Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah Gen 5 untuk PLTS Hybrid: Spesifikasi dan Panduan Kapasitas
Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah Gen 5 merupakan perangkat penyimpanan energi untuk sistem PLTS hybrid dan off-grid. Berdasarkan datasheet produk, baterai ini memiliki energi nominal 11,264 kWh, layar sentuh 4,3 inci, komunikasi CAN/RS485/RS232, serta fitur active equalization 3 A.
Dalam perencanaan PLTS, baterai berfungsi menyimpan energi agar dapat digunakan ketika produksi panel surya berkurang atau ketika sistem membutuhkan suplai cadangan. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kapasitas energi, daya beban, target durasi pemakaian, dan kesesuaian dengan inverter.
Kapasitas 220 Ah saja belum cukup untuk menentukan berapa lama baterai dapat menyalakan peralatan. Tegangan baterai, batas pemakaian energi, efisiensi inverter, dan karakteristik beban ikut menentukan hasilnya.
Artikel ini membahas spesifikasi GINZA Gen 5, cara membaca kapasitasnya, contoh perhitungan backup, serta pertimbangan integrasi dan pemasangannya.
Mengenal Baterai GINZA Gen 5 untuk PLTS Hybrid dan Off-Grid
GINZA Gen 5 pada lampiran menggunakan teknologi lithium iron phosphate atau LiFePO4, dengan tegangan nominal 51,2 V dan kapasitas 220 Ah.
Pada sistem PLTS hybrid, baterai bekerja bersama inverter untuk menyimpan dan menyalurkan energi sesuai konfigurasi sistem. Energi dari panel surya dapat digunakan untuk melayani beban dan mengisi baterai. Ketika produksi panel turun, energi yang tersimpan dapat membantu menyuplai kebutuhan listrik.
Perilaku tersebut bergantung pada fitur dan pengaturan inverter. Prioritas pemakaian energi, jadwal pengisian, batas pelepasan, dan fungsi backup harus diperiksa pada sistem yang digunakan.
Pada PLTS off-grid, perencanaan baterai menjadi semakin penting karena sistem dapat bergantung pada energi yang tersimpan ketika tidak ada produksi surya. Kapasitas baterai perlu diselaraskan dengan konsumsi energi, kemampuan pengisian panel, dan kebutuhan cadangan saat cuaca kurang mendukung.
Datasheet menyebutkan produk ini dapat digunakan pada kedua jenis sistem tersebut. Namun, pemilihan unit tetap memerlukan pemeriksaan terhadap model inverter dan rancangan kelistrikan.
Spesifikasi Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah Gen 5
Berikut rangkuman data teknis berdasarkan lampiran produk.
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Jenis baterai | LiFePO4 |
| Tegangan nominal | 51,2 V |
| Kapasitas nominal | 220 Ah |
| Energi nominal | 11,264 kWh |
| Tegangan kerja | 44,8–57,6 V |
| Arus pengisian yang direkomendasikan | 100 A |
| Arus pelepasan yang direkomendasikan | 200 A |
| Active equalization | 3 A |
| Layar | Touchscreen 4,3 inci |
| DoD rekomendasi | 85% |
| DoD maksimum | 90% |
| Dimensi W × D × H | 540 × 280 × 700 mm |
| Suhu pengisian | 0–55°C |
| Suhu pelepasan | ?20–55°C |
| Komunikasi | CAN / RS485 / RS232 |
| Tingkat proteksi | IP65 |
| Skalabilitas | Hingga 20 unit paralel |
| Aplikasi pada datasheet | Hybrid dan off-grid |
Angka pada tabel perlu dibaca sesuai keterangannya. Sebagai contoh, arus pengisian 100 A dan pelepasan 200 A tercantum sebagai nilai yang direkomendasikan. Keduanya tidak boleh langsung dianggap sebagai batas maksimum untuk seluruh kondisi operasi.
