Tiang PJU Oktagonal 7 Meter: Panduan Lengkap Spesifikasi, Single Parabole vs Single T, Material, Aplikasi dan Pabrikasi
Tiang Penerangan Jalan Umum atau tiang PJU oktagonal 7 meter merupakan salah satu konstruksi yang banyak digunakan untuk kebutuhan penerangan jalan lingkungan, perumahan, kawasan industri, area komersial, fasilitas publik hingga berbagai proyek infrastruktur. Tinggi 7 meter memberikan fleksibilitas yang cukup baik karena dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis lampu PJU LED dan konfigurasi lengan sesuai kebutuhan desain jalan.
Namun memilih tiang PJU tidak cukup hanya berdasarkan tinggi. Dua tiang yang sama-sama mempunyai tinggi nominal 7 meter dapat memiliki konstruksi berbeda pada bagian lengan, pembagian segment, diameter bagian atas, hingga karakter visualnya. Pada artikel ini, dua konfigurasi yang dibahas adalah H-07M Single Parabole dan H-07M Single T.
Keduanya sama-sama menggunakan konstruksi oktagonal, material plat baja ST41/SS400, ketebalan plat 3,2 mm, sistem sambungan slip joint, base plate 300 × 300 × 14 mm, anchor bolt Ø16 × 500 mm serta finishing Hot Dip Galvanize. Perbedaan utama berada pada konfigurasi lengan, pembagian segment dan diameter bagian atas.
Single Parabole memiliki lengan melengkung dengan radius sekitar R1800 dan overhang sekitar 1.500 mm. Sedangkan Single T menggunakan lengan lebih lurus dengan panjang sekitar 1.500 mm dan sudut pemasangan sekitar 7°.
Pemahaman terhadap perbedaan tersebut penting agar kontraktor, developer, procurement maupun pemilik proyek dapat memilih konstruksi berdasarkan fungsi, desain kawasan dan kebutuhan pemasangan, bukan semata-mata berdasarkan harga.
Artikel berikut membahas spesifikasi, konstruksi, perbedaan kedua tipe, material, slip joint, base plate, anchor bolt, finishing, aplikasi hingga proses pabrikasinya secara lengkap.
Apa Itu Tiang PJU Oktagonal 7 Meter?
Tiang PJU oktagonal adalah tiang penerangan yang mempunyai penampang berbentuk delapan sisi. Konstruksi umumnya dibuat dari lembaran plat baja yang dipotong berdasarkan pola tertentu kemudian dibentuk melalui proses bending hingga menghasilkan profil oktagonal.
Berbeda dengan pipa yang memiliki diameter relatif seragam, tiang oktagonal dapat dibuat tapered, yaitu ukuran badan lebih besar di bagian bawah kemudian mengecil menuju bagian atas.
Konstruksi tapered mempunyai karakter visual yang lebih ramping sekaligus memungkinkan pembagian material secara proporsional terhadap tinggi.
Pada tipe H-07M yang dibahas dalam artikel ini, tinggi nominal tiang adalah sekitar 7.000 mm.
Tiang menggunakan sistem multi-segment dengan sambungan slip joint. Pembagian segment berbeda antara tipe Single Parabole dan Single T.
H-07M Single Parabole
Konfigurasi berdasarkan drawing:
- Tinggi nominal: 7.000 mm
- Segment A: ±4.000 mm
- Segment B: ±3.300 mm
- Sistem sambungan: Slip Joint
- Plat: ±3,2 mm
- Diameter bawah: ±Ø136 mm
- Diameter atas: ±Ø63 mm
H-07M Single T
Konfigurasinya:
- Tinggi nominal: 7.000 mm
- Segment A: ±3.000 mm
- Segment B: ±4.000 mm
- Sistem sambungan: Slip Joint
- Plat: ±3,2 mm
- Diameter bawah: ±Ø136 mm
- Diameter atas: ±Ø96 mm
Jika panjang nominal kedua segment terlihat melebihi tinggi efektif, hal tersebut berkaitan dengan area overlap pada sistem slip joint. Karena itu panjang masing-masing komponen tidak selalu dapat dijumlahkan secara sederhana untuk menentukan tinggi akhir terpasang.
