologi online double-conversion VFI. Keunggulannya mencakup efisiensi online hingga 98,1%, faktor daya input 0,99, THDi input kurang dari 3%, dan kemampuan membangun redundansi N+1 sesuai kebutuhan. Kapasitas sistem dapat dikembangkan mengikuti pertumbuhan beban, sementara desain hot-swap membantu mempercepat pemeliharaan dan meminimalkan waktu henti. UPS ini juga mendukung baterai VRLA, NiCd, lithium-ion, dan supercapacitor. Konsultasikan kebutuhan UPS Riello 600 kVA Modular, sistem baterai, instalasi, dan commissioning bersama DBSN Group melalui www.sentradaya.com.

UPS Riello 600 kVA Modular untuk Data Center dan Industri: Spesifikasi, Keunggulan, dan Cara Kerjanya

Keandalan sumber listrik menjadi kebutuhan utama bagi data center, rumah sakit, industri manufaktur, perbankan, pusat telekomunikasi, dan berbagai fasilitas penting lainnya. Gangguan listrik selama beberapa detik saja dapat menghentikan proses produksi, memutus layanan digital, merusak peralatan, hingga menyebabkan hilangnya data penting.

Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk menjaga kontinuitas listrik adalah UPS Riello 600 kVA Modular dari keluarga Multi Power2. Sistem ini menggunakan teknologi modular yang memungkinkan kapasitas daya, tingkat redundansi, dan strategi pemeliharaan disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Dengan topologi online double-conversion VFI, faktor daya 1, efisiensi online hingga 98,1%, serta konfigurasi modul yang fleksibel, UPS Riello Multi Power2 cocok digunakan pada fasilitas yang membutuhkan kualitas daya stabil dan tingkat ketersediaan tinggi.

Artikel ini membahas konfigurasi, spesifikasi, prinsip kerja, dimensi, sistem baterai, kebutuhan instalasi, dan keunggulan UPS Riello 600 kVA Modular secara terstruktur.

Apa Itu UPS Riello 600 kVA Modular?

UPS modular adalah sistem uninterruptible power supply yang kapasitas dayanya dibentuk dari beberapa power module. Setiap modul bekerja sebagai bagian dari satu sistem UPS terintegrasi.

Berbeda dengan UPS monoblock yang menggunakan satu blok daya utama, UPS modular memungkinkan penambahan, pengurangan, atau penggantian modul sesuai desain dan kapasitas kabinet yang tersedia. Struktur ini memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk fasilitas yang mengalami pertumbuhan beban secara bertahap.

UPS Riello 600 kVA Modular dapat dikonfigurasikan menggunakan sembilan power module kelas 67 kW. Total kapasitas modul yang terpasang sekitar 603 kW dan diposisikan sebagai sistem berkapasitas nominal 600 kVA/600 kW pada faktor daya 1.

Konfigurasi tersebut harus diverifikasi kembali berdasarkan kebutuhan beban, kapasitas kabinet, tingkat redundansi, dan standar desain proyek. Apabila fasilitas membutuhkan redundansi N+1, jumlah modul yang dipasang dapat berbeda dari konfigurasi kapasitas dasar.

Secara umum, UPS modular memberikan beberapa manfaat:

  • Kapasitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual.
  • Sistem dapat dikembangkan ketika beban bertambah.
  • Modul dapat diganti dengan waktu penghentian yang minimal.
  • Redundansi dapat dirancang sesuai tingkat kritikal beban.
  • Pemeliharaan menjadi lebih terarah.
  • Risiko kegagalan satu bagian sistem dapat diminimalkan.

Untuk memahami perbedaan arsitekturnya secara lebih mendalam, baca artikel pendukung Perbedaan UPS Modular dan UPS Monoblock: Mana yang Tepat untuk Industri?.