Datasheet juga mencantumkan umur siklus ?10.000 siklus. Karena kondisi pengujian tidak terlihat pada lampiran, angka ini perlu diperlakukan sebagai keterangan datasheet yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari produsen. Angka siklus tersebut tidak dapat langsung diubah menjadi masa garansi atau jumlah tahun pemakaian.
Memahami Kapasitas 51,2 V, 220 Ah, dan 11,264 kWh
Tiga angka ini menjelaskan aspek yang berbeda dari baterai.
Volt atau V menunjukkan tegangan. Ampere-hour atau Ah menunjukkan kapasitas muatan. Sementara itu, kilowatt-hour atau kWh menunjukkan jumlah energi.
Untuk menghitung energi nominal baterai, gunakan rumus:
Energi nominal (kWh) = tegangan nominal (V) × kapasitas (Ah) ÷ 1.000
Pada GINZA Gen 5:
51,2 × 220 ÷ 1.000 = 11,264 kWh
Hasilnya sesuai dengan energi nominal yang tercantum pada datasheet.
Perhitungan ini membantu pembaca membandingkan baterai dengan tegangan dan kapasitas yang berbeda. Membandingkan angka Ah tanpa melihat voltase dapat menghasilkan penilaian yang keliru.
Sebagai ilustrasi, baterai 12,8 V 220 Ah mempunyai energi nominal:
12,8 × 220 ÷ 1.000 = 2,816 kWh
Meskipun sama-sama berkapasitas 220 Ah, energi nominalnya berbeda dari baterai 51,2 V 220 Ah.
Karena itu, perbandingan kebutuhan penyimpanan energi sebaiknya menggunakan kWh, disertai pemeriksaan daya dan kesesuaian sistem.
Perbedaan kW dan kWh
Daya dalam kW menunjukkan seberapa besar kebutuhan atau penyaluran listrik pada suatu waktu. Energi dalam kWh menunjukkan jumlah listrik yang digunakan atau disimpan selama periode tertentu.
Contohnya, beban 1 kW yang bekerja selama 5 jam menggunakan energi:
1 kW × 5 jam = 5 kWh
Baterai dengan energi nominal 11,264 kWh tidak berarti otomatis dapat menjalankan beban 11,264 kW. Kemampuan daya tetap dibatasi oleh baterai, BMS, inverter, kabel, proteksi, dan kondisi operasi.
Berapa Energi Baterai yang Dapat Digunakan?
Energi nominal bukan seluruhnya energi yang akan tersedia pada keluaran AC.
Dalam perencanaan, terdapat batas kedalaman pelepasan atau depth of discharge (DoD). Datasheet GINZA mencantumkan DoD rekomendasi 85% dan maksimum 90%.
Dengan menggunakan DoD rekomendasi 85%, energi DC yang dihitung secara teoritis adalah:
11,264 kWh × 85% = 9,5744 kWh
Selanjutnya, energi tersebut melewati inverter sebelum digunakan oleh beban AC.
Apabila efisiensi inverter diasumsikan 90%, perhitungan sederhananya menjadi:
9,5744 kWh × 90% = 8,61696 kWh
Dengan pembulatan, tersedia sekitar 8,62 kWh energi AC berdasarkan asumsi tersebut.
Angka ini merupakan ilustrasi perencanaan. Hasil aktual dipengaruhi efisiensi inverter pada tingkat beban tertentu, konsumsi perangkat, suhu, kondisi baterai, batas tegangan, serta pengaturan sistem.
Perhitungan juga mengasumsikan baterai berada pada kondisi awal pengisian yang memungkinkan seluruh rentang DoD tersebut digunakan. Jika pengisian awal lebih rendah, energi yang tersedia akan berkurang.