Mengapa Bentuk Oktagonal Banyak Digunakan untuk Tiang PJU?
Bentuk oktagonal banyak digunakan pada pekerjaan PJU karena cukup fleksibel untuk kebutuhan fabrikasi.
Pertama, produsen dapat mengatur diameter bawah dan atas sesuai drawing.
Kedua, konstruksi mudah dikembangkan dalam beberapa segment.
Ketiga, profil tapered memungkinkan penerapan sistem slip joint.
Keempat, bentuk ini dapat dipadukan dengan berbagai tipe lengan, termasuk single arm, double arm, Single T maupun parabole.
Kelima, tiang oktagonal memiliki tampilan teknis yang sesuai untuk banyak proyek jalan, kawasan industri maupun perumahan modern.
Namun perlu dipahami bahwa bentuk oktagonal saja tidak otomatis menjadikan sebuah tiang lebih kuat. Kemampuan konstruksi tetap dipengaruhi material, ketebalan plat, diameter, tinggi, lengan, base plate, anchor bolt dan pondasi.
Untuk memahami perbedaan dua model secara lebih spesifik, Anda dapat membaca artikel perbedaan Tiang PJU Single Parabole dan Single T.
Dua Pilihan Tiang PJU Oktagonal 7 Meter
1. H-07M Single Parabole
Single Parabole mempunyai karakter paling mudah dikenali dari lengan lampunya yang melengkung.
Pada drawing, bagian tersebut menggunakan radius sekitar R1800 dengan overhang horizontal sekitar 1.500 mm.
Model melengkung memberikan tampilan lebih dekoratif dibandingkan lengan lurus.
Karena itu Single Parabole dapat menjadi pilihan pada:
- perumahan;
- kawasan komersial;
- jalan lingkungan;
- kawasan wisata;
- fasilitas publik;
- area yang mempertimbangkan aspek visual.
Bukan berarti Single Parabole hanya digunakan untuk dekorasi. Lengan tetap mempunyai fungsi utama menempatkan luminaire pada posisi yang sesuai terhadap area jalan.
Panjang overhang sekitar 1,5 meter membuat lampu berada cukup jauh dari sumbu badan tiang sehingga posisi pemasangan harus sudah menjadi bagian dari desain konstruksi sejak awal.
Diameter bagian atas pada contoh ini sekitar Ø63 mm.
2. H-07M Single T
Single T mempunyai lengan yang lebih lurus dan sederhana.
Panjang arm pada drawing sekitar 1.500 mm dengan sudut sekitar 7°.
Karakter desainnya lebih minimalis dan fungsional.
Model ini cocok untuk berbagai kebutuhan seperti:
- kawasan industri;
- pergudangan;
- jalan kawasan;
- perumahan;
- fasilitas umum;
- area komersial.
Diameter bagian atas sekitar Ø96 mm, lebih besar dibandingkan versi Single Parabole pada drawing yang menjadi referensi.
Perbedaan diameter atas tersebut merupakan bagian dari desain masing-masing tipe, sehingga tidak sebaiknya digunakan sendirian untuk menyimpulkan bahwa salah satu konstruksi otomatis lebih kuat.
Tabel Perbandingan Tiang PJU 7 Meter
| Parameter | H-07M Single Parabole | H-07M Single T |
|---|---|---|
| Tinggi Total | 7.000 mm | 7.000 mm |
| Bentuk | Oktagonal | Oktagonal |
| Tebal Plat | 3,2 mm | 3,2 mm |
| Sistem Sambungan | Slip Joint | Slip Joint |
| Segment A | 4.000 mm | 3.000 mm |
| Segment B | 3.300 mm | 4.000 mm |
| Diameter Atas | Ø63 mm | Ø96 mm |
| Diameter Bawah | Ø136 mm | Ø136 mm |
| Model Lengan | Parabole | Single T |
| Overhang/Panjang Arm | 1.500 mm | 1.500 mm |
| Radius/Sudut | R1800 | 7° |
| Base Plate | 300×300×14 mm | 300×300×14 mm |
| Rip Plate | 6 mm | 6 mm |
| Anchor Bolt | Ø16×500 mm | Ø16×500 mm |
| Material | ST41 / SS400 | ST41 / SS400 |
| Finishing | Hot Dip Galvanize | Hot Dip Galvanize |
| Handhole | Ada | Ada |
Spesifikasi tersebut merupakan konfigurasi berdasarkan drawing referensi. Untuk proyek custom, detail tertentu masih dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan teknis.