Spesifikasi UPS Riello Multi Power2 600 kVA

Berikut spesifikasi utama yang dapat dijadikan referensi awal dalam perencanaan UPS Riello 600 kVA Modular:

Parameter Spesifikasi
Seri UPS Riello Multi Power2
Kapasitas nominal 600 kVA/600 kW
Faktor daya output 1
Konfigurasi daya 9 × power module kelas 67 kW
Total kapasitas modul Sekitar 603 kW
Topologi Online double-conversion VFI
Tegangan input 380/400/415 V, tiga fasa + netral
Tegangan output 380/400/415 V, tiga fasa + netral
Frekuensi 50/60 Hz
Toleransi tegangan input 240–480 V pada kondisi tertentu
Faktor daya input 0,99
THDi input Kurang dari 3%
Stabilitas tegangan output ±1%
Performa dinamis EN 62040-3 kelas 1
Efisiensi online Hingga 98,1%
Kemampuan paralel Hingga 4 unit
Proteksi kabinet IP20, opsi lain berdasarkan permintaan
Suhu operasional 0°C hingga +40°C
Kelembapan relatif 5–95% tanpa kondensasi
Sistem ventilasi Dari depan ke belakang
Warna kabinet RAL 9005
Teknologi baterai VRLA, NiCd, lithium-ion, dan supercapacitor

Spesifikasi akhir dapat berubah mengikuti konfigurasi kabinet, jumlah modul, pilihan baterai, kondisi lingkungan, dan kebijakan produsen. Oleh karena itu, data tersebut sebaiknya digunakan sebagai acuan awal sebelum dilakukan perhitungan dan verifikasi teknis.

klik disini

Cara Kerja UPS Riello 600 kVA Modular

UPS Riello Multi Power2 menggunakan topologi online double-conversion. Pada sistem ini, beban memperoleh suplai dari inverter UPS secara terus-menerus, bukan langsung dari sumber listrik utama.

Aliran energi sederhananya adalah:

PLN atau genset ? rectifier ? DC bus ? inverter ? beban kritis

Rectifier mengubah listrik arus bolak-balik atau AC dari PLN maupun genset menjadi listrik arus searah atau DC. Energi DC digunakan untuk menyuplai inverter sekaligus menjaga pengisian baterai.

Inverter kemudian mengubah listrik DC menjadi listrik AC yang stabil dan terkontrol. Karena suplai menuju beban diproses melalui rectifier dan inverter, gangguan tegangan dari sumber utama tidak langsung diteruskan ke peralatan.

Saat sumber listrik utama padam, energi dari baterai langsung memasok DC bus. Inverter tetap bekerja menyuplai beban tanpa memerlukan perpindahan mekanis yang dapat menimbulkan jeda berarti.

Ketika PLN kembali normal, rectifier mengambil alih suplai energi dan mengisi ulang baterai sesuai metode pengisian yang dipilih. Proses ini berlangsung secara otomatis.

UPS juga dilengkapi jalur bypass. Static bypass dapat menyuplai beban dari sumber bypass ketika inverter mengalami overload, gangguan tertentu, atau kondisi operasional lain yang memenuhi parameter perpindahan. Maintenance bypass digunakan untuk membantu pelaksanaan pemeliharaan sesuai prosedur dan konfigurasi instalasi.

Pembahasan lebih terperinci mengenai proses ini tersedia dalam artikel Cara Kerja UPS Modular 600 kVA untuk Melindungi Beban Kritis Data Center.

Keunggulan UPS Riello 600 kVA Modular

1. Kapasitas dapat dikembangkan

Sistem modular memungkinkan kapasitas daya dikembangkan dengan menambahkan power module selama kabinet dan desain sistem mendukung. Perusahaan tidak selalu harus memasang kapasitas maksimum sejak awal.

Pendekatan ini cocok untuk data center atau fasilitas industri yang pertumbuhan bebannya berlangsung secara bertahap. Kapasitas awal dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual, kemudian ditingkatkan saat jumlah server, mesin, atau peralatan bertambah.