Simulasi Durasi Backup Baterai GINZA 220 Ah
Setelah memperkirakan energi AC, durasi backup dapat dihitung menggunakan rumus:
Durasi perkiraan (jam) = energi AC yang tersedia (kWh) ÷ daya beban rata-rata (kW)
Menggunakan hasil ilustrasi 8,62 kWh, diperoleh perhitungan berikut.
| Beban rata-rata | Perkiraan durasi |
|---|---|
| 500 W | 17,2 jam |
| 1.000 W | 8,6 jam |
| 1.500 W | 5,7 jam |
| 2.000 W | 4,3 jam |
| 3.000 W | 2,9 jam |
Tabel tersebut membantu memahami hubungan beban dan durasi. Semakin besar beban rata-rata, semakin singkat waktu pemakaian energi yang sama.
Namun, pemeriksaan sistem tidak berhenti pada perhitungan energi. Beban seperti pompa, kompresor, dan peralatan bermotor dapat membutuhkan daya awal lebih tinggi daripada daya saat berjalan.
Inverter dan baterai harus mampu melayani karakteristik tersebut. Perhitungan durasi yang mencukupi belum tentu berarti sistem mampu menyalakan seluruh peralatan secara bersamaan.
Contoh Kebutuhan Backup Kantor
Misalkan sebuah kantor memiliki kebutuhan beban rata-rata berikut:
| Kelompok beban | Daya rata-rata asumsi |
|---|---|
| Lampu | 150 W |
| Komputer dan perangkat kerja | 600 W |
| Router dan CCTV | 100 W |
| Peralatan tambahan | 150 W |
| Total | 1.000 W |
Jika seluruh kelompok beban tersebut memiliki rata-rata konsumsi 1.000 W, ilustrasi energi AC 8,62 kWh menghasilkan durasi sekitar 8,6 jam.
Dalam praktik, sebagian peralatan dapat hidup dan mati selama pemakaian. Karena itu, pengukuran konsumsi energi memberikan dasar perencanaan yang lebih kuat daripada hanya menjumlahkan daya pada label perangkat.
Untuk memahami hubungan arus baterai dan kemampuan penyaluran energinya, baca Memahami Arus Charge dan Discharge Baterai LiFePO4 51,2V 220Ah.
Fungsi BMS dan Active Balancing 3 A
BMS atau battery management system merupakan bagian dari pengelolaan baterai. Dalam sistem yang terintegrasi dengan benar, pengawasan dan proteksi baterai membantu menjaga operasi dalam batas yang ditentukan.
Datasheet GINZA mencantumkan alarm atau proteksi terkait:
- Pengisian berlebih.
- Pelepasan berlebih.
- Arus berlebih.
- Suhu berlebih.
- Hubungan pendek.
Keberadaan fitur tersebut tetap perlu disertai rancangan instalasi yang sesuai. Proteksi internal baterai tidak menghilangkan kebutuhan pemutus, kabel, konektor, dan pengamanan eksternal yang ditetapkan dalam desain sistem.
Apa Peran Active Balancing?
Baterai tersusun dari sejumlah sel yang bekerja sebagai satu kesatuan. Perbedaan kondisi antar sel dapat memengaruhi bagaimana baterai mencapai batas pengisian dan pelepasan.
Active balancing atau active equalization membantu menyeimbangkan kondisi antar sel. Pada datasheet produk ini, nilai yang tercantum adalah 3 A.
Nilai tersebut merupakan spesifikasi fungsi penyeimbangan. Angka 3 A tidak berarti seluruh kapasitas baterai dapat dipulihkan secara instan, dan tidak menggantikan kebutuhan pengaturan pengisian yang sesuai.
Kinerja keseluruhan tetap dipengaruhi kondisi sel, pengelolaan suhu, pola penggunaan, serta konfigurasi perangkat.
Layar Sentuh 4,3 Inci dan Komunikasi Baterai
GINZA Gen 5 dilengkapi layar sentuh 4,3 inci berdasarkan datasheet.
Layar pada perangkat memberi akses lokal terhadap informasi yang disediakan sistem baterai. Parameter dan menu yang tersedia perlu mengikuti manual serta versi perangkat yang diterima.