Spesifikasi H-07M Single Parabole secara Detail
Pada Single Parabole, badan tiang menggunakan material plat sekitar 3,2 mm dengan konstruksi oktagonal tapered.
Segment bagian bawah atau Segment A mempunyai panjang sekitar 4.000 mm.
Segment B sekitar 3.300 mm.
Kedua bagian disambungkan dengan sistem slip joint.
Diameter bagian bawah berada sekitar Ø136 mm, sementara bagian atas sekitar Ø63 mm.
Di bagian atas terdapat lengan parabole dengan radius sekitar R1800.
Overhang lampu sekitar 1.500 mm.
Desain seperti ini menghasilkan bentuk melengkung dari badan menuju luminaire.
Dari aspek visual, Single Parabole memberi karakter yang cukup kuat pada desain jalan. Model ini dapat menjadi pilihan ketika pemilik kawasan menginginkan bentuk yang tidak terlalu kaku.
Namun bentuk arm tetap harus disesuaikan dengan lampu yang akan digunakan.
Berat luminaire dan posisi mounting penting karena arm menerima beban lampu sekaligus meneruskannya ke badan utama.
Spesifikasi H-07M Single T secara Detail
Pada tipe Single T, badan utama juga menggunakan profil oktagonal dengan ketebalan sekitar 3,2 mm.
Segment A mempunyai panjang sekitar 3.000 mm dan Segment B sekitar 4.000 mm.
Keduanya dihubungkan menggunakan slip joint.
Diameter bagian bawah sekitar Ø136 mm, sama dengan tipe Parabole.
Perbedaan cukup jelas terdapat pada diameter bagian atas yang mencapai sekitar Ø96 mm.
Bagian lengan menggunakan konfigurasi lurus dengan panjang sekitar 1.500 mm.
Di ujung lengan terdapat kemiringan sekitar 7° untuk posisi pemasangan lampu.
Single T mempunyai bentuk yang lebih sederhana sehingga cocok untuk kawasan yang mengutamakan fungsi dan konsistensi visual.
Untuk pembahasan lebih rinci mengenai seluruh detail konstruksi seperti plat, segment, base plate dan anchor, baca artikel spesifikasi teknis Tiang PJU Oktagonal 7 Meter.
Persamaan Single Parabole dan Single T
Walaupun bentuk keduanya berbeda, cukup banyak parameter dasar yang sama.
Tinggi 7 Meter
Keduanya dirancang sebagai tiang PJU dengan tinggi nominal sekitar 7 meter.
Ukuran ini cukup fleksibel untuk berbagai kebutuhan penerangan.
Bentuk Oktagonal
Keduanya menggunakan badan berbentuk oktagonal.
Tebal Plat 3,2 mm
Drawing menunjukkan penggunaan plat sekitar 3,2 mm.
Ketebalan tersebut harus dipahami sebagai bagian dari keseluruhan desain, bukan indikator tunggal kekuatan.
Diameter Bawah Ø136 mm
Kedua tipe mempunyai diameter bagian bawah sekitar Ø136 mm.
Sistem Slip Joint
Konstruksi keduanya terdiri dari beberapa segment yang disambungkan menggunakan slip joint.
Base Plate 300 × 300 × 14 mm
Bagian bawah menggunakan base plate berukuran sekitar 300 × 300 mm dengan ketebalan 14 mm.