2. Mendukung redundansi

UPS modular memungkinkan penerapan redundansi N+1 atau konfigurasi lainnya. Redundansi berarti sistem memiliki kapasitas tambahan untuk mempertahankan suplai ketika salah satu modul tidak tersedia.

Sebagai contoh, apabila beban membutuhkan sembilan modul aktif, sistem dapat dirancang menggunakan modul tambahan sebagai cadangan. Namun, perhitungan harus tetap memperhatikan kapasitas masing-masing modul, batas kabinet, beban maksimum, serta rekomendasi produsen.

Pelajari konsep tersebut melalui artikel Redundansi N+1 pada UPS Modular: Pengertian, Manfaat, dan Contoh Konfigurasi.

3. Modul dapat diganti dengan cepat

Kemampuan hot-swap memungkinkan modul tertentu dilepas atau diganti dengan gangguan minimal terhadap operasi sistem, selama prosedur, kondisi sistem, dan konfigurasi redundansinya memenuhi ketentuan.

Keunggulan ini membantu mengurangi waktu pemeliharaan dan mendukung kebutuhan fasilitas yang sulit dijadwalkan untuk shutdown total.

4. Efisiensi operasional tinggi

Efisiensi online hingga 98,1% membantu menurunkan energi yang hilang menjadi panas. Pada kapasitas besar, peningkatan efisiensi dalam persentase kecil sekalipun dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap biaya listrik dan kebutuhan pendinginan.

Efisiensi aktual dipengaruhi oleh persentase pembebanan, konfigurasi modul, kondisi lingkungan, serta mode operasional yang digunakan.

5. Kualitas daya lebih stabil

Topologi online double-conversion membantu memisahkan beban kritis dari gangguan sumber listrik. Sistem ini mampu menjaga kestabilan tegangan output dan membantu mengatasi gangguan seperti:

  • Tegangan turun atau naik.
  • Pemadaman listrik.
  • Fluktuasi frekuensi.
  • Lonjakan tegangan.
  • Noise pada jaringan.
  • Distorsi dan ketidakstabilan sumber listrik.

6. Faktor daya input tinggi dan harmonisa rendah

Faktor daya input hingga 0,99 membantu pemanfaatan daya menjadi lebih efektif. THDi input kurang dari 3% juga membantu mengurangi distorsi arus yang masuk ke jaringan listrik.

Karakteristik tersebut penting untuk menjaga kompatibilitas UPS dengan genset, transformator, panel distribusi, dan sistem kelistrikan gedung.

Dimensi dan Kebutuhan Ruang UPS

Dimensi referensi satu kabinet daya MP2 500 adalah:

  • Lebar: 600 mm
  • Kedalaman: 870 mm
  • Tinggi: 1.997 mm
  • Berat referensi kabinet: sekitar 640 kg, termasuk modul untuk mencapai kapasitas nominal kabinet

Dimensi tersebut merupakan referensi per kabinet. Sistem UPS 600 kVA dapat membutuhkan susunan beberapa kabinet, tergantung konfigurasi power module, bypass, sambungan antarkabinet, dan perangkat pendukung.

Ruang UPS tidak boleh dirancang hanya berdasarkan dimensi fisik kabinet. Perencana juga harus menyediakan area untuk:

  • Akses pemasukan dan pemindahan kabinet.
  • Jarak servis bagian depan dan belakang.
  • Jalur masuk serta keluar kabel.
  • Kabinet baterai atau rak baterai.
  • Panel input dan output.
  • Panel bypass.
  • Sistem pendingin.
  • Sistem proteksi kebakaran.
  • Grounding.
  • Area kerja teknisi.

Beban lantai perlu diperiksa karena UPS, kabinet baterai, dan panel pendukung mempunyai bobot yang besar. Lebar pintu, kapasitas lift barang, jalur koridor, dan akses menuju ruang UPS juga harus diperiksa sebelum pengiriman dilakukan.