Selain layar, tersedia antarmuka komunikasi:
CAN / RS485 / RS232
Komunikasi baterai dan inverter dapat mendukung pertukaran informasi sesuai kemampuan kedua perangkat dan protokol yang digunakan.
Namun, tersedianya antarmuka yang sama belum menjamin perangkat langsung cocok. Dua produk dapat memiliki konektor serupa tetapi menggunakan susunan pin atau protokol berbeda.
Sebelum pemasangan, pemeriksaan perlu mencakup:
- Merek dan model inverter.
- Rentang tegangan baterai yang didukung.
- Protokol komunikasi.
- Kabel dan susunan pin.
- Versi firmware.
- Pengaturan jenis baterai.
- Batas arus pengisian dan pelepasan.
Datasheet mencantumkan sejumlah merek inverter kompatibel. Daftar tersebut perlu ditindaklanjuti dengan konfirmasi model spesifik, karena kompatibilitas tidak dapat diasumsikan berlaku pada seluruh produk dari satu merek.
Memahami Arus Pengisian 100 A dan Pelepasan 200 A
Arus pengisian menunjukkan laju masuknya muatan ke baterai. Arus pelepasan menunjukkan laju keluarnya muatan ketika baterai menyuplai sistem.
Datasheet mencantumkan:
Arus pengisian rekomendasi: 100 A
Arus pelepasan rekomendasi: 200 A
Sebagai ilustrasi pada tegangan nominal 51,2 V:
51,2 V × 100 A = 5.120 W
Sementara itu:
51,2 V × 200 A = 10.240 W
Hasil tersebut merupakan hubungan matematis daya DC pada tegangan nominal. Angka itu tidak boleh langsung dianggap sebagai jaminan daya AC kontinu yang dapat digunakan.
Tegangan aktual berubah selama operasi. Selain itu, kemampuan inverter, kondisi suhu, batas BMS, serta ketentuan produsen dapat membatasi daya.
Apakah Baterai Penuh dalam 2,2 Jam?
Pembagian sederhana kapasitas dengan arus menghasilkan:
220 Ah ÷ 100 A = 2,2 jam
Namun, hasil tersebut hanya perhitungan ideal berdasarkan arus konstan. Waktu pengisian nyata dipengaruhi kondisi awal pengisian, profil charging, penurunan arus pada tahap tertentu, suhu, dan ketersediaan daya.
Pada PLTS, produksi panel juga berubah sepanjang hari. Sebagian energi panel dapat digunakan langsung oleh beban sehingga seluruh produksi tidak masuk ke baterai.
Karena itu, ukuran panel surya perlu dihitung bersama kebutuhan konsumsi harian dan target pengisian baterai.
Pengembangan Sistem hingga 20 Unit Paralel
Datasheet GINZA Gen 5 mencantumkan dukungan hingga 20 unit paralel.
Secara perhitungan nominal, penambahan unit dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan energi.
| Jumlah unit | Total energi nominal |
|---|---|
| 1 unit | 11,264 kWh |
| 2 unit | 22,528 kWh |
| 4 unit | 45,056 kWh |
| 10 unit | 112,64 kWh |
| 20 unit | 225,28 kWh |
Tabel ini menunjukkan penjumlahan energi nominal, bukan persetujuan rancangan untuk seluruh konfigurasi tersebut.
Pemasangan paralel membutuhkan pemeriksaan kesesuaian unit, kondisi pengisian, pembagian arus, jalur kabel, busbar, proteksi per cabang, dan pengaturan komunikasi.
Inverter juga harus mendukung kapasitas dan konfigurasi yang direncanakan. Jika kemampuan pengisian sistem tidak ditingkatkan, penambahan kapasitas baterai dapat memperpanjang waktu pengisian.
Perluasan yang baik menyelaraskan tiga hal: kebutuhan energi, kapasitas penyimpanan, dan kemampuan mengisi kembali baterai.