Rip Plate 6 mm
Area sambungan badan dengan base plate diperkuat menggunakan rip plate sekitar 6 mm.
Anchor Bolt Ø16 × 500 mm
Anchor digunakan untuk mengikat konstruksi terhadap pondasi.
Material ST41 / SS400
Material plat mengikuti spesifikasi baja struktural pada drawing.
Hot Dip Galvanize
Kedua tipe menggunakan finishing galvanis untuk mendukung penggunaan outdoor.
Material ST41 / SS400 pada Tiang PJU
Material menjadi salah satu bagian penting dalam fabrikasi.
Pada konfigurasi ini digunakan plat baja dengan referensi ST41 / SS400.
Material tidak sebaiknya dinilai hanya berdasarkan nama grade.
Dalam sebuah konstruksi tiang, kemampuan sistem juga dipengaruhi oleh:
- ketebalan plat;
- diameter;
- tinggi;
- taper;
- model arm;
- sambungan;
- base plate;
- anchor bolt;
- pondasi.
Karena itu, ketika membandingkan quotation dari beberapa supplier, idealnya seluruh data tersebut dibandingkan secara apple to apple.
Tiang dengan harga lebih rendah belum tentu mempunyai spesifikasi identik.
Fungsi Slip Joint pada Tiang PJU 7 Meter
Slip joint merupakan sistem sambungan antar segment dengan metode overlap.
Pada praktiknya, bagian salah satu segment dimasukkan ke segment lainnya sampai mencapai posisi sambungan yang ditentukan.
Ada beberapa manfaat menggunakan sistem ini.
Pertama, panjang setiap bagian menjadi lebih mudah ditangani ketika transportasi.
Kedua, erection di lapangan menjadi lebih praktis dibandingkan membawa konstruksi full length dalam kondisi tertentu.
Ketiga, tampilan sambungan relatif sederhana karena tidak membutuhkan flange besar pada badan.
Namun slip joint membutuhkan akurasi tinggi pada proses fabrikasi.
Cutting harus sesuai.
Bending harus konsisten.
Diameter kedua segment harus cocok.
Jika terjadi deviasi yang terlalu besar, sambungan bisa terlalu longgar atau sulit dirakit.
Karena itu pre-assembly perlu dilakukan sebelum produk masuk tahapan akhir.
Base Plate 300 × 300 × 14 mm
Base plate merupakan plat baja pada bagian paling bawah tiang.
Fungsinya adalah mendistribusikan beban badan ke sistem anchor dan pondasi.
Pada dua konfigurasi H-07M ini, ukuran base plate adalah sekitar:
300 × 300 × 14 mm
Di permukaan base plate terdapat hole untuk anchor bolt.
Posisi lubang harus mengikuti drawing agar sesuai dengan anchor yang sudah ditanam di dalam beton.
Jika pola anchor berbeda beberapa milimeter saja, erection dapat menjadi lebih sulit.
Karena itu contractor foundation dan fabricator sebaiknya menggunakan referensi drawing yang sama.
Fungsi Rip Plate 6 mm
Rip plate atau stiffener berada di antara badan tiang dan base plate.
Pada drawing digunakan ketebalan sekitar 6 mm.
Komponen ini membantu memperkuat area pertemuan antara badan oktagonal dan plat dasar.
Posisi, bentuk dan jumlah rip plate harus konsisten dengan gambar produksi.
Walaupun secara fisik ukurannya lebih kecil dibandingkan badan utama, rip plate merupakan bagian penting dari konstruksi dasar.
Anchor Bolt Ø16 × 500 mm
Pada konfigurasi H-07M digunakan anchor bolt sekitar:
Ø16 mm × 500 mm
Fungsinya adalah mengikat base plate terhadap pondasi.
Alur transfer beban secara sederhana dapat dipahami sebagai:
Lampu dan arm ? badan tiang ? base plate ? anchor bolt ? pondasi ? tanah
Karena itu spesifikasi anchor tidak sebaiknya dilihat terpisah dari foundation.