Panduan persiapan lokasi dapat dibaca dalam artikel Panduan Instalasi UPS Riello Kapasitas Besar untuk Data Center dan Pabrik.

klik disini

Sistem Baterai UPS Riello 600 kVA

UPS tidak dapat memberikan waktu backup tanpa sistem penyimpanan energi. Multi Power2 mendukung beberapa teknologi baterai, seperti VRLA, NiCd, lithium-ion, dan supercapacitor.

Kapasitas baterai tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan rating UPS 600 kVA. Perhitungannya harus menggunakan beban aktual dan target waktu backup.

Data yang dibutuhkan meliputi:

  • Beban aktual dalam kW.
  • Daya semu dalam kVA.
  • Faktor daya beban.
  • Durasi backup.
  • Tegangan DC sistem.
  • Efisiensi UPS.
  • Tegangan cut-off baterai.
  • Jenis baterai.
  • Kapasitas dan jumlah blok baterai.
  • Temperatur ruang.
  • Faktor penuaan.
  • Margin ekspansi beban.

Baterai VRLA

VRLA sering digunakan karena tersedia luas, investasi awal relatif kompetitif, dan teknologinya telah dikenal oleh banyak teknisi. Kekurangannya adalah kebutuhan ruang dan bobot yang cukup besar untuk sistem berkapasitas tinggi.

Temperatur ruang sangat memengaruhi umur baterai VRLA. Ruang baterai umumnya harus dijaga pada temperatur yang sesuai dengan rekomendasi produsen.

Baterai lithium-ion

Lithium-ion menawarkan densitas energi lebih tinggi, bobot lebih ringan, waktu pengisian yang baik, dan potensi umur siklus lebih panjang. Namun, investasi awal dan kebutuhan sistem manajemen baterainya perlu diperhitungkan.

Supercapacitor

Supercapacitor sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan backup sangat singkat dengan siklus pengisian dan pelepasan yang tinggi. Teknologi ini dapat digunakan untuk menjembatani waktu hingga genset stabil, tergantung kebutuhan fasilitas.

Untuk menentukan jumlah dan kapasitas baterai secara benar, baca Cara Menghitung Kebutuhan Baterai UPS 600 kVA Berdasarkan Durasi Backup.

Aplikasi UPS Riello 600 kVA Modular

Data center

UPS menjaga server, storage, perangkat jaringan, dan sistem keamanan tetap beroperasi ketika sumber listrik terganggu. Arsitektur modular juga mendukung penambahan kapasitas ketika kebutuhan komputasi meningkat.

Rumah sakit

Peralatan medis, laboratorium, sistem informasi, dan fasilitas pendukung membutuhkan pasokan listrik yang stabil. Desain UPS harus diintegrasikan dengan genset, panel prioritas, serta standar kelistrikan fasilitas kesehatan.

Industri manufaktur

UPS dapat melindungi sistem kontrol, PLC, komputer industri, instrumentasi, dan proses otomatisasi. Jenis beban harus dianalisis karena motor, drive, rectifier, dan perangkat industri mempunyai karakteristik arus yang berbeda.

Perbankan dan pusat transaksi

Kontinuitas listrik penting untuk menjaga server transaksi, komunikasi, keamanan, dan sistem penyimpanan data. Gangguan singkat dapat memengaruhi layanan dan integritas proses transaksi.

Telekomunikasi

Perangkat switching, transmisi, jaringan, dan ruang operasi memerlukan suplai tanpa putus. Sistem UPS dapat diintegrasikan dengan baterai dan genset berdasarkan target ketersediaan layanan.

Gedung pemerintah dan pusat kendali

UPS dapat mendukung ruang kontrol, command center, pusat data, sistem komunikasi, CCTV, serta infrastruktur pelayanan publik.

Cara Menentukan Kapasitas UPS yang Tepat

Walaupun kapasitas yang direncanakan adalah 600 kVA, pemilihan UPS tetap harus diawali dengan audit beban. Kapasitas yang terlalu kecil berisiko menyebabkan overload, sedangkan kapasitas berlebihan dapat meningkatkan investasi dan membuat sistem bekerja pada tingkat pembebanan yang kurang optimal.