Memahami Proteksi IP65 dan Lokasi Pemasangan
GINZA Gen 5 memiliki tingkat proteksi IP65 menurut datasheet.
Penilaian lokasi pemasangan tetap harus mempertimbangkan petunjuk produsen. Keterangan IP65 tidak cukup untuk menentukan sendiri apakah perangkat boleh dipasang pada seluruh kondisi luar ruang.
Paparan panas, genangan, kondisi konektor, jalur masuk kabel, dan lingkungan korosif tetap perlu diperiksa. Kondisi selungkup setelah pemasangan juga bergantung pada penggunaan aksesori dan penutupan yang sesuai.
Dimensi baterai tercantum 540 × 280 × 700 mm untuk urutan W × D × H. Ruang yang disiapkan perlu memperhitungkan area akses, sambungan kabel, pemeliharaan, dan jarak pemasangan sesuai manual.
Berat bersih tidak tercantum pada tabel lampiran. Karena itu, kebutuhan penyangga dan metode pemindahan harus ditentukan setelah memperoleh data berat dari pemasok.
Perhatikan Rentang Suhu Operasi
Datasheet memberikan rentang berikut:
| Kegiatan | Rentang suhu |
|---|---|
| Pengisian | 0–55°C |
| Pelepasan | ?20–55°C |
Perbedaan rentang tersebut penting. Kondisi yang masih berada dalam rentang pelepasan belum tentu diizinkan untuk pengisian.
Pemilihan lokasi perlu mempertimbangkan suhu di sekitar baterai selama operasi, bukan hanya suhu udara luar. Paparan matahari dan sumber panas di dekat perangkat dapat memengaruhi kondisi pemasangan.
Pembahasan lebih lanjut tersedia pada Arti IP65 pada Baterai PLTS dan Cara Memilih Lokasi Pemasangan.
Cara Menentukan Jumlah Baterai untuk Kebutuhan Backup
Langkah pertama adalah menghitung energi yang dibutuhkan selama periode backup.
Misalkan beban rata-rata yang harus disuplai adalah 2.000 W selama 8 jam:
2 kW × 8 jam = 16 kWh kebutuhan energi AC
Dengan asumsi efisiensi inverter 90%, kebutuhan energi DC menjadi:
16 kWh ÷ 90% ? 17,78 kWh
Jika menggunakan DoD rekomendasi 85%, kebutuhan kapasitas nominal baterai:
17,78 kWh ÷ 85% ? 20,92 kWh
Satu unit GINZA memiliki energi nominal 11,264 kWh. Secara perhitungan kapasitas:
20,92 ÷ 11,264 ? 1,86 unit
Hasilnya dibulatkan menjadi 2 unit untuk memenuhi perhitungan dasar energi tersebut.
Namun, keputusan akhir perlu memeriksa cadangan desain, konsumsi tambahan, penurunan kapasitas selama penggunaan, kemampuan daya, serta ketentuan instalasi.
Jika kebutuhan harus tetap terpenuhi pada kondisi tertentu yang lebih berat, jumlah unit hasil pembagian dasar mungkin perlu disesuaikan.
Pisahkan Beban Prioritas dan Beban Tambahan
Perencanaan dapat dimulai dengan menetapkan beban prioritas, misalnya lampu, perangkat komunikasi, CCTV, dan komputer tertentu.
Beban lain yang konsumsi energinya besar dapat dievaluasi secara terpisah. Cara ini membantu menentukan kebutuhan baterai berdasarkan fungsi listrik yang harus tetap berjalan.
Sebagai contoh, sistem yang hanya mencadangkan jaringan internet dan penerangan memiliki kebutuhan berbeda dari sistem yang juga mencadangkan seluruh pendingin ruangan.
Panduan perhitungannya dapat dibaca pada Cara Menentukan Jumlah Baterai PLTS Hybrid Berdasarkan Beban dan Target Backup.