Kondisi tanah, ukuran pondasi dan metode pekerjaan sipil tetap harus sesuai kebutuhan proyek.
Fungsi Handhole pada Tiang PJU
Kedua tipe dilengkapi handhole.
Handhole merupakan akses pada badan tiang untuk membantu pekerjaan instalasi maupun maintenance.
Melalui bagian ini teknisi dapat mengakses jalur internal seperti:
- kabel;
- terminal;
- sambungan;
- perangkat kelistrikan tertentu.
Posisi handhole perlu dibuat pada area yang mudah dijangkau oleh teknisi tetapi tetap terlindungi.
Penutup handhole juga perlu dipasang dengan baik agar area internal tidak terbuka terhadap lingkungan atau akses yang tidak diperlukan.
Hot Dip Galvanize untuk Tiang PJU Outdoor
Tiang PJU bekerja sepanjang waktu di luar ruangan.
Konstruksi menerima paparan:
- hujan;
- panas;
- kelembapan;
- perubahan temperatur;
- kondisi lingkungan.
Karena material dasarnya adalah baja, perlindungan terhadap korosi menjadi penting.
Hot Dip Galvanize digunakan untuk memberikan lapisan berbasis zinc pada permukaan material.
Tujuannya membantu melindungi baja dari paparan langsung lingkungan.
Pada proyek PJU, finishing ini banyak digunakan karena sesuai dengan karakter struktur outdoor.
Namun umur proteksi tidak boleh digeneralisasi karena dipengaruhi kondisi lingkungan dan kualitas pengerjaan.
Single Parabole vs Single T dari Sisi Desain
Jika dilihat secara visual, perbedaan paling besar terdapat pada arm.
Single Parabole
Lengan melengkung mengikuti radius tertentu.
Karakter:
- lebih dekoratif;
- memberikan identitas visual;
- cocok untuk konsep kawasan yang mempertimbangkan estetika.
Single T
Lengan cenderung lurus.
Karakter:
- sederhana;
- fungsional;
- mudah distandardisasi secara visual.
Tidak ada satu model yang otomatis lebih baik.
Pilihan harus menyesuaikan tujuan proyek.
Jika lokasi berupa kawasan perumahan premium, bentuk Parabole mungkin lebih sesuai dari sisi estetika.
Untuk kawasan pergudangan atau industri, Single T mungkin lebih sesuai apabila pemilik menginginkan desain sederhana.
Namun kedua contoh tersebut bukan aturan. Pemilik proyek tetap dapat memilih berdasarkan arsitektur kawasan dan kebutuhan teknis.
Untuk panduan pemilihan berdasarkan jenis aplikasi, baca cara memilih Tiang PJU 7 Meter Single Parabole atau Single T.
Aplikasi Tiang PJU Oktagonal 7 Meter
Jalan Lingkungan
Tinggi 7 meter dapat digunakan untuk berbagai jalan lingkungan jika lampu, distribusi cahaya dan jarak antar titik sesuai dengan kebutuhan.
Single T maupun Parabole dapat digunakan.
Perumahan
Pada kawasan perumahan, desain tiang sering menjadi bagian dari identitas visual.
Parabole menawarkan karakter lebih dekoratif.
Single T memberikan tampilan lebih sederhana.
Kawasan Industri
Di area industri, fungsi penerangan dan kemudahan maintenance sering menjadi prioritas.
Single T dapat menjadi pilihan menarik karena bentuknya lebih sederhana.
Namun Parabole tetap dapat digunakan jika sesuai desain kawasan.
Pergudangan
Area warehouse membutuhkan penerangan yang konsisten di jalur kendaraan, parkir dan area loading.
Tinggi 7 meter dapat digunakan sesuai hasil perencanaan pencahayaan.
Area Komersial
Tiang dapat digunakan untuk area parkir, akses masuk, jalan internal maupun ruang terbuka.
Fasilitas Pemerintah
Pada proyek pemerintah, spesifikasi harus mengikuti drawing, RKS atau dokumen tender.