Langkah awalnya meliputi:

  1. Mendata seluruh peralatan yang akan dilindungi.
  2. Mencatat kapasitas masing-masing beban dalam watt, kW, VA, atau kVA.
  3. Mengukur beban aktual menggunakan alat ukur.
  4. Memeriksa faktor daya.
  5. Mengidentifikasi arus starting dan karakteristik beban.
  6. Menentukan proyeksi pertumbuhan beban.
  7. Menetapkan tingkat redundansi.
  8. Menentukan durasi backup.
  9. Menghitung margin desain yang wajar.
  10. Memeriksa koordinasi dengan genset dan sistem distribusi.

Sebagai contoh, beban operasional 500 kW tidak otomatis berarti UPS 500 kW merupakan pilihan yang tepat. Perencana harus mempertimbangkan pertumbuhan beban, redundansi, kondisi abnormal, serta strategi pemeliharaan.

Jika beban 500 kW harus tetap ditanggung ketika satu modul mengalami gangguan, jumlah modul yang dipasang harus dihitung berdasarkan kapasitas setelah satu modul tidak tersedia.

klik disini

Integrasi UPS dengan Genset

Pada instalasi berkapasitas besar, UPS umumnya beroperasi bersama genset. Baterai menyuplai beban pada periode transisi sejak PLN padam sampai genset menyala dan menghasilkan listrik yang stabil.

Beberapa aspek yang perlu diperiksa adalah:

  • Kapasitas genset.
  • Karakteristik alternator.
  • Respons governor.
  • Stabilitas frekuensi.
  • Stabilitas tegangan.
  • Beban harmonisa.
  • Urutan penyalaan beban.
  • Pengaturan soft-start rectifier.
  • Kapasitas pengisian baterai.
  • Beban pendingin ruang UPS.

Genset tidak boleh dihitung hanya berdasarkan kapasitas nominal UPS. Genset juga dapat menyuplai sistem pendingin, penerangan, pompa, dan beban darurat lainnya.

Koordinasi pengaturan UPS dan genset dibutuhkan agar frekuensi tidak berosilasi, tegangan tetap stabil, serta perpindahan dari baterai ke sumber genset berjalan dengan baik.

Sistem Proteksi dan Grounding

UPS kapasitas 600 kVA memerlukan sistem proteksi yang dirancang secara selektif. Gangguan pada satu bagian instalasi sebaiknya tidak memadamkan seluruh fasilitas.

Perangkat yang perlu diperhitungkan antara lain:

  • Pemutus sirkuit input.
  • Pemutus sirkuit bypass.
  • Pemutus sirkuit output.
  • Proteksi baterai DC.
  • Maintenance bypass.
  • Surge protection device.
  • Proteksi hubung singkat.
  • Proteksi arus lebih.
  • Emergency power off.
  • Grounding peralatan.
  • Grounding sistem.
  • Monitoring temperatur.

Ukuran kabel harus dihitung berdasarkan arus, panjang jalur, metode pemasangan, temperatur, pengelompokan kabel, kapasitas hubung singkat, dan batas penurunan tegangan.

Pentingnya Survei Lokasi

Survei lokasi diperlukan sebelum menentukan konfigurasi akhir dan menyusun penawaran. Survei membantu memastikan bahwa UPS dapat dipasang, dioperasikan, dan dipelihara dengan aman.

Pemeriksaan lokasi mencakup:

  • Kapasitas dan kondisi panel utama.
  • Tegangan serta frekuensi jaringan.
  • Data beban aktual.
  • Kapasitas transformator dan genset.
  • Ukuran ruang UPS.
  • Sistem ventilasi dan pendinginan.
  • Kondisi grounding.
  • Jalur kabel.
  • Akses pengiriman kabinet.
  • Kekuatan lantai.
  • Ruang baterai.
  • Potensi debu, kelembapan, dan zat korosif.
  • Kebutuhan pemadaman saat instalasi.