Checklist Sebelum Memilih Baterai GINZA Gen 5
Sebelum meminta penawaran, siapkan data berikut agar pemeriksaan konfigurasi lebih terarah.
| Data yang diperlukan | Kegunaan |
|---|---|
| Daftar peralatan | Mengidentifikasi beban yang akan disuplai |
| Daya dan jam pemakaian | Menghitung kebutuhan energi |
| Beban yang menyala bersamaan | Memeriksa kebutuhan daya |
| Peralatan bermotor | Memeriksa kebutuhan daya awal |
| Target durasi backup | Menentukan kapasitas penyimpanan |
| Merek dan model inverter | Memeriksa kompatibilitas |
| Kapasitas panel surya | Mengevaluasi kemampuan pengisian |
| Lokasi pemasangan | Memeriksa kondisi lingkungan dan akses |
| Rencana penambahan kapasitas | Menyiapkan pengembangan sistem |
Selain data tersebut, mintalah manual pemasangan, ketentuan garansi tertulis, dan konfirmasi aksesori yang termasuk dalam penawaran.
Lampiran spesifikasi yang digunakan dalam artikel ini tidak memberikan informasi masa garansi. Karena itu, ketentuan garansi perlu dikonfirmasi secara terpisah sebelum pembelian.
Pertanyaan Umum tentang Baterai GINZA 51,2V 220Ah
Berapa kapasitas energi nominalnya?
Energi nominalnya adalah 11,264 kWh, sesuai perhitungan 51,2 V × 220 Ah ÷ 1.000.
Apakah seluruh energi nominal dapat digunakan untuk beban AC?
Energi AC yang tersedia dipengaruhi DoD, efisiensi inverter, konsumsi tambahan, dan kondisi operasi. Perhitungan artikel ini menggunakan DoD 85% dan asumsi efisiensi inverter 90%, menghasilkan sekitar 8,62 kWh sebagai ilustrasi.
Apakah baterai ini dapat digunakan untuk PLTS off-grid?
Datasheet mencantumkan aplikasi hybrid dan off-grid. Penggunaannya tetap memerlukan kesesuaian inverter dan perencanaan pengisian.
Apakah bisa diparalel?
Datasheet menyebutkan hingga 20 unit paralel. Konfigurasi aktual harus mengikuti ketentuan produsen dan rancangan sistem.
Apakah langsung cocok dengan semua inverter yang memiliki CAN?
Belum tentu. Model inverter, protokol, firmware, susunan pin, dan pengaturannya perlu diperiksa.
Apakah ?10.000 siklus berarti garansi puluhan tahun?
Angka siklus tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi masa garansi. Kondisi pengujian dan ketentuan garansi tertulis perlu dikonfirmasi kepada pemasok.
Konsultasi Baterai PLTS Hybrid bersama DBSN Group
Baterai LiFePO4 GINZA 51,2V 220Ah Gen 5 menawarkan energi nominal 11,264 kWh dengan fitur komunikasi, layar sentuh, dan dukungan pengembangan paralel berdasarkan datasheet produk.
Untuk menentukan kesesuaiannya, mulailah dari kebutuhan energi dan beban yang harus disuplai. Lanjutkan dengan pemeriksaan kemampuan inverter, target backup, kapasitas panel surya, dan kondisi pemasangan.
Konsultasikan kebutuhan baterai PLTS hybrid dan off-grid bersama DBSN Group. Siapkan daftar beban, target lama pemakaian, serta merek dan model inverter agar konfigurasi dapat diperiksa sebelum penawaran dibuat.
Kunjungi www.pjusolarcellindonesia.com untuk informasi dan konsultasi kebutuhan sistem.
Dasar spesifikasi: datasheet GINZA 51,2V 220Ah pada lampiran. Seluruh simulasi energi dan durasi dalam artikel merupakan perhitungan ilustratif berdasarkan asumsi yang disebutkan.