Apakah Tiang 7 Meter Bisa Digunakan untuk PJU Tenaga Surya?
Secara prinsip bisa, tetapi desain harus dievaluasi berdasarkan sistem solar yang akan dipasang.
Panel surya memberikan tambahan beban pada bagian atas konstruksi.
Karena itu beberapa data perlu diketahui:
- kapasitas panel;
- panjang panel;
- lebar panel;
- berat panel;
- jumlah panel;
- model bracket;
- posisi panel.
Watt panel saja tidak cukup.
Panel dengan kapasitas sama belum tentu mempunyai dimensi fisik sama.
Luas panel juga berhubungan dengan beban angin.
Jika tiang akan dikembangkan menjadi PJUTS, bracket solar perlu menjadi bagian dari drawing sebelum produksi.
Proses Pabrikasi Tiang PJU Oktagonal 7 Meter
Produksi dimulai dari engineering.
Spesifikasi dan drawing ditentukan terlebih dahulu.
Setelah itu proses dapat mengikuti alur:
Drawing ? Cutting Plat ? Bending ? Welding ? Pembuatan Segment ? Slip Joint ? Base Plate ? Arm ? Handhole ? Pre-Assembly ? Hot Dip Galvanize ? QC ? Packing
Cutting
Plat dipotong mengikuti pola tapered.
Bending
Material dibentuk menjadi profil delapan sisi.
Welding
Sambungan memanjang dilas hingga badan menjadi satu struktur.
Segmentasi
Kedua segment dibuat berdasarkan ukuran masing-masing tipe.
Slip Joint
Area sambungan diperiksa agar segment dapat dirakit.
Pembuatan Arm
Arm dibuat berdasarkan model Parabole atau Single T.
Base Plate
Plat dasar dan hole anchor dibuat sesuai drawing.
Galvanisasi
Setelah pre-assembly, konstruksi masuk proses finishing.
Quality Control Sebelum Pengiriman
QC merupakan tahap penting untuk memastikan barang sesuai drawing.
Beberapa item yang dapat diperiksa meliputi:
- tinggi;
- panjang segment;
- diameter bawah;
- diameter atas;
- ketebalan plat;
- kelurusan;
- slip joint;
- bentuk arm;
- panjang arm;
- handhole;
- base plate;
- rip plate;
- pola anchor;
- finishing galvanis.
Pada produksi dalam jumlah banyak, kontrol dimensi sangat penting agar variasi antar unit tetap dalam batas yang diperbolehkan sesuai dokumen produksi.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Tiang PJU 7 Meter
Harga tidak hanya dipengaruhi tinggi.
Beberapa komponen yang menentukan antara lain:
Berat Plat
Ketebalan dan diameter badan mempengaruhi kebutuhan material.
Model Arm
Parabole membutuhkan bentuk dan proses yang berbeda dibandingkan Single T.
Finishing
Hot Dip Galvanize menjadi bagian biaya produksi.
Quantity
Pemesanan satuan memiliki struktur produksi berbeda dari pemesanan puluhan atau ratusan unit.
Custom Drawing
Spesifikasi khusus dapat memerlukan engineering tambahan.
Pengiriman
Tiang merupakan produk panjang sehingga biaya transportasi dipengaruhi jumlah, lokasi dan metode loading.
Karena itu quotation sebaiknya dibuat setelah spesifikasi teknis sudah jelas.
Cara Meminta Penawaran Tiang PJU 7 Meter
Agar penawaran dapat dibuat lebih tepat, siapkan data seperti:
- Pilihan Single Parabole atau Single T.
- Jumlah kebutuhan.
- Lokasi proyek.
- Jenis lampu.
- Watt lampu.
- Sistem PJU konvensional atau solar.
- Persyaratan teknis khusus.
- Drawing proyek apabila tersedia.
- Target pengiriman.
Jika proyek sudah mempunyai RKS atau drawing konsultan, dokumen tersebut sangat membantu dalam proses review teknis.
Mengapa Drawing Harus Disetujui Sebelum Produksi?