Hasil survei digunakan untuk menyusun single-line diagram, menentukan kapasitas kabel dan breaker, menghitung baterai, merencanakan tata letak, serta menyusun metode pemasangan.

Tahapan Implementasi UPS Riello 600 kVA

Pelaksanaan proyek sebaiknya dilakukan secara terstruktur melalui tahapan berikut:

1. Analisis kebutuhan

Tim teknis mengumpulkan data beban, target backup, tingkat redundansi, kondisi sumber listrik, dan rencana pengembangan fasilitas.

2. Penyusunan desain

Desain meliputi konfigurasi modul, sistem baterai, panel distribusi, bypass, grounding, jalur kabel, pendinginan, dan layout ruang UPS.

3. Verifikasi lokasi

Ukuran akses, kapasitas lantai, kondisi panel, dan ruang servis diperiksa sebelum perangkat dikirim.

4. Instalasi

UPS, baterai, panel, kabel daya, kabel kontrol, dan sistem monitoring dipasang mengikuti desain yang telah disetujui.

5. Pengujian dan commissioning

Pengujian dapat mencakup pemeriksaan mekanis, pengukuran isolasi, urutan fasa, pengujian baterai, simulasi kegagalan sumber, pengujian bypass, alarm, dan komunikasi.

6. Pelatihan operator

Operator perlu memahami prosedur operasi normal, respons alarm, perpindahan bypass, pemeriksaan baterai, dan tindakan darurat.

7. Pemeliharaan berkala

Pemeliharaan membantu mendeteksi penurunan kondisi komponen sebelum menyebabkan gangguan sistem.

Pemeliharaan UPS Modular

Walaupun UPS modular menawarkan kemudahan perawatan, inspeksi berkala tetap diperlukan. Program pemeliharaan dapat meliputi:

  • Pemeriksaan kondisi modul.
  • Pemeriksaan kipas pendingin.
  • Pembersihan filter dan kabinet.
  • Pengecekan terminal kabel.
  • Pemeriksaan kapasitor.
  • Pengujian fungsi bypass.
  • Pemeriksaan alarm dan log kejadian.
  • Pengukuran tegangan baterai.
  • Pengujian impedansi internal baterai.
  • Pemeriksaan temperatur ruang.
  • Verifikasi sistem monitoring.
  • Pembaruan firmware sesuai rekomendasi resmi.

Frekuensi pemeliharaan harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan tingkat kritikal fasilitas. Ruang dengan debu tinggi, temperatur tidak stabil, atau beban berat mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering.

Kesimpulan

UPS Riello 600 kVA Modular merupakan solusi proteksi daya untuk data center, rumah sakit, industri, telekomunikasi, perbankan, dan fasilitas kritis lainnya. Sistem ini menawarkan arsitektur modular, efisiensi online hingga 98,1%, faktor daya input 0,99, THDi input kurang dari 3%, serta kemampuan konfigurasi redundansi.

Kapasitas 600 kVA dapat dibentuk dari sembilan power module kelas 67 kW dengan kapasitas terpasang sekitar 603 kW. Jumlah modul aktual harus disesuaikan dengan beban, margin pertumbuhan, kebutuhan redundansi, dan kapasitas kabinet.

Pemilihan UPS tidak cukup dilakukan berdasarkan angka kapasitas. Sistem baterai, durasi backup, integrasi genset, kondisi ruang, panel distribusi, grounding, pendinginan, dan akses pemeliharaan harus dianalisis sebagai satu kesatuan.

DBSN Group melalui Sentradaya melayani konsultasi kebutuhan UPS industri dan data center, perencanaan sistem baterai, pemasangan, commissioning, serta pemeliharaan.

Konsultasikan kebutuhan UPS Riello 600 kVA Modular untuk proyek Anda melalui www.sentradaya.com.


klik disini

You may also like…