Drawing berfungsi sebagai referensi bersama.
Pemilik proyek dapat memeriksa dimensi.
Produksi dapat mengikuti detail yang sudah disetujui.
Tim sipil mengetahui ukuran base plate dan pola anchor.
Quality Control juga memiliki dasar yang sama untuk melakukan inspeksi.
Tanpa drawing yang jelas, istilah “tiang PJU 7 meter” masih memiliki terlalu banyak kemungkinan konfigurasi.
Karena itu approval drawing sebaiknya dilakukan sebelum cutting material dimulai.
Untuk informasi mengenai proses fabrikasi yang lebih luas, baca juga pabrikasi tiang PJU oktagonal.
FAQ Tiang PJU Oktagonal 7 Meter
Berapa tinggi Tiang PJU H-07M?
Tinggi nominal kedua tipe adalah sekitar 7.000 mm.
Berapa tebal plat yang digunakan?
Drawing menunjukkan plat sekitar 3,2 mm untuk kedua konfigurasi.
Apa perbedaan Single Parabole dan Single T?
Perbedaannya terutama pada bentuk arm, komposisi segment dan diameter bagian atas. Parabole menggunakan arm melengkung R1800, sedangkan Single T menggunakan arm lurus sekitar 1.500 mm dengan sudut sekitar 7°.
Berapa ukuran base plate?
Kedua tipe menggunakan base plate sekitar 300 × 300 × 14 mm.
Berapa ukuran anchor bolt?
Konfigurasi menggunakan anchor bolt sekitar Ø16 × 500 mm.
Apa fungsi slip joint?
Slip joint menghubungkan dua segment melalui sistem overlap sehingga mendukung proses transportasi dan erection.
Apa diameter bawah tiang?
Keduanya menggunakan diameter bagian bawah sekitar Ø136 mm.
Apa perbedaan diameter atasnya?
Single Parabole sekitar Ø63 mm, sedangkan Single T sekitar Ø96 mm berdasarkan drawing.
Apakah menggunakan Hot Dip Galvanize?
Ya, kedua desain menggunakan finishing Hot Dip Galvanize.
Apakah bisa dikembangkan untuk solar cell?
Bisa dengan evaluasi dan penyesuaian desain bracket berdasarkan ukuran serta beban panel surya.
Kesimpulan
Tiang PJU oktagonal 7 meter merupakan solusi konstruksi yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan penerangan jalan.
Dua alternatif yang dibahas, yaitu H-07M Single Parabole dan H-07M Single T, memiliki banyak spesifikasi dasar yang sama.
Keduanya menggunakan profil oktagonal, plat 3,2 mm, diameter bawah Ø136 mm, slip joint, base plate 300 × 300 × 14 mm, rip plate 6 mm, anchor Ø16 × 500 mm, material ST41/SS400 dan finishing Hot Dip Galvanize.
Perbedaan utama terdapat pada konstruksi bagian atas.
Single Parabole menggunakan lengan melengkung radius sekitar R1800 dengan overhang 1.500 mm dan top pole Ø63 mm.
Single T menggunakan lengan lebih lurus sekitar 1.500 mm dengan sudut 7° dan top pole Ø96 mm.
Komposisi segment juga berbeda.
Karena itu pemilihan tidak seharusnya hanya didasarkan pada tampilan. Aplikasi jalan, lampu, desain kawasan, kebutuhan maintenance dan persyaratan proyek perlu dipertimbangkan secara bersama.
Drawing menjadi bagian penting karena memastikan spesifikasi dapat diperiksa sebelum masuk ke proses fabrikasi.
Konsultasi Tiang PJU Oktagonal 7 Meter
Membutuhkan H-07M Single Parabole atau H-07M Single T untuk proyek jalan, perumahan, kawasan industri maupun fasilitas umum?
Konsultasikan kebutuhan spesifikasi, jumlah unit, lampu serta lokasi proyek agar konfigurasi dapat disiapkan lebih tepat.
DBSN Group
www.pjusolarcellindonesia.com

